PELAJARAN KEEMPAT TENTANG HARAPAN DAN ANGAN-ANGAN
Allah Ta’ala berfirman: “Katakanlah: “Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Az-Zumar: 53). Allah Ta’ala berfirman: “Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.” (Al-A’raf: 156)
- Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah sendiri tiada sekutu bagi-Nya dan bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya dan Isa hamba Allah dan rasul-Nya dan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam dan ruh yang ditiupkan dari-Nya dan surga adalah benar adanya dan neraka adalah benar adanya, maka Allah memasukkannya ke dalam surga, dalam amal pun yang dikerjakannya.
(Hadits riwayat Syaikhain dari Ubadah bin Shamit).
- Barangsiapa bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah rasul (utusan) Allah, maka Allah mengharamkan api neraka atasnya.
(Hadits riwayat Muslim).
- Barangsiapa berbuat kebaikan, maka 1a mendapat balasan sepuluh kalinya atau lebih banyak. Dan siapa yang berbuat dosa, maka balasan dosa ialah hukuman yang setimpal dengannya atau Aku mengampuninya. Barangsiapa mendekatkan diri dari-Ku sejengkal, Aku mendekatkan diri darinya sehasta, dan siapa mendekatkan diri dari-Ku sehasta, Aku mendekatkan diri darinya sedepa. Siapa yang mendatangi Aku dengan berjalan, Aku mendatanginya sambil berlari dan siapa yang berjumpa dengan-Ku membawa dosa hampir sepenuh bumi sedangkan dia tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu apa pun, Aku pun memberinya ampunan sebanyak itu.
(Hadits riwayat Muslim dari Abi Dzarr).
- Ketika Allah menciptakan makhluk, Dia menulis dalam sebuah kitab yang berada di sisi-Nya di atas Arsy: “Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan amarah-Ku.” Dalam sebuah riwayat “mendahului amarah-Ku.”
(Hadits riwayat Syaikhain dari Abi Hurairah).
- Sesungguhnya Allah Ta’ala mempunyai seratus rahmat. Dia menurunkan satu rahmat darinya di antara jin dan manusia, binatang dan serangga. Dengan rahmat itu mereka saling mengasihi dan saling menyayangi dan dengan rahmat itu binatang buas menyayangi anaknya. Allah Ta’ala menunda sembilan puluh sembilan rahmat yang dengannya Dia merahmati hamba-hambaNya pada hari kiamat.
(Hadits riwayat Syaikhain dari Abi Hurairah).





One Comment