- Dan jika Engkau tahu bahwa urusan ini buruk bagiku dalam agamaku, penghidupanku dan akibat urusanku, maka jauhkan urusan itu dariku dan jauhkan aku darinya dan takdirkanlah kebaikan bagiku di mana pun ia berada, kemudian jadikan aku ridha dengannya. Beliau berkata: Kemudian ia sebutkan keperluannya. (Hadits riwayat Bukhari).
- Apabila jenazah diletakkan dan orang-orang memikulnya di atas leher mereka, sedangkan ia seorang yang baik, maka ia pun berkata: Cepatkan aku. Bilamana ia bukan seorang yang baik, maka ia berkata: “Aduhai celakanya”, ke mana kalian membawanya? Segala sesuatu mendengarnya, kecuali manusia. Andaikata manusia mendengarnya, niscaya ia jatuh pingsan. (Hadits riwayat Bukhari).
- Apabila urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat (kegagalan)nya. (Hadits riwayat Bukhari).
- Apabila ada orang dicela dan engkau berada di antara orang banyak, maka jadilah engkau penolong orang itu dan pencegah terhadap orang-orang itu dan tinggalkan mereka. (Hadits riwayat ibnu Abi Dunya tentang celaan terhadap ghibah dari Anas).
135 . Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi penguasa, Dia jadikan baginya menteri yang setia. Jika ia lupa, menteri itu mengingatkannya dan jika ia ingat, menteri itu membantunya. Dan apabila Allah menghendaki baginya selain itu, Dia jadikan baginya menteri yang buruk. Jika ia lupa, menteri itu tidak mengingatkannya dan jika ia ingat, menteri itu tidak membantunya. (Hadits riwayat Nasa’iy).
- Apabila seseorang dari kamu makan bersama sejumlah orang dan merasa kenyang, maka janganlah ja mengangkat tangannya hingga orang-orang mengangkat tangan mereka, karena ja akan membuat malu teman duduknya. (Hadits riwayat Baihagi).
- Apabila orang lelaki pergi haji dengan harta haram, lalu ia mengucapkan: Labbaik, maka Allah azza wa jalla berkata: “Tiada labbaik dan tiada sa’daik.” (Hadits riwayat Ad-Dailami).
- Sebutlah kebaikan-kebaikan orang mati di antara kamu dan jangan menyebut keburukan-keburukan mereka. (Hadits riwayat Tirmidzi dari ibnu Umar).
- Lelehkan makananmu dengan menyebut nama Allah dan shalat, dan janganlah kalian tidur karena makanan itu sehingga hatimu menjadi keras. (Hadits riwayat Abu Nu’aim tentang pengobatan dari Aisyah).
- Empat macam doa tidak ditolak: doa orang haji hingga ja kembali, doa orang yang berperang (berjihad) hingga ia keluar, doa orang sakit hingga ia sembuh, doa saudara untuk saudaranya dari tempat yang jauh. Doa yang paling cepat dikabulkan di antara doa-doa ini ialah doa saudara untuk saudaranya tanpa diketahuinya (dari tempat yang jauh). (Hadits riwayat Ad-Dailami dari ibnu Abbas).
- Empat perkara yang apabila ada pada seseorang ia pun menjadi munafik yang murni. Dan siapa yang mempunyai salah satu sifat darinya, ia pun memiliki salah satu sifat munafik hingga ia meninggalkannya: Apabila berbicara, ia berdusta, apabila berjanji ia mengingkari, apabila mengadakan perjanjian ia berkhianat dan apabila berdebat ia menyeleweng. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Umar).
- Empat perkara yang apabila ada pada seseorang, maka Allah Ta’ala mengharamkannya atas api neraka dan melindunginya dari godaan syaitan, yaitu orang yang mengendalikan dirinya ketika berharap, ketika merasa takut, ketika menyukai sesuatu dan marah. Empat perkara yang apabila ada pada seseorang, maka Allah Ta’ala menyebarkan rahmat-Nya di atasnya dan memasukkannya ke dalam surga-Nya: yaitu orang yang memberi tempat bagi orang miskin, mengasihi orang yang lemah, bersikap lembut kepada budaknya dan memberi nafkah kepada kedua orang tuanya. (Hadits riwayat Al-Hakim).
- Empat perkara yang apabila diberikan kepada seseorang, ia pun diberi kebaikan dunia dan akhirat, yaitu lidah yang selalu berdzikir, hati yang selalu bersyukur, badan yang sabar dalam menerima cobaan dan istri yang tidak mengkhianatinya, mengenai dirinya dan tidak pula mengenai harta suaminya. (Hadits riwayat Thabarani dari ibnu Abbas).
- Empat macam orang yang wajib atas Allah untuk tidak memasukkan mereka ke dalam surga dan tidak menjadikan mereka merasakan kenikmatannya: yaitu pecandu khamar, pemakan riba, pemakan harta anak yatim dengan cara yang tidak benar dan orang yang durhaka kepada ibu bapaknya. (Hadits riwayat Al-Hakim).
- Empat macam yang tidak kenyang dari empat macam: yaitu buih dari hujan, perempuan dari laki-laki, mata dari pandangan dan orang alim dari ilmu. (Hadits riwayat Al-Hakim).
- Empat perkara termasuk kebahagiaan manusia: yaitu istrinya seorang perempuan yang shalihah, anak-anaknya berbakti, teman-temannya orang baik dan rezekinya berada di negerinya. (Hadits riwayat Ad-Dailami dari Ali).
147.Empat macam orang yang dibenci oleh Allah Ta’ala: yaitu penjual yang suka bersumpah, orang miskin yang sombong, orang tua yang berzina dan imam (pemimpin) yang zalim. (Hadits riwayat An-Nasa’iy dari Abi Hurairah).
- Empat perkara termasuk kesengsaraan: yaitu mata yang beku, kekerasan hati, sifat tamak dan panjang angan-angan. (Hadits riwayat Abu Nu’aim dari Anas).
- Empat perkara yang tidak terdapat pada manusia, kecuali sebagai keajaiban: yaitu diam yang merupakan awal ibadah, tawadhu” (rendah hati), selalu menyebut Allah dan memiliki sesuatu yang sedikit. (Hadits riwayat Thabarani dari Anas).
- Empat macam orang yang pahala mereka tetap mengalir di atas mereka sesudah mati: yaitu orang yang mati dalam keadaan berjihad di jalan Allah. Orang yang mengajarkan ilmu, diberlakukan pahala amalnya selama ilmu itu diamalkan. Orang yang mengeluarkan sodagoh, pahalanya terus mengalir baginya selama sodagoh itu masih ada. Dan seorang lelaki yang meninggalkan anak shaleh yang mendoakan baginya. (Hadits riwayat Thabarani dari Abi Umamah).
- Empat perkara merupakan simpanan di surga: yaitu menyembunyikan sodagoh, menyembunyikan musibah, silaturrahim (menyambung hubungan dengan kerabat) dan perkataan: “Laa haula wa laa guwwata illaa billah (tiada daya dan kekuatan, melainkan dengan pertolongan Allah).” (Hadits riwayat Al-Khathib dari Ali).
- Tahanlah lidahmu dari mencela kaum muslimin dan apabila seseorang dari mereka meninggal dunia, maka katakanlah yang baik mengenainya. (Hadits riwayat Thabarani dari Sahal bin Sa’ ad).
- Kasihanilah tiga macam orang: yaitu orang mulia yang menjadi hina, orang kaya yang menjadi miskin dan orang alim di antara orang-orang bodoh. (Hadits riwayat Al-Askari).
- Janganlah engkau menginginkan kesenangan dunia, niscaya Allah mencintaimu. Dan janganlah engkau menginginkan harta milik orang lain, niscaya orang-orang mencintaimu. (Hadits riwayat Al-Hakim dari Sahal bin Sa’ad).
- Orang yang paling tidak suka pada orang alim adalah keluarga dan tetangganya. (Hadits riwayat ibnu Adiy dari Jabir).
- Manusia yang paling zuhud ialah orang yang tidak lupa kuburan dan kehancuran badan dan meninggalkan perhiasan kehidupan dunia yang paling baik dan mengutamakan akhirat yang kekal di atas dunia yang fana dan tidak menganggap hari esok sebagai harinya serta menganggap dirinya termasuk orang mati. (Hadits riwayat Baihagi dari Adh-Dhahhak secara mursal).
- Menyempurnakan wudhu adalah separuh iman, kalimat Alhamdulillah memenuhi mizan (timbangan amal), tasbih dan takbir memenuhi langit dan bumi, shalat adalah cahaya, zakat adalah bukti, kesabaran adalah cahaya, Al-Qur’an adalah hujjah untuk kebenaranmu atau kesalahanmu – semua manusia pergi berusaha, ada yang menjual dirinya (kepada Tuhannya), lalu membebaskannya atau membinasakannya. (Hadits riwayat ibnu Hibban dari Abi Malik Al-Asy’ari).
- Malulah kalian kepada Allah dengan rasa malu yang sebenarnya. Barangsiapa merasa malu kepada Allah dengan rasa malu yang sebenarnya, hendaklah ia menjaga kepala dan yang dimuatnya dan menjaga perut dan apa yang dikandungnya dan hendaklah ia mengingat kematian dan kehancuran badan. Barangsiapa menginginkan akhirat, ia tinggalkan perhiasan kehidupan dunia. Maka siapa yang melakukan itu, ia pun telah merasa malu kepada Allah dengan rasa malu yang sebenarnya. (Hadits riwayat Tirmidzi dari ibnu Mas’ud).
- Carilah kesembuhan dengan perkataan mana Allah memuji diri-Nya sebelum makhluk-Nya memuji-Nya dan perkataan yang dengannya Allah Ta’ala memuji diri-Nya, yaitu: “Alhamdulillah” dan “Qul huwallahu ahad.”
Barangsiapa yang tidak disembuhkan oleh Al-Qur’an, maka tiada seorang pun bisa menyembuhkannya. (Hadits riwayat ibnu Nafi? dari Raja” Al-Ghanawi).
- Hendaklah kalian sembunyikan keberhasilan dalam memenuhi hajat-hajatmu, karena setiap orang yang mendapat nikmat akan menjadi sasaran kedengkian. (Hadits riwayat Abu Nu’aim dari Mw’adz bin Jabal).




One Comment