HURUF TSAA’
- Tiga perkara yang apabila terdapat pada seseorang, ia pun merasakan manisnya iman, yaitu bila Allah dan rasul-Nya lebih dicintainya daripada lainnya dan bila ia mencintai orang lain dan tidak mencintainya, kecuali karena Allah. Dan bila ia tidak suka kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya darinya sebagaimana ia tidak suka dimasukkan dalam neraka. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Anas).
- Tiga perkara yang apabila terdapat pada seseorang Allah menempatkannya dalam naungan-Nya dan melimpahkan rahmat-Nya kepadanya dan memasukkannya dalam Surga-Nya, yaitu manusia yang apabila diberi ia bersyukur, apabila berkuasa, ia mengampuni dan apabila marah, ia melunak. (Hadits riwayat Bukhari dari ibnu Abbas).
- Tiga perkara yang apabila terdapat pada seseorang, Allah menghisabnya dengan hisab yang mudah dan memasukkanya ke dalam surga, yaitu engkau beri siapa yang tidak memberimu, engkau maafkan siapa yang menzalimimu dan engkau menyambung hubungan dengan siapa yang memutuskan hubungan denganmu. (Hadits riwayat Al-Hakim dari Abi Hurairah).
- Tiga perkara yang apabila terdapat pada seseorang, ia pun mendapat pahala dan menyempurnakan iman: yaitu akhlak yang baik dengan mana ia hidup di antara masyarakat, sifat wara’ yang mencegahnya dari semua perbuatan yang diharamkan Allah Ta’ala dan kecerdasan yang menjauhkannya dari kebodohan orang bodoh. (Hadits riwayat Al-Bazzar dari Anas).
- Tiga perkara yang apabila terdapat pada seseorang, maka Allah menaunginya di bawah Arsy-Nya pada hari di mana tiada naungan selain naungan-Nya: yaitu berwudhu dalam keadaan yang tidak menyenangkan, berjalan menuju masjid dalam kegelapan dan memberi makan orang lapar. (Hadits riwayat Al-Ashbahani dari Jabir).
- Tiga doa mustajab: yaitu doa orang yang puasa, doa musafir dan doa orang teraniaya. (Hadits riwayat Al-Uqaili dari Abi Hurairah).
- Tiga perkara yang aku ketahui bahwa semua itu benar, yaitu tidaklah seorang manusia memaafkan kezaliman melainkan Allah menambahinya dengan kemuliaan dan tidaklah seseorang membuka pintu untuk meminta-minta karena mengharap hartanya menjadi banyak melainkan Allah menambahinya dengan kemiskinan dan tidaklah seseorang membuka atas dirinya pintu sodagoh karena mengharap ridha Allah Ta’ala, melainkan Allah menambah hartanya hingga menjadi banyak. (Hadits riwayat Baihagi dari Abi Hurairah).
- Tiga keutamaan merupakan kebahagiaan orang muslim di dunia: yaitu tetangga yang baik, tempat tinggal yang luas dan kendaraan yang mudah (ditunggangi). (Hadits riwayat Thabarani dari Nafi”).
- Tiga perkara menimbulkan keselamatan, yaitu takut kepada Allah Ta’ala dalam keadaan sendirian maupun di hadapan orang lain, bersikap adil dalam keadaan ridha dan marah, bersikap wajar dalam keadaan miskin dan kaya.
Tiga perkara menyebabkan kebinasaan, yaitu hawa nafsu yang dituruti, sifat kikir yang ditaati dan kesombongan manusia mengenai dirinya. (Hadits riwayat Abu Asy-Syeikh dari Anas).
- Tiga perkara dengan mana hamba mencapai keinginankeinginannya di dunia dan di akhirat, yaitu sabar dalam menghadapi cobaan, ridha dengan takdir dan doa di kala sejahtera. (Hadits riwayat Abu Asy-Syeikh dari Imran bin Hushain).
- Tiga perkara membuat saudaramu cinta kepadamu dengan tulus, yaitu engkau beri salam kepadanya apabila berjumpa dengannya, engkau lapangkan baginya di tempat duduknya dan engkau panggil dia dengan namanya yang paling disukainya. (Hadits riwayat Baihagi dari Umar).
- Tiga perkara yang apabila terdapat pada seseorang, ia pun menyempurnakan imannya: yaitu seorang lelaki yang tidak takut celaan orang yang mencela demi membela agama Allah, ia tidak tidak berbuat riya? dengan sesuatu dari amalnya. Apabila ditawarkan kepadanya dua perkara, yang satu untuk dunia dan yang lain untuk akhirat, ia memilih urusan akhirat daripada dunia. (Hadits riwayat ibnu Asakir dari Abi Hurairah).
- Tiga perkara siapa yang mengucapkannya, ia masuk surga: yaitu siapa yang ridha Allah sebagai Tuhannya, Islam sebagai agamanya dan Muhammad sebagai rasul-Nya. Yang keempat memiliki keutamaan (pahala) sebesar ruang antara langit dan bumi, yaitu jihad di jalan Allah azza wa jalla. (Hadits riwayat Ahmad).
- Tiga macam orang bercakap-cakap di bawah naungan Arsy dalam keadaan aman, sementara umat manusia menjalani hisab: yaitu orang yang tidak terpengaruh oleh celaan orang yang mencela dalam membela agama Allah, orang yang tidak mengulurkan kedua tangannya kepada sesuatu yang tidak halal baginya dan orang yang tidak melihat kepada sesuatu yang diharamkan Allah atasnya. (Hadits riwayat Al-Ashbahani).
- Tiga macam orang dicintai Allah azza wa jalla: yaitu seorang lelaki yang bangun di waktu malam membaca Kitabullah, seorang lelaki yang bersedekah dengan tangan kanannya dan menyembunyikannya dari tangan kirinya dan seorang lelaki yang berada dalam pasukan dan teman-temannya mundur, sedangkan ia menghadapi musuh. (Hadits riwayat Tirmidzi dari ibnu Mas’ud).
- Tiga macam orang yang Allah tidak melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak menyucikan mereka dan bagi mereka siksa yang pedih, yaitu seorang lelaki yang mempunyai kelebihan air di jalan, tetapi ia mencegahnya dari musafir. Seorang lelaki yang membai’at seorang pemimpin, tetapi ia membai ‘atnya untuk mendapat kesenangan dunia. Jika pemimpin itu memberinya dari kesenangan dunia itu, ia pun ridha. Dan jika pemimpin itu tidak memberinya dari kesenangan dunia, ia pun marah. Dan seorang lelaki yang bersumpah atas barang dagangannya, bahwa ia telah dibayar lebih banyak daripada harga yang dibayar, padahal ia berdusta. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah).
- Janda menyatakan persetujuan atas dirinya, sedangkan perawan menunjukkan keridhaannya dengan diamnya. (Hadits riwayat Ahmad).





One Comment