- Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian durhaka kepada ibu, mengubur bayi perempuan dalam keadaan hidup, tidak mau memberi dan suka meminta. Dan Allah tidak menyukai bagimu perkataan yang tidak jelas, banyak bertanya dan penghamburan harta. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Mughirah bin Syu’bah).
- Sesungguhnya Allah Ta’ala mendekatkan orang mukmin, lalu meletakkan naungannya di atasnya dan menutupinya dan memintanya mengakui dosa-dosanya. Allah berkata: Apakah engkau tahu dosa begini? Apakah engkau tahu dosa begini?
Orang itu menjawab: Ya, wahai Tuhanku. Ketika ia sudah mengakui dosa-dosanya dan merasa dalam hatinya bahwa ia telah binasa, Allah berkata: “Sesungguhnya Aku telah menutupinya atasmu di dunia dan Aku mengampuninya bagimu hari ini. Kemudian ia diberi kitab kebaikan-kebaikannya dengan tangan kanannya. Adapun orang kafir dan munafik, para saksi berkata: “Mereka ini adalah orang-orang yang berdusta terhadap Tuhan mereka. Semoga laknat Allah menimpa orang-orang yang zalim.” (Hadits riwayat ibnu Majah dari ibnu Umar).
- Sesungguhnya Allah suka apabila seseorang dari kamu mengerjakan suatu amal, ia pun menyempurnakannya. (Hadits riwayat Thabarani).
- Sesungguhnya aku tidak mempekerjakan seseorang hingga aku ajukan syarat kepadanya. (Hadits riwayat Ad-Dailami).
- Sesungguhnya Allah Ta’ala merasa heran kepada peminta yang meminta selain surga dan kepada pemberi yang memberi bukan karena Allah dan orang yang memohon perlindungan dari selain neraka. (Hadits riwayat Al-Khathib dari ibnu Umar).
- Sesungguhnya Allah Ta’ala berkata: Aku adalah yang ketiga dari dua orang yang berserikat selama salah seorang dari keduanya tidak mengkhianati temannya. Apabila ia mengkhianatinya, Aku keluar dari antara keduanya. (Hadits riwayat Abu Dawud dari Abi Hurairah).
- Sesungguhnya Allah tidak menyiksa manusia karena air mata yang mengalir dan bukan karena hati yang sedih, tetapi dengan ini (beliau menunjuk kepada lidahnya) atau mengasihinya. Sesungguhnya mayit disiksa karena tangisan (ratapan) keluarganya atasnya. (Menurut para ulama, ia disiksa bila berwasiat agar diratapi oleh keluarganya : pen.) (Hadits riwayat jama’ah).
- Sesungguhnya Allah Ta’ala berkata: “Apabila Aku mengambil kedua mata hamba-Ku di dunia, Aku pun tidak mempunyai balasan untuknya, kecuali surga.” (Hadits riwayat Tirmidzi dari Anas).
- Sesungguhnya Allah Ta’ala telah mengharamkan atas api neraka, siapa yang mengucapkan: “Laa ilaha illallahu.” dan dengan itu ia mengharapkan ridha Allah. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).
- Sesungguhnya Allah Ta’ala berkata pada hari kiamat: Di mana orang-orang yang saling mencintai demi keagungan-Ku. Hari ini Aku menaungi mereka pada hari tiada naungan kecuali naungan-Ku. (Hadits riwayat Muslim dari Abi Hurairah).
- Sesungguhnya Allah Ta’ala berkata: “Aku selalu bersama hamba-Ku selama dia mengingat-Ku dan kedua bibirnya bergerak menyebut-Ku.” (Hadits riwayat Ahmad dari Abi Hurairah).
- Sesungguhnya Allah Ta’ala berkata: “Sungguh hamba yang Aku sehatkan tubuhnya dan Aku beri dia kelapangan dalam penghidupannya dan lewat padanya lima tahun tidak datang kepadaKu (ke Ka’bah), dia tidak mendapat berkah.” (Hadits riwayat ibnu Hibban dari Abi Said).
- Sesungguhnya Allah Ta’ala berkata kepada penghuni surga: Hai penghuni surga. Mereka menjawab: “Labbaik Robbana wa sa’daik”, kebaikan seluruh dalam tangan-Mu. Kemudian Allah berkata: Apakah kalian ridha? Mengapa kami tidak ridha, sedangkan Engkau telah memberi kami sesuatu yang tidak Engkau berikan kepada seorang pun dari makhluk-Mu?
Allah berkata: Maukah Aku beri lainnya yang lebih baik daripada itu? Mereka menjawab: Wahai Tuhan kami, sesuatu apakah yang lebih baik daripada itu? Allah menjawab: Aku halalkan bagi kalian keridhaan-Ku, maka Aku tidak marah kepada kalian sesudahnya dan selamanya. (Hadits riwayatBukhari dan Muslim dari Abi Said).
- Sesungguhnya Allah memaafkan untuk umatku apa yang direncanakannya dalam hatinya selama tidak dikerjakan atay dibicarakannya. Sesungguhnya Allah memaafkan dari umatku sesuatu yang menggoda dalam hatinya selama tidak dikerjakannya atau dibicarakannya. (Hadits riwayat jama’ah).
- Sesungguhnya Allah Ta’ala memberi penangguhan bagi orang yang zalim hingga ketika ia menghukumnya, Dia tidak meloloskannya. (Hadits riwayat Bukhari).
- Sesungguhnya Allah Ta’ala berkata: Hai anak Adam, Aku sakit, tetapi Engkau tidak menjenguk-Ku. Ja berkata: Ya Tuhanku, bagaimana aku menjenguk-Mu, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam? Allah berkata : Tidakkah engkau ketahui bahwa hamba-Ku si Fulan sakit, tetapi engkau tidak menjenguknya. Tidakkah engkau ketahui bahwa andaikata engkau menjenguknya, maka engkau dapati Aku di tempatnya. Hai anak Adam, Aku meminta makan darimu, tetapi engkau tidak memberi-Ku makan. Ia berkata: Ya Tuhan-Ku, bagaimana aku memberi-Mu makan, sedangkan Engkau Tuhan semesta alam? Allah berkata: Tidakkah engkau ketahui bahwa hamba-Ku si Fulan meminta makan kepadamu, tetapi engkau tidak memberinya makan? Tidakkah engkau ketahui bahwa andaikata engkau memberinya makan, niscaya engkau dapati itu pada-Ku. Hai anak Adam, Aku meminta minum kepadamu, tetapi engkau tidak memberi-Ku minum. Ia berkata: Ya Tuhan-Ku, bagaimana aku memberi-Mu minum, sedangkan Engkau Tuhan semesta alam? Allah menjawab: Hamba-Ku si Fulan meminta minum kepadamu, tetapi engkau tidak memberinya minum. Sesungguhnya andaikata engkau memberinya minum, maka engkau dapati itu pada-Ku. (Hadits riwayat Muslim dari Abi Hurairah).
- Sesungguhnya Allah Ta’ala berkata: Sesungguhnya Aku ingin menurunkan siksa kepada penduduk bumi, namun ketika Aku melihat kepada orang-orang yang meramaikan rumah-rumahku (masjid-masjid-Ku) dan orang-orang yang saling mencintai karena Aku dan orang-orang yang meminta ampun di waktu dini hari, Aku singkirkan siksa-Ku dari mereka. (Hadits riwayat Baihagi dari Anas).
- Sesungguhnya Allah Ta’ala menurunkan pertolongan sesuai dengan besarnya beban dan menurunkan kesabaran sesuai dengan besarnya cobaan. (Hadits riwayat ibnu Adiy dari Abi Hurairah).
- Sesungguhnya Allah Ta’ala cemburu dan orang mukmin cemburu. Kecemburuan Allah ialah bila orang mukmin melakukan apa yang diharamkan Allah atasnya. Sesungguhnya tidak masuk surga, kecuali jiwa yang muslim. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah).
- Sesungguhnya Allah Ta’ala menguatkan agama imi dengan orang yang fasik. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah).
- Sungguh bumi itu berseru setiap hari 70 kali: Hai anak Adam, makanlah apa saja yang kalian inginkan dan kalian sukai. Demi Allah, aku akan memakan daging dan kulitmu. (Hadits riwayat Al-Hakiim dari Tsauban).
- Sesungguhnya rasa malu dan iman digandengkan keduanya. Apabila yang satu diangkat, maka yang lain diangkat pula. (Hadits riwayat Al-Hakim dari ibnu Umar).
- Sesungguhnya agama ini mudah dan tidaklah seseorang mempersulit agama ini, melainkan ia tidak mampu melakukannya. Maka berbuatlah yang benar dan lakukanlah amal yang mendekati sempurna dan gembiralah. Manfaatkanlah waktu pagi dan sore dan sebagian malam untuk beribadah. (Hadits riwayat Bukhari).
- Sesungguhnya Allah menulis kebaikan-kebaikan dan dosa-dosa, kemudian Dia menjelaskan hal itu. Maka siapa yang ingin berbuat kebaikan, tetapi tidak dilakukannya, Allah menulisnya baginya di sisi-Nya sebagai satu kebaikan penuh. Jika ia ingin melakukannya, lalu mengerjakannya, Allah menulisnya di sisi-Nya sepuluh kebaikan hingga 700 kali hingga berlipat-lipat kali.
Dan siapa yang ingin berbuat dosa, tetapi tidak dilakukannya, Allah menulisnya di sisi-Nya satu kebaikan penuh. Jika ia ingin melakukannya, lalu mengerjakannya, Allah menulisnya atas orang itu satu dosa. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari ibnu Abbas).
- Ada orang tidak diberi rezeki disebabkan dosa yang dilakukannya. Tidak bisa menolak takdir, kecuali doa dan tidak bisa menambah umur, kecuali kebajikan. (Hadits riwayat ibnu Hibban dari Tsauban).
- Sungguh rezeki mencari hamba lebih banyak daripada yang dicari oleh ajalnya. (Hadits riwayat Thabarani dari Abi Darda?).
- Sesungguhnya kebahagiaan yang terbesar adalah panjang umur dalam menaati Allah. (Hadits riwayat Al-Khathib dari Abdullah dari bapaknya).
- Sesungguhnya mayit terganggu dalam kuburnya oleh apa yang dulu mengganggunya di dalam rumahnya. (Hadits riwayat Ad-Dailami).
- Sungguh mayit itu disiksa disebabkan tangisan keluarganya yang menangisinya (meratapinya). (Menurut ulama yang dimaksud ialah bila mayit itu berwasiat agar keluarganya meratapinya : pen.). (Hadits riwayat Bukhari).
- Sesungguhnya seseorang dari kamu dikumpulkan bentuknya dalam perut ibunya empat puluh hari berupa air mani, kemudian menjadi segumpal darah seperti itu, kemudian menjadi segumpal daging seperti itu, kemudian Allah mengutus seorang malaikat kepadanya dan disuruh menulis empat kalimat.
Dikatakan kepadanya: Tulislah ilmunya, rezeki dan ajalnya, sengsara atau bahagia, kemudian ditiupkan roh di dalamnya. Ada orang di antara kalian melakukan perbuatan penghuni surga hingga tiada jarak antara dia dan surga, kecuali satu hasta namun ia telah didahului takdir sehingga melakukan perbuatan penghuni nereka, maka ia masuk neraka. Dan ada orang melakukan perbuatan penghuni neraka sehingga antara dia dan neraka hanya berjarak satu hasta, namun takdir mendahuluinya sehingga ia melakukan perbuatan penghuni surga, maka ia masuk surga. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).





One Comment