PELAJARAN KETIGA PULUH TENTANG KEUTAMAAN AL-QUR’AN DAN PEMBACAANNYA
Allah Ta’ala berfirman : Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain. (Al-Isra”: 88).
- Rasulullah SAW bersabda: “Yang terbaik di antara kalian ialah siapa yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya. (Hadits riwayat Bukhari).
- Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat memberi syafa’at bagi para pembacanya. (Hadits riwayat Muslim).
- Tidak boleh iri, kecuali dalam dua perkara: yaitu seorang lelaki yang diberi Allah Al-Qur’an dan ia membacanya sepanjang malam dan sepanjang siang, dan seorang lelaki yang diberi Allah harta dan ia menafkahkannya sepanjang malam dan sepanjang siang.
(Hadits riwayat Syaikhain).
- Orang yang membaca Al-Qur’an sedang ia mahir membacanya, maka ia pun bersama para malaikat yang berkeliling dan mulia serta berbakti. Adapun orang yang membaca Al-Qur’an dan gagap membacanya hingga pembacaannya menjadi berat baginya, ia pun mendapat dua pahala. (Hadits riwayat Syaikhain).
- Tidakalah suatu kaum berkumpul di suatu rumah Allah membaca Kitabullah dan bergantian membacanya di antara mereka, melainkan turun ketenangan di atas mereka dan mereka pun diliputi rahmat dan dikelilingi para malaikat dan Allah menyebut mereka di antara para malaikat di sisi-Nya. (Hadits riwayat Abu Hurairah).
PELAJARAN KETIGA PULUH SATU TENTANG KEUTAMAAN MENYEBUT ALLAH AZZA WA JALLA DAN MEMUJI SERTA MENSYUKURINYA
Allah Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (Al-Ahzab: 41-42).
Allah Ta’ala berfirman: “(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (Ali Imran: 191).
Allah Ta’ala berfirman: “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku (ingat) pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (Al-Bagarah: 152).
Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.” (Ibrahim: 7)
Allah Ta’ala berfirman: “Dan katakanlah: Segala puji bagi Allah.” (An-Nami: 93).
Allah Ta’ala berfirman: Dan penutup doa mereka ialah: «Alhamdu lillahi Robbil “aalamiin.” (Yunus: 10).
- Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abi Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda: Allah Ta’ala berfirman: Aku mengikuti sangkaan hamba-Ku kepada-Ku dan Aku bersamanya apabila dia menyebut-Ku. Jika ia menyebut-Ku di dalam dirinya (sendirian), Aku menyebutnya sendirian. Jika ia menyebut-Ku dalam sekelompok orang, Aku menyebutnya dalam kelompok yang lebih baik darinya.
- Diriwayatkan oleh Bukhari dari Abi Musa r.a. dari Nabi SAW, beliau bersabda: Perumpamaan orang yang mengingat Tuhannya dan yang tidak mengingat-Nya adalah seperti orang hidup dan orang mati.
PELAJARAN KETIGA PULUH DUA TENTANG DZIKIR-DZIKIR DAN DOA-DOA NABAWIAH YANG DIBACA DI WAKTU PAGI DAN SORE
Allah Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (Al-Ahzab: 41-42).
Allah Ta’ala berfirman: “Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (Al-A’raf: 205).
Allah Ta’ala berfirman: “Dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya.” (Thaha: 130).
Allah Ta’ala berfirman: “Dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.” (Thaha: 55).
Allah Ta’ala berfirman: “Bertasbih kepada Allah di masjidmasjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya pada waktu pagi dan petang. Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah.” (An-Nur: 36-37).
1500 Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa mengucapkan ketika memasuki waktu pagi dan ketika memasuki waktu sore: Subhanallahi wa bihamdihi seratus kali tidak ada orang pada hari kiamat yang membawa amalan lebih baik daripada amalan yang dikerjakannya, kecuali orang yang mengucapkan seperti itu atau lebih banyak.
- Diriwayatkan oleh Muslim dari ibnu Mas’ud r.a., bahwa Nabi SAW apabila memasuki waktu sore, beliau mengucapkan: Kami memasuki waktu sore dan segala kekuasaan itu milik Allah, dan segala puji bagi Allah sendiri tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Tuhanku, aku mohon kepada-Mu kebaikan yang terdapat di malam ini dan kebaikan yang sesudahnya dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang terdapat di malam ini dan keburukan yang sesudahnya. Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan keburukan masa tua dan aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di dalam kubur. Apabila memasuki waktu pagi beliau mengucapkan itu pula, yaitu: Kami memasuki waktu pagi dan segala kekuasaan itu milik Allah.
PELAJARAN KETIGA PULUH TIGA TENTANG DZIKIR-DZIKIR DAN DOA-DOA NABAWIAH YANG DIUCAPKAN KETIKA HENDAK TIDUR
- Adalah Rasulullah SAW apabila mendatangi tempat tidurnya, beliau mengucapkan: Dengan nama-Mu ya Allah, aku hidup dan aku mati. (Hadits riwayat Bukhari).
- Apabila seseorang dari kalian mendatangi tempat tidurnya, ia ucapkan: Dengan nama-Mu ya Tuhanku aku letakkan tubuhku dan dengan nama-Mu aku mengangkatnya. Jika Engkau ambil jiwaku, maka rahmatilah dia dan jika Engkau lepaskan dia, maka lindungilah dia sebagaimana Engkau melindungi hambahamba-Mu yang shaleh. (Hadits riwayat Syaikhain).
PELAJARAN KETIGA PULUH EMPAT ENTANG MIMPI DAN DZIKIR-DZIKIRNYA
- Diriwayatkan oleh Bukhari dari Abi Hurairah r.a., ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Tidaklah tersisa dari kenabian, kecuali mubasysyiraat. Para sahabat berkata: Apakah mubasysyiraat (pembawa kabar gembira) itu? Nabi SAW menjawab: Mimpi yang baik. Apabila zaman semakin dekat, mimpi orang mukmin hampir tidak berdusta. Mimpi orang mukmin adalah satu dari empat puluh enam bagian kenabian. Dalam suatu riwayat: Yang paling benar mimpinya di antara kalian ialah yang paling benar perkataannya. (Hadits riwayat Abi Hurairrah).
- Barangsiapa melihatku di dalam mimpi, ia akan melihatku dalam keadaan terjaga (atau seakan-akan dia melihatku dalam keadaan terjaga), syaitan tidak bisa menyerupai aku. (Hadits riwayat Syaikhain).
- Apabila seseorang dari kalian melihat mimpi yang disukainya, sesungguhnya itu berasal dari Allah Ta’ala, maka hendaklah ia memuji Allah atas mimpi itu dan jangan menceritakannya kepada seseorang, kecuali orang yang dicintainya. Apabila ja melihat selain itu yang tidak disukainya, hendaklah ia memohon perlindungan dari kejelekannya dan jangan menceritakannya kepada seseorang, karena mimpi itu tidak membahayakannya. (Hadits riwayat Syaikhain).
PELAJARAN KETIGA PULUH LIMA TENTANG KEUTAMAAN BERKUMPUL UNTUK MENYEBUT ALLAH TAALA
Allah Ta’ala berfirman: “Dan bersabarlah kamu bersamasama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di waktu pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya.” (Al-Kahfi: 28).
- Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala mempunyai malaikat-malaikat yang berkeliling di jalanjalan mencari orang-orang yang berdzikir. Apabila mereka menemukan sekelompok orang yang menyebut Allah azza wa jalla, mereka saling memanggil. Kemarilah kalian untuk melaksanakan hajat kalian. Maka para malaikat mengelilingi mereka dengan sayap-sayap mereka hingga langit terdekat. Kemudian Tuhan mereka menanyai mereka sedang Dia lebih tahu: Apa yang dikatakan hamba-hamba-Ku? Para malaikat menjawab: Mereka menyucikan-Mu (bertasbih) dan membesarkan-Mu (bertakbir) dan memuji serta mengagungkan-Mu. Allah berkata: Apakah mereka melihat-Ku? Para malaikat menjawab: Tidak, demi Allah, mereka tidak melihat-Mu. Allah berkata: Bagaimana seandainya mereka melihat-Ku? Para malaikat menjawab: Andaikata mereka melihat-Mu, mereka lebih giat beribadah kepada-Mu, lebih banyak mengagungkan-Mu dan lebih banyak bertasbih kepada-Mu. Allah berkata: Apa yang mereka minta? Para malaikat menjawab: Mereka meminta surga dari-Mu. Allah berkata: Apakah mereka melihatnya? Para malaikat menjawab: Tidak, demi Allah, ya Tuhanku, mereka tidak melihatnya. Allah berkata: Bagaimana seandainya mereka melihatnya? Para malaikat menjawab: Andaikata mereka melihatnya, mereka lebih kuat keinginannya, lebih giat mencarinya dan lebih besar harapannya untuk mendapatkannya. Allah berkata: Dari apa mereka meminta perlindungan? Para malaikat menjawab: Mereka meminta perlindungan dari neraka. Allah berkata: Apakah mereka melihatnya? Para malaikat menjawab: Tidak, demi Allah, mereka tidak melihatnya. Allah berkata: Bagaimana andaikata mereka melihatnya? Para malaikat menjawab: Andaikata mereka melihatnya, mereka lebih jauh menghindarinya dan lebih takut kepadanya. Maka Allah berkata: Aku jadikan kalian sebagai saksi bahwa Aku telah mengampuni mereka. Salah seorang malaikat berkata: Di antara mereka terdapat si Fulan yang bukan termasuk mereka. Ia hanya datang untuk suatu keperluan. Allah berkata: Mereka adalah teman-teman duduk dan tidak sengsara teman duduk mereka dengan sebab mereka. (Hadits riwayat Syaikhain).
PELAJARAN KETIGA PULUH ENAM TENTANG ISTIGHFAR
Allah Ta’ala berfirman: “Dan barangsiapa yang melakukan kejahatan atau menganiaya dirinya, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (An-Nisa”: 110).
- Rasulullah SAW bersabda: “Demi Tuhan yang jiwaku berada di tangan-Nya, andaikata kalian tidak berdosa, niscaya Allah melenyapkan kalian dan mendatangkan suatu kaum yang berdosa, lalu mereka memohon ampun kepada Allah Ta’ala, maka Allah mengampuni mereka.” (Hadits riwayat Muslim).
- Istighfar yang paling utama ialah hamba mengucapkan: “Ya Allah, Engkau Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau, Engkau ciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu dan aku berjanji untuk melakukan ketaatan kepada-Mu sesuai kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu padaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa-dosa, kecuali Engkau.
(Hadits riwayat Bukhari).
PELAJARAN KETIGA PULUH TUJUH TENTANG ISTIADZAT (MINTA PERLINDUNGAN)
- Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abi Hurairah r.a. dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Berlindunglah kalian kepada Allah dari cobaan yang berat, kesengsaraan yang sangat, takdir yang buruk, dan kegembiraan musuh.
- Diriwayatkan oleh Muslim dari Zaid bin Argam r.a., ia berkata: Adalah Rasulullah SAW mengucapkan: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ketidakmampuan dan kemalasan, sifat kikir dan keadaan tua renta dan siksa kubur. Ya Allah berilah diriku ketakwaannya dan sucikanlah dia, Engkaulah sebaik-baik yang menyucikannya. Engkau adalah pelindung dan penolongnya. Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat dan hati yang tidak tunduk, nafsu yang tidak puas dan doa yang tidak dikabulkan.
PELAJARAN KETIGA PULUH DELAPAN TENTANG DOA
Allah Ta’ala berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan doamu.” (Al-Mu’minun: 60).
Allah Ta’ala berfirman: “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Al-A’raf: 55).
Allah Ta’ala berfirman: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwa Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.” (Al-Baqarah: 186).
Allah Ta’ala berfirman: “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu daripada kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami sesungguhnya Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” (Al-Hasyr: 10).
- Rasulullah SAW bersabda: “Doa orang muslim bagi saudaranya tanpa diketahuinya adalah mustajab. Di dekat kepalanya ada seorang malaikat yang ditugasi setiap kali ia mendoakan saudaranya dengan kebaikan, malaikat yang bertugas itu mengucapkan “Amin” dan bagimu yang seperti itu. (Hadits riwayat Muslim dari Abi Darda”).
PELAJARAN KETIGA PULUH SEMBILAN TENTANG MEMBERI SALAM DAN ADAB-ADABNYA
Allah Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya.” (An-Nur: 27).
Allah Ta’ala berfirman: “Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik atau balaslah (dengan yang serupa).” (An-Nisa’: 86).
- Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abdullah bin Amru r.a. bahwa seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah SAW: Amalan Islam mana yang baik? Nabi SAW menjawab: Engkau beri makan dan engkau ucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal.









One Comment