Hadits

Terjemahan Kitab Muhktarul Ahadits

PELAJARAN KELIMA PULUH SATU TENTANG AHLI BAIT RASULULLAH SAW DAN KECINTAAN KEPADA MEREKA

Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlil bait (keluarga Rasulullah SAW) dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (Al-Ahzab: 33).

Diriwayatkan oleh Muslim dari Yazid bin Hayyan, ia berkata: Aku pergi bersama Hushain bin Saburah dan Amru bin Muslim kepada Zaid bin Argam r.a. Ketika kami duduk menghadap kepadanya, Hushain berkata: Ya Zaid, engkau telah mengalami kebaikan yang banyak. Engkau melihat Rasulullah SAW dan mendengar hadits (perkataan)nya, engkau berperang bersamanya dan shalat di belakangnya. Ya Zaid, ceritakan kepada kami apa yang engkau dengar dari Rasulullah SAW. Zaid menjawab: Hai putra saudaraku, demi Allah, umurku sudah tua dan masaku sudah lama. Aku sudah lupa sebagian yang aku dengar dari Rasulullah SAW. Maka apa yang aku ceritakan kepada kalian, terimalah. Dan yang tidak aku ceritakan, janganlah kamu paksakan aku menceritakannya.

Kemudian ia berkata: Pada suatu hari Rasulullah SAW berdiri di antara kami berkhutbah di suatu mata air yang bernama Khumm di antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji syukur kepada Allah dan menasehati dan mengingatkan.

Kemudian beliau berkata: Amma ba’du: Hai sekalian manusia, sesungguhnya aku adalah manusia yang hampir datang utusan Tuhanku sehingga aku harus memenuhi (panggilan-Nya). Aku tinggalkan pada kalian dua perkara yang berat.

Yang pertama ialah Kitabullah yang di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya. Maka ambillah Kitabullah dan berpeganglah padanya. Kemudian beliau berkata: Dan ahlu baitku. Aku ingatkan kalian kepada Allah mengenai ahli baitku.

Kemudian Hushain berkata: Siapa ahli baitnya, ya Zaid? Bukankah istri-istrinya termasuk ahli baitnya?

Zaid menjawab: Istri-istrinya bukan termasuk ahli baitnya, tetapi ahlu baitnya ialah orang-orang yang diharamkan menerima sodagoh selain beliau.

Hushain berkata: Siapa mereka itu?

Zaid menjawab: Aalu (keluarga) Ali, Aalu Agil, Aalu Ja’far dan Aalu Abbas.

Hushain berkata: Semua keluarga ini diharamkan menerima sodagoh?

Zaid menjawab: Ya.

PELAJARAN KELIMA PULUH DUA TENTANG KEUTAMAAN PARA SAHABAT RADHIYALLAHU ANHUM

Allah Ta’ala berfirman: “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orangorang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud.” (Al-Fath: 29).

  1. Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Al-Barro” bin Azib r.a. dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda mengenai kaum Anshor: Tidaklah mencintai mereka, kecuali orang mukmin. Dan tidaklah membenci mereka, kecuali orang munafik. Maka siapa yang mencintai mereka, Allah mencintainya dan siapa yang membenci mereka, Allah membencinya.

PELAJARAN KELIMA PULUH TIGA TENTANG KEUTAMAAN JIHAD

Allah Ta’ala berfirman: “Dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (At-Taubab: 36).

Allah Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, maukah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari siksa yang pedih?

(Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya.

Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Aden. Itulah keberuntungan yang besar.

Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.” (Ash-Shaf: 10-13).

  1. Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abi Hurairah r.a., ja berkata: Rasulullah SAW ditanya: Amal apakah yang paling utama?

Beliau menjawab: Iman kepada Allah dan rasul-Nya.

Dikatakan lagi: Kemudian apa? Beliau menjawab: Jihadi di jalan Allah.

Dikatakan lagi: Kemudian apa? Nabi SAW menjawab: Haji mabrur.

PELAJARAN KELIMA PULUH EMPAT TENTANG SYUHADA PERANG DAN SYUHADA AKHIRAT

Allah Ta’ala berfirman: Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.

Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.” (Ali Imran: 169-171).

  1. Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Anas bahwa Nabi SAW bersabda: Tidak ada orang yang masuk surga ingin kembali ke dunia dan baginya segala sesuatu yang ada di bumi, kecuali orang yang mati syahid. Ia berangan-angan kembali ke dunia, lalu dibunuh sepuluh kali karena kemuliaan yang dilihatnya.

PELAJARAN KELIMA PULUH LIMA TENTANG KEWAJIBAN MENTAATI PEMIMPIN AN

Allah Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah rasul(Nya), dan ulil amri di antara kamu.” (An-Nisa”: 59).

  1. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya akan terjadi sesudah aku tiada, yaitu sifat mementingkan diri sendiri dan hal-hal yang kamu ingkari. Para sahabat berkata: Ya Rasulallah, bagaimana anda menyuruh orang yang mendapati keadaan itu di antara kami? Nabi SAW menjawab: Kalian tunaikan hak yang menjadi tanggungan kalian dan kalian minta hak yang merupakan milik kalian. (Hadits riwayat Syaikhain).
  1. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa mentaati aku, maka ia telah mentaati Allah. Dan siapa yang mendurhakai aku, maka ia telah mendurhakai Allah. Barangsiapa mentaati pemimpin, maka ia telah mentaati aku. Dan siapa yang menentang pemimpin, ia pun telah menentangku. (Hadits riwayat Bukhari).

PELAJARAN KELIMA PULUH ENAM , ENTANG DORONGAN KEPADA PARA PEMIMPIN AGAR MENGANGKAT PEMBANTU YANG BAIK

Allah Ta’ala berfirman: “Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al-Qashash: 83).

Allah Ta’ala berfirman: “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orangorang yang bertakwa.” (Az-Zukhrut: 67).

  1. Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah Allah mengutus seorang nabi dan tidak mengangkat seorang khalifah, melainkan ia mempunyai dua macam pembantu. Pembantu yang satu menyuruhnya berbuat kebaikan dan mendorongnya untuk melakukan itu. Pembantu yang lain menyuruhnya berbuat buruk dan mendorongnya melakukan itu dan orang yang terpelihara ialah orang yang dilindungi Allah.

PELAJARAN KELIMA PULUH TUJUH TENTANG MUSYAWARAH, NASIHAT DAN ISTIKHARAH

Allah Ta’ala berfirman: “Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.” (Ali Imran: 159). Allah Ta’ala berfirman: “Dan urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah di antara mereka.” (Asy-Syuura: 38).

  1. Diriwayatkan oleh Muslim dari Tamim Ad-Daariy bahwa Nabi SAW bersabda: Agama itu nasihat. Kami katakan: Bagi siapa, ya Rasulallah? Nabi SAW menjawab: Bagi Allah, kitab-Nya, rasul-Nya dan para pemimpin kaum muslimin dan kaum awam mereka.
  1. Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Jarir Al-Bajali, ia berkata: Aku membai’at Rasulullah SAW untuk mendirikan shalat, mengeluarkan zakat dan berbuat baik kepada setiap muslim.
  1. Diriwayatkan oleh Bukhari dari Jabir, ia berkata: Adalah Rasulullah SAW bersabda: Apabila seseorang dari kamu hendak mengerjakan suatu perkara, hendaklah ia rukuk (shalat) dua raka’at selain shalat fardhu.

Kemudian ia katakan: “Ya Allah, aku mohon pilihan dengan pengetahuan-Mu, aku mohon kemampuan dengan kekuasaan-Mu dan aku memohon kepada-Mu dari karunia-Mu yang agung.

Sesungguhnya Engkau mampu dan aku tidak mampu dan Engkau mengetahui sedang aku tidak mengetahui dan Engkau Maha Mengetahui segala yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik bagiku dalam agama, penghidupan dan akhir urusanku atau masa dekat dan masa depan urusanku, maka takdirkanlah itu bagiku, kemudian mudahkanlah aku di dalamnya. Apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku dalam agama, penghidupan dan akhir urusanku atau dalam masa dekat urusanku dan masa depannya, maka singkirkanlah dia dariku dan jauhkan aku darinya dan takdirkan kebaikan bagiku dan di mana pun adanya, kemudian jadikan aku ridha dengannya dan menyebut keperluan itu.

PELAJARAN KELIMA PULUH DELAPAN TENTANG PUJIAN KEPADA KEADILAN, SIKAP LEMBUT TERHADAP RAKYAT DAN PENGHARAMAN MENZALIMI DAN MENIPU MEREKA

Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (An-Nahl: 90).

  1. Diriwayatkan oleh Syaikhain dari ibnu Umar, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Masingmasing dari kalian adalah pemimpin dan masing-masing bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Imam (pemimpin Negara) adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas rakyat yang dipimpinnya. Orang lelaki adalah pemimpin dalam keluarganya dan bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Orang perempuan adalah pemimpin di rumah suaminya dan bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Pelayan adalah pemimpin mengenai harta tuannya dan bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Masing-maisng dari kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.

PELAJARAN KELIMA PULUH SEMBILAN TENTANG PENGHARAMAN KEZALIMAN DAN TENTANG MENYURUH BERBUAT KEBAIKAN DAN MELARANG BERBUAT KEMUNGKARAN

Allah Ta’ala berfirman: “Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorang pun dan tidak (pula) mempunya seorang pemberi syafa’at yang diterima syafa’atnya.” (Al-Mu’min: 18).

Allah Ta’ala berfirman: “Dan bagi orang-orang yang zalim sekali-kali tidak ada seorang penolong pun.” (Al-Hajj: 71). Allah Ta’ala berfirman: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (Ali Imran: 104).

Allah Ta’ala berfirman: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar.” (Ali Imran: 110).

Allah Ta’ala berfirman: “Dan orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar.” (At-Taubah: 71).

  1. Rasulullah SAW bersabda: “Hindarilah kezaliman, karena kezaliman menimbulkan kegelapan-kegelapan pada hari kiamat. Hindarilah sifat tamak, karena ketamakan itu membinasakan umat yang sebelum kamu dan mendorong mereka untuk menumpahkan darah mereka dan menghalalkan segala yang diharamkan atas mereka. (Hadits riwayat Muslim).
  1. Diriwayatkan oleh Muslim dari Abi Hurairah bahwa Rasulullah SAW berkata: Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut itu? Para sahabat menjawab: Orang yang bangkrut di antara kami ialah orang yang tidak mempunyai dirham maupun barang. Kemudian Nabi SAW berkata: Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah orang yang datang pada hari kiamat membawa pahala shalat, puasa dan zakat, sedangkan dia telah memaki orang ini dan menuduh orang ini berzina dan makan harta orang ini, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang ini. Maka orang yang ini diberi dari kebaikan-kebaikannya, dan yang ini dari kebaikan-kebaikannya. Jika sudah habis kebaikannya sebelum ia menebus tanggungannya, diambillah dari dosadosanya, lalu dibebankan kepadanya, kemudian ia dilemparkan ke dalam neraka.

PELAJARAN KEENAM PULUH TENTANG KEUTAMAAN ZUHUD TERHADAP DUNIA

Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanaman-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya siksa Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman-tanamannya) laksana tanamantanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin.” (Yunus: 24).

  1. Diriwayatkan oleh Syaikahin dari Anas bahwa Nabi SAW bersabda: “Ya Allah, tiada kehidupan (yang sebenarnya), kecuali kehidupan akhirat.”
  1. Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Anas dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Mayit diikuti oleh tiga perkara: yaitu keluarganya, harta dan amalnya. Yang dua perkara kembali dan tinggal yang satu. Keluarga dan hartanya kembali dan tinggal amalnya.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker