Hadits

Terjemahan Kitab Muhktarul Ahadits

PELAJARAN KETUJUH PULUH SATU TENTANG PUJIAN TERHADAP SIFAT MALU DAN KETENANGAN

Allah Ta’ala berfirman: “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.” (Al-Furgan: 63).

  1. Diriwayatkan oleh Syaikhain dari ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW melewati seorang laki-laki Anshor yang sedang menasihati saudaranya tentang rasa malu. Maka Rasulullah SAW berkata: Biarkan dia. Sesungguhnya rasa malu itu bagian dari iman.

PELAJARAN KETUJUH PULUH DUA TENTANG PUJIAN TERHADAP SIFAT RENDAH HATI DAN MERENDAHKAN DIRI TERHADAP ORANG-ORANG YANG BERIMAN

Allah Ta’ala berfirman: “Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.” (AsySyu’araa”: 215).

Allah Ta’ala berfirman: “Dan janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (An-Najm: 3).

Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya dosa itu atas orangorang yang beruat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat siksa yang pedih.” (Asy-Syuura: 42).

1568Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Anas bahwa ia melewati anak-anak kecil, lalu memberi salam kepada mereka dan mengatakan: Nabi SAW melakukannya.

PELAJARAN KETUJUH PULUH TIGA TENTANG PENGHARAMAN KESOMBONGAN DAN KECONGKAKAN .

Allah Ta’ala berfirman: “Negeri akhirat itu Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al-Qashash: 83).

Allah Ta’ala berfirman: “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh.” (Luqman: 18).

Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Luqman: 18).

  1. Rasulullah SAW bersabda: Allah tidak melihat pada hari kiamat kepada orang yang berjalan menyeret sarungnya dengan sombong. Rasulullah SAW bersabda: “Di saat seorang berjalan memakai pakaian dengan congkak sambil menyisir rambutnya dan bergaya dalam jalannya, tiba-tiba Allah membenamkannya dalam bumi hingga hari kiamat.

PELAJARAN KETUJUH PULUH EMPAT TENTANG MENJAGA RAHASIA, MENEPATI DAN MELAKSANAKAN JANJI

Allah Ta’ala berfirman: “Tepatilah janji, sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggung jawabannya.” (Al-Isra”: 34).

Allah Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apaapa yang tidak kamu kerjakan.” (Ash-Shaf: 2-3).

  1. Rasulullah SAW bersabda: “Empat sifat yang apabila terdapat pada seseorang, maka ia seorang munafik murni, dan apabila ada satu sifat padanya, maka terdapat satu sifat munafik padanya hingga ia meninggalkannya, yaitu apabila diberi amanat, ia berkhianat. Apabila berbicara, ia berdusta. Apabila berjanji, ia tidak menepati. Dan apabila berdebat, ia menyeleweng.

PELAJARAN KETUJUH PULUH LIMA TENTANG MENJAGA LIDAH

Allah Ta’ala berfirman: “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya.” (Al-Isra”: 36).

Allah Ta’ala berfirman: “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya, melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (Qaf: 18).

  1. Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abi Musa, ia berkata: Aku berkata: Ya Rasulallah, orang muslim mana yang paling utama?

Nabi SAW menjawab: Orang muslim yang tidak mengganggu orang-orang muslim lainnya dengan lidah (perkataan) dan tangannya.

PELAJARAN KETUJUH PULUH ENAM TENTANG LARANGAN BERSUMPAH DENGAN SELAIN ALLAH DAN PENGHARAMAN SUMPAH DUSTA

  1. Diriwayatkan oleh Syaikahin dari ibnu Umar dari Nabi SAW: Sesungguhnya Allah Ta’ala melarang kalian bersumpah demi bapak-bapakmu. Maka siapa yang bersumpah, hendaklah ia bersumpah demi Allah, atau diam.
  1. Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kalian bersumpah demi berhala-berhala maupun demi bapak-bapakmu.”

PELAJARAN KETUJUH PULUH TUJUH TENTANG PENGHARAMAN GHIBAH, NAMIMAH DAN MENDENGARKANNYA DAN CELAAN TERHADAP ORANG YANG BERMUKA DUA

Allah Ta’ala berfirman: “Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (Al-Hujurat: 12).

Allah Ta’ala berfirman: “Yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur fitnah.” (Al-Qalam: 11).

  1. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak masuk surga orang yang suka melakukan namimah.” (Hadits riwayat Syaikhain).

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker