Hadits

Terjemahan Kitab Muhktarul Ahadits

PELAJARAN KEEMPAT PULUH TENTANG ZAKAT

Allah Ta’ala berfirman: “Dan dirikan shalat dan tunaikan zakat.” (Al-Bagarah: 2).

Allah Ta’ala berfirman: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka.” (At-Taubah: 103).

  1. Diriwayatkan oleh Syaikhain dari ibnu Abbas r.a. bahwa Rasulullah SAW mengutus Mu’adz ke Yaman. Beliau berkata: Sesungguhnya kamu akan mendatangi kaum ahli kitab. Maka ajaklah mereka untuk bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Jika mereka mematuhi ajakan itu, beritahulah mereka bahwa Allah telah mewajibkan atas mereka lima shalat dalam sehari semalam. Jika mereka mematuhi ajakan itu, beritahulah mereka bahwa Allah telah mewajibkan atas mereka sodagoh yang diambil dari orang-orang kaya mereka dan diberikan kepada orang-orang miskin mereka. Jika mereka mematuhi ajakan itu, maka janganlah kamu mengambil harta mereka yang berharga dan takutlah doa orang teraniaya, karena tida ada hijab antara doa itu dan Allah.
  1. Diriwayatkan oleh Bukhari dari Abi Hurairah r.a., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa dikaruniai Allah harta, tetapi tidak menunaikan zakatnya, maka hartanya ditampakkan pada hari kiamat berupa ular gundul yang mempunyai dua bintik dan dikalungkan padanya. Kemudian ular jtu mencengkeram mulutnya, kemudian berkata: Aku adalah hartamu, aku adalah harta simpananmu. Kemudian Nabi SAW membaca: Janganlah orang-orang yang kikir menyangka …….. dan seterusnya (Ayat) Ali Imran: 180.
  1. Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abi Dzarr r.a. dari Nabi SAW, beliau bersabda: Tidaklah seorang lelaki mempunyai unta atau sapi atau kambing yang tidak ia tunaikan haknya, melainkan didatangkan semua itu pada hari kiamat dalam bentuk terbesar dan tergemuk, lalu menginjaknya dengan kuku-kukunya dan menanduknya dengan tanduk-tanduknya. Setiap kali lewat yang terakhir, dikembalikan lagi kepadanya yang pertama dari hewan-hewan itu hingga ia diadili di antara orang banyak.
  1. Diriwayatkan oleh Syaikhain dari ibnu Umar r.a., ia berkata: Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah — satu sha” kurma atau satu sha” sya’ir atas hamba (budak) dan orang merdeka, laki-laki dan perempuan, anak kecil dan orang tua dari kaum muslimin. Beliau menyuruh menunaikannya sebelum orangorang keluar menuju shalat Ied.

PELAJARAN KEEMPAT PULUH SATU TENTANG KEUTAMAAN ORANG KAYA YANG BERSYUKU

Ia adalah orang yang mengambil harta dari jalannya yang benar dan membelanjakannya dalam berbagai keperluan yang diperintahkan melaksanakannya. Allah Ta’ala berfirman: “Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa. Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga). Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” (Al-Lail: 5-7).

  1. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak boleh iri, kecuali dalam dua perkara: yaitu seorang lelaki yang dikarunia harta, lalu ia menggunakannya dengan membelanjakannya di jalan yang benar. Dan seorang lelaki yang dikaruniai Allah hikmah (ilmu), lalu memutuskan perkara dengannya dan mengajarkannya kepada orang banyak. (Hadits riwayat Syaikhain).

PELAJARAN KEEMPAT PULUH DUA TENTANG PUJIAN TERHADAP KEMURAHAN HATI DAN PEMBERIAN NAFKAH DI JALAN-JALAN KEBAIKAN

Allah Ta’ala berfirman: “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (Ath-Thalag: 7).

Allah Ta’ala berfirman: “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya.” (Saba”: 39).

Allah Ta’ala berfirman: “Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf.” (Al-Bagarah: 233).

Allah Ta’ala berfirman: “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.” (Ali Imran: 92).

  1. Rasulullah SAW bersabda: “Satu dinar yang engkau nafkahkan di jalan Allah, satu dinar yang engkau nafkahkan untuk membebaskan budak dan satu dinar yang engkau sedekahkan kepada seorang miskin serta satu dinar yang engkau nafkahkan kepada istrimu, yang terbesar pahalanya adalah yang engkau nafkahkan kepada istrimu.

(Hadits riwayat Muslim).

  1. Dinar paling utama yang dinafkahkan orang lelaki jalah dinar yang dinafkahkannya kepada anak-anaknya dan dinar yang dinafkahkannya kepada hewan tunggangannya di jalan Allah dan dinar yang dinafkahkannya kepada teman-temannya di jalan Allah.

(Hadits riwayat Muslim).

1521Hai anak Adam, sesungguhnya jika engkau nafkahkan kelebihan hartamu, maka itu adalah kebaikan bagimu. Dan jika engkau menahannya, itu adalah keburukan bagimu dan engkau tidak disalahkan dalam keadaan cukup.

Mulailah dengan orang yang menjadi tanggunganmu dan tangan di atas (memberi) lebih baik daripada tangan di bawah (yang meminta).

(Hadits riwayat Muslim).

PELAJARAN KEEMPAT PULUH TIGA TENTANG KEJELEKAN SIFAT KIKIR, MENGUNGKIT-UNGKIT PEMBERIAN DAN MENARIK KEMBALI HIBAH

Allah Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” (Al-Bagarah: 264).

  1. Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abi Hurairah r.a. bahwa Nabi SAW bersabda: “Tidaklah suatu hari di mana hambahamba memasuki waktu pagi, melainkan ada dua malaikat turun. Yang satu berkata: “Ya Allah berilah ganti bagi orang yang menafkahkan hartanya. Yang lain berkata: Ya Allah, timpakan kebinasaan bagi orang yang kikir.”
  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala meridhai bagi kalian tiga perkara dan tidak menyukai bagi kalian tiga perkara. Allah meridhai kalian bila kalian menyembah-Nya dan tidak menyekutukan sesuatu apapun dengan-Nya dan bila kalian semuanya berpegang pada tali (agama) Allah dan tidak bercerai berai. Dan Allah tidak menyukai bagi kalian: perkataan (omongan) yang tidak jelas (gosip), banyak bertanya dan penghamburan harta.

(Hadits riwayat Muslim).

PELAJARAN KEEMPAT PULUH EMPAT TENTANG MENGUTAMAKAN ORANG LAIN ATAS DIRINYA UNTUK MENOLONG ORANG-ORANG YANG MELARAT

Allah Ta’ala berfirman: “Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu).” (Al-Hasyr: 9).

  1. Diriwayatkan oleh Muslim dari Abi Said r.a., ia berkata: Di saat kami dalam perjalanan bersama Nabi SAW, tibatiba datang seorang lelaki menaiki kendaraannya. Ia mengarahkan pandangannya ke kanan dan ke kiri.

Maka Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa mempunyai kelebihan kendaraan hendaklah ia memberikannya kepada orang yang tidak mempunyai kendaraan. Dan siapa yang mempunyai kelebihan bekal, hendaklah ia memberikannya kepada orang yang tidak mempunyai bekal.”

Beliau terus menyebut macam-macam harta hingga kami berpendapat bahwa tidak ada hak bagi seseorang dari kami dalam kelebihan hartanya.

PELAJARAN KEEMPAT PULUH LIMA TENTANG OANA’AH, KEJELEKAN PEMINTA DAN MACAM PENCAHARIAN YANG PALING BAIK

Allah Ta’ala berfirman: “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi, melainkan Allah yang memberi rezekinya.” (Hud: 6).

Allah Ta’ala berfirman: “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta) mereka tidak berlebih-lebihan dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan) itu di tengah-tengah antara yang demikian.” (Al-Furgan: 67).

Allah Ta’ala berfirman: “Apabila shalat telah ditunaikan, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah.” (Al-Jumu’ah: 10).

  1. Rasulullah SAW bersabda: “Bukanlah kekayaan itu karena banyak harta, tetapi kekayaan itu kaya jiwa.” (Hadits riwayat Abu Hurairah).

1526Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik daripada hasil pekerjaan tangannya. Sesungguhnya nabi Allah Dawud makan dari hasil pekerjaan tangannya. (Hadits riwayat Bukhari).

PELAJARAN KEEMPAT PULUH ENAM TENTANG PUASA RAMADHAN DAN KEUTAMAAN PUASA SERTA SEGALA YANG BERKAITAN DENGANNYA

Allah Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Al-Bagarah: 183).

Hingga firman Allah Ta’ala: (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).

Karena itu, barangkali di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka, maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesulitan bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (Al-Bagarah: 185).

  1. Rasulullah SAW bersabda: “Berpuasalah kalian bila melihat hilal dan hentikan puasa bila melihatnya (pada malam hari raya). Jika langit mendung di atasmu, maka genapkan bilangan Sya’ban tiga puluh hari. (Hadits riwayat Syaikhain).

1528 Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala, diampunilah dosanya yang terdahulu. Dan siapa mengerjakan shalat di malam Qadar dengan penuh iman dan mengharap pahala, diampunilah dosanya yang terdahulu.

(Hadits riwayat Abu Hurairah).

  1. Setiap amal anak Adam dilipat gandakan pahalanya: kebaikan dibalas sepuluh kali lipat hingga 700 kali lipat.

Allah Ta’ala berkata: Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang membalasnya. Ia tinggalkan syahwatnya, makanan dan minumannya demi Aku.

Orang yang puasa mengalami dua kegembiraan: yaitu kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa Tuhannya.

Sungguh bau mulut orang yang puasa lebih harum di sisi Allah daripada bau misik. Puasa itu perisai. Pada hari seseorang dari kamu berpuasa, janganlah ia berkata keji dan jangan berteriak. Jika seseorang memakinya atau menyerangnya, hendaklah ia katakan: Sesungguhnya aku sedang puasa.

(Hadits riwayat Syaikhain).

PELAJARAN KEEMPAT PULUH TUJUH TENTANG HAJI

Allah Ta’ala berfirman: “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang-orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (Ali Imran: 27).

  1. Dikatakan kepada Rasulullah SAW: Amal apakah yang paling utama? Nabi SAW menjawab: Iman kepada Allah dan rasul-Nya. Dikatakan: Kemudian apa? Nabi SAW menjawab: Jihad di jalan Allah. Dikatakan lagi: Kemudian apa? Nabi SAW menjawab: Haji mabrur.
  1. Diriwayatkan oleh Muslim dari Abi Hurairah pula, ia berkata: Rasulullah SAW berkhutbah kepada kami. Beliau berkata: Hai orang-orang semuanya, telah diwajibkan haji atas kalian, maka pergilah untuk menunaikan haji.
  1. Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abi Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa menunaikan haji karena Allah, tidak berkata kotor dan tidak berbuat fasik, ia pun kembali seperti hari ketika ia dilahirkan oleh ibunya.
  1. Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abi Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Umrah hingga umrah berikutnya adalah kaffarat (menghapus dosa) di antara keduanya dan haji yang mabrur tidak mendapat balasan, kecuali surga.

PELAJARAN KEEMPAT PULUH DELAPAN TENTANG KETAKWAAN DAN KETETAPAN DALAM KETAATAN DAN CINTA KEBAIKAN

Allah Ta’ala berfirman: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (Fushshilat: 30).

Allah Ta’ala berfirman: “Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan.” (Al-Bagarah: 148).

Allah Ta’ala berfirman: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (Ali Imran: 133).

Allah Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar. Niscaya Allah memperbaiki bagimu amal-amalmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (Al-Ahzab: 70-71).

Allah Ta’ala berfirman: “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangkanya.” (Ath-Thalag: 2-3).

  1. Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abi Hurairah r.a., ia berkata: Dikatakan kepada Rasulullah SAW: Siapa manusia yang paling mulia? Nabi SAW menjawab: Yang paling bertakwa di antara mereka.
  1. Diriwayatkan oleh Muslim dari Sufyan bin Abdullah ra, ia berkata: Aku berkata: Ya Rasulallah, katakan kepadaku tentang Islam suatu perkataan yang aku tidak bertanya kepada seseorang tentangnya selain engkau.

Nabi SAW menjawab: Katakanlah: Aku beriman kepada Allah”, kemudian beristiqamahlah.

Diriwayatkan oleh Muslim dari Abi Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Segeralah kalian mengerjakan amal amal yang baik. Akan datang fitnah-fitnah seperti potongan-potongan malam yang gelap. Di waktu pagi orang beriman dan di waktu sore ia kafir. Di waktu sore ia beriman dan di waktu pagi ia kafir. Ia menjual agamanya dengan harta benda dunia.

(Hadist riwayat Muslim).

PELAJARAN KEEMPAT PULUH SEMBILAN TENTANG MELAKUKAN KETAATAN SECARA WAJAR SUPAYA JIWA TIDAK JEMU

Allah Ta’ala berfirman: “Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu.” (Al-Bagarah: 185).

  1. Diriwayatkan oleh Syaikhain (Bukhari dan Muslim) dari Sayyidah Aisyah r.a. bahwa Nabi SAW masuk kepadanya dan di dekatnya ada seorang perempuan. Nabi SAW berkata: Siapa ini? Aisyah menjawab: Ini si Fulanah. Ia menceritakan tentang shalatnya. Nabi SAW berkata: Berhentilah! Hendaklah kalian kerjakan apa yang kalian mampu. Demi Allah, Allah tidak jemu (memberi pahala) hingga kalian merasa jemu (dalam beramal). Pengamalan agama yang paling disukai-Nya ialah yang tetap dikerjakan oleh pelakunya.
  1. Agama itu kemudahan dan tidaklah seseorang mempersulit agama ini, melainkan ia tidak mampu melakukannya. Maka berbuatlah yang wajar dan yang mendekati. Gembiralah dan gunakanlah waktu pagi dan sore dan sebagian dari waktu malam untuk beramal.

(Hadits riwayat Bukhari).

PELAJARAN KELIMA PULUH TENTANG MEMELIHARA SUNNAH DAN ADAB-ADABNYA DAN LARANGAN BERBUAT

Allah Ta’ala berfirman: “Apa yang diberikan rasul kepadamu, maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.” (Al-Hasyr: 7).

Allah Ta’ala berfirman: “Katakanlah: “Jika kamu (benarbenar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” (Ali Imran: 31).

Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat.” (Al-Ahzab: 21).

Allah Ta’ala berfirman: “Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (An-Nisa”: 65).

Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya jawaban orangorang mukmin bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan: “Kami mendengar dan kami patuh”. Dan mereka itulah orangorang yang beruntung.” (An-Nur: 51).

Allah Ta’ala berfirman: Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah dia kepada Allah (Al-Qur’an) dan rasul (sunnah)nya, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian.” (An-Nisa’: 59).

  1. Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abi Hurairah r.a. dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Biarkan aku selama aku biarkan kalian. Sesungguhnya umat yang sebelum kamu binasa karena mereka banyak bertanya dan berselisih terhadap nabi-nabi mereka. Maka apabila aku melarang kalian melakukan sesuatu, jauhilah dia. Dan apabila aku menyuruh kalian melakukan sesuatu, kerjakanlah darinya sesuai kemampuanmu.”

1539  Diriwayatkan oleh Bukhari dari Abi Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Semua umatku masuk surga, kecuali siapa yang menolak. Ada yang berkata: Siapa yang menolak, ya Rasulallah? Nabi SAW menjawab: Siapa yang taat kepadaku, ia masuk surga. Dan siapa yang mendurhakai aku, ia pun telah menolak.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker