BAB KAANA – SIFAT-SIFAT MULIA
- Adalah Rasulullah SAW berkulit putih dan putihnya bercampur merah. Beliau seorang yang hitam bola matanya dan panjang bulu matanya. (Hadits riwayat Tirmidzi dari ibnu Abbas).
- Dua gigi depannya renggang. Apabila berbicara, terlihat seperti cahaya keluar dari antara gigi-gigi depannya. (Hadits riwayat Tirmidzi).
- Adalah Nabi SAW besar kepalanya dan lebat janggutnya. (Hadits riwayat Baihagi dan Ali).
- Perkataan Nabi SAW adalah perkataan yang jelas, setiap orang yang mendengarnya dapat memahaminya. (Hadits riwayat Abu Dawud).
- Warna yang paling disukai Nabi SAW adalah warna hijau. (Hadits riwayat Abu Nu’aim dari Anas).
- Wangi-wangian yang paling disukainya ialah alfaaghiyah. (Hadits Thabarani dari Anas).
- Nabi SAW adalah orang yang paling ringan shalatnya dalam kesempurnaan. (Hadits riwayat Muslim).
- Adalah Nabi SAW apabila mengalami suatu hal yang menggembirakannya, beliau mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya terjadi hal-hal yang baik.” Dan apabila mengalami suatu hal yang tidak disukainya, Nabi SAW mengucapkan: “Segala puji bagi Allah atas setiap keadaan.” (Hadits riwayat Al-Hakim dari Sayyidah Aisyah).
- Adalah apabila dihidangkan makanan, beliau makan makanan yang didepannya. Dan apabila dihidangkan kurma, tangan beliau berkeliling.
(Hadits riwayat Al-Khathib dari Sayyidah Aisyah).
- Adalah Nabi SAW apabila diberi buah pertama pada waktu panen, beliau meletakkannya pada kedua matanya, kemudian pada kedua bibirnya dan mengucapkan: Ya Allah, sebagaimana Engkau tunjukkan kepada kami yang pertama darinya, tunjukkan kepada kami akhirnya. Kemudian beliau memberikannya kepada anak-anak kecil yang ada di dekatnya.
(Hadits riwayat Thabarani dari ibnu Abbas).
- Adalah Nabi SAW apabila hendak tidur di tempat tidurnya di waktu malam, beliau meletakkan tangannya di bawah pipinya, kemudian mengucapkan: “Dengan nama-Mu ya Allah, aku hidup dan aku mati,” dan apabila terbangun beliau mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah mematikan kami dan kepada-Nya kami dibangkitkan.
(Hadits riwayat Bukhari).
- Adalah Nabi SAW apabila hendak tidur sedang beliau dalam keadaan junub, ia pun berwudhu seperti wudhu untuk shalat. Dan apabila hendak makan atau minum dalam keadaan junub, beliau mencuci tangannya, kemudian makan dan minum. (Hadits riwayat Nasa’iy dari Aisyah).
- Adalah Nabi SAW apabila hendak tidur, beliau letakkan tangannya yang kanan di bawah pipinya, kemudian mengucapkan: Ya Allah, lindungilah aku dari siksa-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu (diucapkan tiga kali). (Hadits riwayat Abu Dawud).
- Adalah Nabi SAW apabila mengeluh sakit, Jibril membacakan rugyah untuknya: “Dengan nama Allah, semoga Dia membebaskan dan menyembuhkanmu dari setiap penyakit dan dari kejahatan orang yang dengki dan kejahatan setiap orang yang mempunyai mata jahat.
(Hadits riwayat Muslim dari Aisyah).
- Adalah Nabi SAW apabila berbuka di tempat suatu kaum, beliau mengatakan: Orang-orang yang puasa berbuka di tempat kalian dan orang-orang yang shaleh makan makananmu dan para malaikat turun kepadamu. (Hadits riwayat Baihagi).
- Adalah Nabi SAW apabila makan atau minum, beliau mengucapkan: Segala puji bagi Allah yang memberi makan dan memberi minum dan melancarkannya dan menjadikan baginya jalan keluar.
(Hadits riwayat ibnu Hibban dari Abi Ayyub).
- Apabila turun wahyu kepada Nabi SAW, beliau menundukkan kepalanya dan para sahabatnya menundukkan kepala mereka. Apabila wahyu berhenti darinya, beliau mengangkat kepalanya. (Hadits riwayat Muslim dari Ubadah bin Shamit).
- Apabila turun wahyu kepada Nabi SAW, terdengar suara seperti dengungan lebah di depan wajahnya. (Hadits riwayat Tirmidzi dari Umar).
- Apabila Nabi SAW bangun di waktu malam, beliau mengucapkan: Tiada Tuhan selain Allah yang Esa dan Maha Penakluk, Tuhan pemilik langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya, yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
(Hadits riwayat Al-Hakim dari Sayyidah Aisyah).
- Adalah Nabi SAW apabila mendapat kabar yang menggembirakannya, beliau sujud bersyukur kepada Allah azza wa jalla. (Hadits riwayat ibnu Majah dari Abi Bakrah).
- Adalah Nabi SAW apabila tertawa, beliau letakkan tangannya di atas mulutnya. (Hadits riwayat Al-Baghawi).
- Adalah Nabi SAW apabila menyendiri dengan istri-istrinya, beliau merupakan orang yang paling lembut dan paling pemurah, banyak tertawa dan tersenyum.
(Hadits riwayat ibnu Asakir dari Sayyidah Aisyah).
- Adalah Nabi SAW apabila masuk pasar, beliau mengucapkan: Bismillah (Dengan nama Allah), ya Allah, aku memohon kepada-Mu dari kebaikan pasar ini dan segala yang terdapat di dalamnya, dan aku berlindung dengan-Mu dari keburukannya dan keburukan segala yang terdapat di dalamnya. Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu dari mengucapkan sumpah dusta atau jual beli yang rugi.
(Hadits riwayat Thabarani dari Abi Buraidah).
- Adalah Nabi SAW apabila masuk bulan Ramadhan, beliau membebaskan setiap tawanan dan memberi setiap peminta. (Hadits riwayat ibnu Sa’ad dari Sayyidah Aisyah).
- Adalah Nabi SAW apabila melihat hilal, beliau mengucapkan: Ya Allah, tampakkan hilal (bulan sabit) di atas kami dengan keamanan, iman, keselamatan, Islam, ketenangan, kesehatan, rezeki yang baik dan taufik untuk melakukan sesuatu yang Engkau sukai dan Engkau ridhai. Tuhan kami dan Tuhanmu adalah Allah. (Hadits riwayat Thabarani dari ibnu Umar).
- Adalah Nabi SAW apabila melihat sesuatu yang disukainya, beliau mengucapkan: Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya terjadi hal-hal yang baik.” Dan apabila beliau melihat sesuatu yang tidak disukainya, beliau mengucapkan: “Segala puji bagi Allah, dalam segala keadaan. Wahai Tuhanku, aku berlindung dengan-Mu dari keadaan penghuni neraka.”
(Hadits riwayat ibnu Majah dari Sayyidah Aisyah).
- Adalah Nabi SAW apabila minum air, beliau mengucapkan: Segala puji bagi Allah yang memberi kami minum air yang tawar lagi segar dengan rahmat-Nya dan tidak menjadikannya garam yang asin lagi pahit disebabkan dosa-dosa kami.
(Hadits riwayat Abu Nu’aim dari Abi Ja’far).
- Apabila Nabi SAW selesai mengimami shalat orangorang di waktu Subuh, beliau menghadapkan wajahnya kepada orang-orang, lalu berkata: Apakah ada orang sakit di antara kalian supaya aku menjenguknya? Jika mereka menjawab: Tidak ada. Nabi SAW berkata: Apakah di antara kalian ada jenazah supaya aku ikut mengantarkannya? Jika mereka menjawab: “Tidak ada”, beliau berkata: Siapa di antara kalian bermimpi, hendaklah ia menceritakannya kepada kami.
(Hadits riwayat ibnu Asakir).
- Adalah Nabi SAW apabila bersin, beliau memuji Allah, lalu dikatakan kepadanya: Yarhamukallah (semoga Allah merahmatimu), kemudian beliau berkata: Yahdikumullahu wa yushlihu baalakum (semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu).
(Hadits riwayat Thabarani dari Abdullah bin Ja’far).
- Adalah Nabi SAW apabila selesai makan, beliau mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang memberi makan dan memberi minum kami dan menjadikan kami muslimin.” (Hadits riwayat Ahmad dari Abi Said).
- Adalah Nabi SAW apabila mendatangi kuburan, beliau mengucapkan: “Salam atas kalian penghuni kubur dari kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat, shalihin dan shalihat dan jika Allah menghendaki kami akan menyusul kalian. (Hadits riwayat ibnu Sunni dari Anas).
- Adalah Nabi SAW apabila memandang hilal (bulan sabit), beliau mengucapkan: Ya Allah, jadikan dia hilal yang mengandung keberuntungan dan kebenaran. Aku beriman kepada Tuhan yang menciptakan dan menyempurnakanmu. Maha Suci Allah, sebaik-baik pencipta. (Hadits riwayat ibnu Sunni dari Anas).
- Adalah Nabi SAW apabila melepas seseorang, beliau memegang tangannya dan tidak melepaskannya, hingga orang itu yang melepaskan tangan Nabi SAW, dan beliau berkata: “Aku titipkan kepada Allah agamamu, amanatmu dan penghabisan amalmu.” (Hadits riwayat Nasa’iy dari ibnu Umar).
- Adalah Nabi SAW tersenyum ketika berbicara tentang suatu perkara. (Hadits riwayat Ahmad dari Abi Darda’).
- Tidaklah Nabi SAW berdiri dari suatu majelis, melainkan beliau mengucapkan: “Maha Suci Engkau ya Allah Tuhanku dan dengan segala puji bagi-Mu, tiada Tuhan selain Engkau, aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu. Dan beliau berkata: Tidaklah seseorang mengucapkan kata-kata itu ketika bangkit dari tempat duduknya, melainkan diampuni baginya kesalahan yang dilakukannya di majelis itu. (Hadits riwayat Al-Hakim dari Sayyidah Aisyah).
- Adalah Nabi SAW tidur di awal malam dan menghidupkan akhirnya. (Hadits riwayat ibnu Majah dari Sayyidah Aisyah).









One Comment