- Apabila kalian melihat kebakaran, maka bertakbirlah, karena takbir itu akan memadamkannya. (Hadits riwayat ibnu Asakir).
- Apabila Allah hendak menghukum suatu kaum, Dia jadikan urusan mereka dijalankan oleh orang-orang yang hidup mewah di antara mereka. (Hadits riwayat Ad-Dailami).
- Apabila kalian memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, maka mohonlah kepada-Nya dengan bagian bawah telapak tanganmu dan jangan memohon kepada-Nya dengan bagian atasnya, kemudian janganlah mengembalikannya hingga kalian mengusap mukamu dengannya, karena Allah menjadikan keberkahan padanya. (Hadits riwayat Abu Dawud).
- Apabila seseorang dari kamu memohon kepada Tuhannya dengan suatu permohonan dan ia mengetahui doanya dikabulkan, maka hendaklah ia katakan: “Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya semua perbuatan baik dapat terlaksana.” Dan siapa yang doanya belum dikabulkan, maka hendaklah ia katakan: “Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan.” (Hadits riwayat Baihagi dari Abi Hurairah).
- Apabila kebaikanmu membuatmu gembira dan perbuatanmu yang buruk membuatmu sedih, maka engkau adalah seorang mukmin. (Hadits riwayat Adh-Dhiya” dari Abi Umamah).
- Apabila kalian menamai anak Muhammad maka muliakanlah dia dan lapangkanlah tempat baginya di dalam majelis dan jangan menjelekkan wajahnya. (yakni: Jangan katakan kepadanya: Semoga Allah menjelekkan wajahmu dan jangan mencelanya dalam perbuatan dan perkataannya). (Hadits riwayat Khathib dari Ali).
- Apabila kalian minum air, maka minumlah dengan isapan dan jangan meminumnya dengan sekali teguk, karena tegukan itu menyebabkan penyakit hati, ginjal dan limpa.(Hadits riwayat Ad-Dailami).
- Apabila seseorang dari kamu mengerjakan shalat, hendaklah ia kerjakan shalat bagaikan orang yang berpamitan, yaitu shalat orang yang tidak menyangka bahwa ia akan kembali kepadanya untuk selamanya. (Hadits riwayat Ad-Dailami dari Ummi Salamah).
- Apabila orang perempuan mengerjakan shalat lima waktunya, berpuasa di bulannya (Ramadhan) dan menjaga kemaluannya serta mentaati suaminya, maka ia pun masuk surga. (Hadits riwayat Al-Bazzar dari Anas).
- Apabila amanat disia-siakan, maka tunggulah kiamat. Ia berkata: Bagaimana menyia-nyiakannya, ya Rasulullah? Nabi SAW menjawab: Apabila urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat. (Hadits riwayat Bukhari).
- Apabila seseorang memukul, hendaklah ia menghindari wajah. (Hadits riwayat Bukhari).
- Apabila naik bintang Tsurayya, petani aman dari hama. (Hadits riwayat Thabarani).
- Apabila telinga seseorang dari kamu berdenging, hendaklah ia menyebutku dan bershalawat untukku dan mengatakan: Semoga Allah menyebut orang yang menyebutku dengan kebaikan.
(Hadits riwayat ibnu Adiy dari Abi Rafi”).
- Apabila seseorang dari kamu bersin, hendaklah ia mengucapkan: “Alhamdulillahi robbil “aalamin (segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam)” dan saudaranya atau temannya mengucapkan: “Yarhamukallahu (semoga Allah merahmatimu).” Apabila ia katakan kepadanya: Yarhamukallahu, maka hendaklah orang yang bersin itu mengucapkan: “Yahdikumullahu wa yushlihu baalakum (semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu).” (Hadits riwayat Abu Dawud dan Nasa’iy).
- Apabila anak sudah bisa membedakan antara sebelah kanan dan sebelah kirinya, suruhlah dia mengerjakan shalat. (Hadits riwayat Abu Dawud).
- Apabila umatku mengagungkan dunia, dicabut darinya kewibawaan Islam. Dan apabila ia tinggalkan suruhan berbuat baik dan larangan berbuat kemungkaran, maka umatku tidak diberi keberkahan wahyu. (Hadits riwayat Tirmidzi).
- Apabila engkau katakan kepada temanmu pada hari Jum’at: “diamlah” di saat imam sedang berkhutbah, maka engkau telah berkata sia-sia. (Hadits riwayat Bukhari).
- Apabila hamba mengatakan: Ya Rabbi, ya Rabbi (wahai Tuhanku, wahai Tuhanku), Allah Ta’ala berkata: Labbaik hamba-Ku, mintalah, tentu engkau akan diberi. (Hadits riwayat ibnu Abi Dunya dari Aisyah).
- Apabila hamba berdiri dalam shalatnya, ditaburkanlah kebaikan di atas kepalanya hingga ia rukuk. Apabila ia rukuk, ia pun diliputi rahmat Allah hingga ia sujud. Orang yang sujud bersujud di atas kedua telapak kaki (di hadapan) Allah Ta’ala, maka hendaklah ia meminta dan berharap. (Hadits riwayat Said bin Manshur dari Abi Ammar secara mursal).
- Apabila anak Adam membaca ayat As-Sajdah, lalu ia sujud, syaitan menangis. Ia berkata: Aduh celaka! Anak Adam disuruh sujud, lalu ia sujud, maka baginya surga. Sedangkan aku disuruh sujud, tetapi aku menentang, maka bagiku neraka. (Hadits riwayat Muslim dari Abi Hurairah).
- Apabila shalat didirikan, janganlah kamu mendatanginya sambil berlari, datangilah shalat dengan berjalan dan hendaklah kamu bersikap tenang. Bagian mana yang kamu dapati dari shalat itu, maka kerjakanlah. Dan bagian mana yang tertinggal, maka sempurnakanlah. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).
- Apabila shalat didirikan, maka bertakbirlah, kemudian bacalah Al-Qur’an yang mudah bagimu, kemudian rukuklah hingga kamu rukuk dengan tenang, kemudian bangkitlah hingga engkau berdiri tegak, kemudian sujudlah hingga engkau sujud dengan tenang, kemudian bangkitlah hingga engkau duduk dengan tenang, kemudian sujudlah hingga engkau sujud dengan tenang, kemudian lakukanlah itu dalam shalatmu seluruhnya. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).
- Apabila dihidangkan kepada seseorang dari kamu makanannya dan pada kedua kakinya ada sepasang sandalnya, maka hendaklah ia melepas kedua sandalnya, karena hal itu lebih nyaman bagi kedua telapak kaki dan itu termasuk sunnah. (Hadits riwayat Abu Ya’la dari Anas).
- Apabila dosa-dosa hamba menjadi banyak dan ia tidak mempunyai amal yang bisa menghapusnya, maka Allah mengujinya dengan kesedihan untuk menghapus dosa-dosa itu darinya. (Hadits riwayat Ahmad dari Aisyah).
- Pada akhir zaman, yang menjadi penegak agama umat manusia dan dunia mereka adalah dirham dan dinar. (Hadits riwayat Thabarani).
- Apabila mati anak hamba, Allah Ta’ala berkata kepada para malaikat-Nya: “Kalian mematikan anak hamba-Ku.” Mereka menjawab: “Ya”. Allah berkata: “Kalian mematikan buah hatinya.” Para malaikat menjawab: “Ya”. Maka Allah berkata: “Apa yang dikatakan hamba-Ku?” Mereka menjawab: “Ia memuji-Mu dan mengucapkan kalimat istirja’ (Innaa lillahh wa innaa ilaihi raaji un)”. Maka Allah Ta’ala berkata: “Dirikanlah bagi hamba-Ku rumah di surga dan namailah rumah itu: Baitul hamdi (rumah pujian).” (Hadits riwayat Tirmidzi dari Abi Musa).
- Apabila manusia mati, terputuslah amalnya, kecuali dari tiga perkara: sodagoh yang terus mengalir pahalanya atau ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang mendoakan baginya. (Hadits riwayat Muslim).
- Apabila kalian ditimpa kesusahan atau kesulitan atau cobaan, maka katakanlah: “Allah Tuhan kami, tiada sekutu bagiNya.” (Hadits riwayat Baihagi dari ibnu Abbas).
- Apabila seseorang dari kamu melihat kepada orang yang dilebihkan di atasnya dalam harta dan bentuk, hendaklah ia melihat kepada orang yang lebih rendah darinya. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah).
- Apabila seseorang dari kamu ingin mengerjakan suatu urusan, hendaklah ia rukuk (shalat) dua raka’at selain shalat fardhu, kemudian ia katakan: “Ya Allah, aku mohon pilihan kepada-Mu dengan pengetahuan-Mu, aku mohon kemampuan kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu dan aku mohon kepada-Mu dari karunia-Mu yang agung. Sesungguhnya Engkau mampu sedang aku tidak mampu, Engkau tahu, sedangkan aku tidak tahu dan Engkau Maha Mengetahui segala yang gaib. Ya Allah, jika Engkau tahu bahwa urusan ini baik bagiku dalam agamaku, penghidupanku dan akibat urusanku, maka takdirkanlah urusan ini bagiku dan mudahkanlah bagiku, kemudian berkatilah aku padanya.”





One Comment