- Sesungguhnya syaitan berkata: Demi keperkasaan-Mu, wahai Tuhanku, aku akan terus menyesatkan hamba-hamba-Mu selama arwah mereka berada dalam tubuh mereka. Maka Ar-Rabb (Tuhan) berkata: Demi keperkasaan dan keagunganKu, Aku tetap mengampuni mereka selama mereka meminta ampun kepada-Ku. (Hadits riwayat Ahmad dari Abi Said).
- Sesungguhnya orang-orang shaleh diberi cobaan yang berat dan tidaklah suatu cobaan menimpa seorang mukmin berupa duri dan yang lebih berat daripada itu, melainkan dihapus darinya dengan sebabnya satu dosa dan diangkat baginya satu derajat. (Hadits riwayat Baihagi dari Aisyah).
- Sesungguhnya sodagoh itu memadamkan panasnya kubur dari pelakunya dan orang mukmin bernaung pada hari kiamat dalam naungan sodagohnya. (Hadits riwayat Thabarani dari Ugbah bin Amir).
- Sungguh ada hamba yang mengucapkan perkataan yang menimbulkan keridhaan Allah sedang ia tidak memperhatikannya, maka Allah mengangkatnya dengan perkataan itu beberapa derajat. Dan ada hamba yang mengucapkan perkataan yang menimbulkan murka Allah, sedang ia tidak memperhatikannya, maka Allah menjerumuskannya dengan sebab perkataan itu dalam neraka jahanam. (Hadits riwayat Ahmad).
- Sungguh ada orang yang melakukan perbuatan penghuni surga menurut pandangan orang-orang sedangkan ia termasuk penghuni neraka. Dan ada orang yang melakukan perbuatan penghuni neraka menurut pandangan orang-orang, sedangkan ia termasuk penghuni surga. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).
- Ada hamba yang berbuat dosa. Apabila mengingatnya, ja merasa sedih. Dan apabila Allah melihat kepadanya ketika dosa itu membuatnya sedih, maka Allah mengampuni perbuatannya sebelum ia menebusnya tanpa shalat dan tanpa puasa. (Hadits riwayat ibnu Asakir dari Abi Hurairah).
- Sesungguhnya kemarahan itu berasal dari syaitan dan syaitan diciptakan dari api. Sesungguhnya api itu dapat dipadamkan dengan air. Maka apabila seseorang dari kamu marah, hendaklah ia berwudhu. (Hadits riwayat Abu Dawud).
- Sesungguhnya hamba Allah yang paling dicintai Allah jalah yang paling banyak berbuat kebaikan kepada hamba-hambaNya. (Hadits riwayat Ahmad).
- Sesungguhnya arwah kaum mukminin berada di langit ketujuh memandang rumah-rumah mereka di surga. (Hadits riwayat Ad-Dailami dari Abi Hurairah).
- Sesungguhnya umatku dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan anggota tubuhnya putih berseri-seri karena bekas wudhu. Maka siapa di antara kamu yang bisa memanjangkan bagian anggotanya yang putih, hendaklah ia melakukannya. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).
- Sesungguhnya penghuni surga membutuhkan para ulama di surga. Hal itu disebabkan mereka berziarah kepada Allah Ta’ala pada setiap hari Jum’at. Kemudian Allah berkata kepada mereka: Mintalah kepada-Ku apa saja yang kamu inginkan. Maka mereka menoleh kepada ulama dan mereka berkata: Apa yang kita minta? Para ulama menjawab: Mintalah kepada-Nya begini dan begini. Maka mereka membutuhkan ulama di surga sebagaimana mereka membutuhkan ulama di dunia. (Hadits riwayat ibnu Asakir dari Jabir).
- Sesungguhnya orang-orang yang suka berbuat kebaikan di dunia adalah mereka yang suka berbuat kebaikan di akhirat. Sesungguhnya penghuni surga yang pertama kali masuk surga ialah orang-orang yang suka berbuat kebaikan. (Hadits riwayat Thabarani).
- Sesungguhnya balasan pertama yang diberikan kepada hamba yang mukmin setelah kematiannya ialah mengampuni semua orang yang mengikuti jenazahnya. (Hadits riwayat Baihagi dari ibnu Abbas).
- Sesungguhnya rumah-rumah Allah di bumi adalah masjid-masjid dan sesungguhnya wajib atas Allah untuk memuliakan siapa yang menziarahi-Nya di dalam masjid. (Hadits riwayat Thabarani dari ibnu Mas’ud).
- Sesungguhnya sodagoh rahasia memadamkan kemarahan Ar-Rabb dan silaturrahim menambah umur, perbuatanperbuatan baik mencegah kematian buruk dan perkataan: “Laa ilaha illallahu”, menyingkirkan dari orang yang mengucapkannya sembilan puluh sembilan macam bencana, paling ringan adalah kesusahan. (Hadits riwayat ibnu Asakir dari ibnu Abbas).
- Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang bagian luarnya terlihat dari dalamnya dan bagian dalamnya terlihat dari luarnya Allah Ta’ala menyediakannya bagi siapa yang memberi makanan, berbicara dengan lembut, banyak berpuasa, shalat di waktu malam ketika orang-orang sedang tidur. (Hadits riwayat Tirmidzi dari Ali).
- Sesungguhnya di surga ada sebuah rumah yang dinamakan “Darul farah (rumah kegembiraan)”, tidak ada yang memasukinya, kecuali orang yang menggembirakan anak-anak. (Hadits riwayat ibnu Adiy dari Aisyah).
- Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang dinamakan “Dhuha”. Pada hari kiamat seorang juru bicara berseru: Di mana orang-orang yang dulu selalu mengerjakan shalat Dhuha? Ini adalah pintumu, maka masuklah lewat pintu itu dengan rahmat Allah. (Hadits riwayat Thabarani dari Abi Hurairah).
- Sesungguhnya hamba apabila diletakkan dalam kuburnya dan ditinggal oleh teman-temannya hingga ia mendengar suara langkah sandal-sandal mereka, ia pun didatangi oleh dua malaikat dan mendudukkannya.
Kedua malaikat itu berkata kepadanya: Apa yang engkau katakan mengenai orang ini “Muhammad”?
Adapun orang mukmin, ia berkata: Aku bersaksi bahwa ja adalah hamba Allah dan rasul-Nya. Kemudian dikatakan: Lihatlah ke tempatmu di neraka, Allah menggantinya bagimu dengan sebuah tempat di surga. Maka ia melihat keduanya dan dilapangkan baginya dalam kuburnya 70 hasta dan diisi di atasnya tanaman hijau hingga hari mereka dibangkitkan.
Adapun orang kafir atau munafik, maka dikatakan kepadanya: Apa yang engkau katakan tentang orang ini?
la menjawab: Aku tidak tahu. Aku dulu mengatakan apa yang dikatakan orang-orang. Maka dikatakan kepadanya: Engkau tidak tahu dan tidak akan membaca. Kemudian ia dipukul dengan palu dari besi di antara kedua telinganya.
Maka ia pun menjerit dengan jeritan yang terdengar oleh siapa yang ada didekatnya selain jin dan manusia dan disempitkan kuburnya di atasnya hingga terpisah-pisah tulang-tulang rusuknya. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).
- Sesungguhnya Allah Ta’ala mempunyai hamba-hamba yang dikhususkan-Nya untuk memenuhi kebutuhan orang-orang dan orang-orang yang mengandalkan mereka dalam memenuhi kebutuhan mereka. Mereka itulah orang-orang yang aman dari siksa Allah. (Hadits riwayat Thabarani dari ibnu Umar).
- Sesungguhnya Allah Ta’ala mempunyai kaum-kaum yang Dia khususkan mereka dengan nikmat-nikmat bagi manfaatmanfaat para hamba-Nya. Dia tetapkan nikmat-nikmat itu pada mereka selama mereka memberikannya kepada orang lain. Apabila mereka mencegahnya, maka Allah mencabutnya dari mereka dan mengalihkannya kepada selain mereka. (Hadits riwayat ibnu Abi Dunya dari ibnu Umar).
- Sesungguhnya Allah Ta’ala mempunyai malaikatmalaikat di bumi yang berbicara melalui lisan bani Adam tentang kebaikan dan kejelekan yang ada pada manusia. (Hadits riwayat Baihagi dari Anas).
- Sesungguhnya dosa terbesar di sisi Allah azza wa jalla jalah seorang laki-laki yang mengawini seorang perempuan, kemudian setelah menyelesaikan hajatnya dari perempuan itu, ia mentalaknya dan mengambil maharnya. Dan seorang lelaki yang mempekerjakan seorang seorang lelaki, lalu mengambil upahnya. (Hadits riwayat Baihagi).
- Sesungguhnya Allah Ta’ala mempunyai seorang malaikat yang ditugaskan kepada orang yang mengucapkan: “Ya Arhamar raahimiin (Wahai Tuhan Yang Maha Penyayang di antara para Penyayang).”
Maka siapa yang mengucapkannya tiga kali, malaikat itu berkata kepadanya: Sesungguhnya Tuhan yang Maha Penyayang di antara para penyayang telah datang kepadamu, maka mintalah kepadaNya. (Hadits riwayat Al-Hakim dari Abi Umamah).
- Sesungguhnya bagi Allah Ta’ala apa yang diambil-Nya dan bagi-Nya apa yang diberikan-Nya dan segala sesuatu di sisiNya adalah dengan masa tertentu, maka suruhlah dia (putrinya) bersabar dan mengharap pahala. (Hadits riwayat ibnu Majah dari Usamah bin Zaid).
- Sesungguhnya Allah Ta’ala mempunyai wadah dari penduduk bumi dan wadah Tuhanmu adalah hati para hamba-Nya yang shaleh dan yang paling disukai-Nya ialah yang paling lunak dan paling halus. (Hadits riwayat Thabarani).
- Sesungguhnya air itu suci lagi menyucikan dan tidak dinajiskan oleh sesuatu. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abi Said). :
- Sesungguhnya orang yang mukmin itu tidak najis. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah).
- Sesungguhnya orang yang makan dan bersyukur mendapat pahala seperti orang yang puasa dan sabar. (Hadits riwayat Al-Hakim dari Abi Hurairah).
- Sesungguhnya setiap sesuatu mempunyai hakikat dan hamba tidak mencapai hakikat iman hingga ia mengetahui bahwa musibah yang menimpanya tidak akan luput darinya dan yang luput darinya tidak akan menimpanya. (Hadits riwayat Ahmad dari Abi Darda”).









One Comment