- Sesungguhnya Allah Ta’ala menugaskan seorang malaikat kepada rahim. Malaikat itu berkata: Wahai Tuhanku, masih berupa air mani, wahai Tuhanku sudah menjadi segumpal darah, wahai Tuhanku sudah menjadi segumpal daging.
Apabila Allah Ta’ala hendak menetapkan nasib makhluk-Nya, malaikat berkata: Wahai Tuhanku, sengsara atau bahagia? Laki-laki atau perempuan? Apa rezekinya? Berapa umurnya? Kemudian ia menulis seperti itu dalam perut ibunya. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Anas).
- Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mengangkatnya sekaligus dari para hamba, tetapi Dia mencabut ilmu dengan mematikan para ulama hingga ketika tidak tersisa orang alim, orang-orang mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh. Maka para pemimpin itu ditanya dan memberi fatwa tanpa ilmu sehingga mereka tersesat dan menyesatkan. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari ibnu Umar).
- Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan tidak menyukai menguap (ketika mengantuk). Maka apabila seseorang dari kamu bersin dan memuji Allah, wajiblah atas setiap muslim yang mendengarnya untuk mengatakan kepadanya: “Yarhamukallahu (Semoga Allah merahmatimu).” Adapun menguap, sesungguhnya itu berasal dari syaitan. Apabila seseorang dari kamu menguap, hendaklah ia menolaknya sedapat mungkin, karena apabila seseorang dari kamu menguap, syaitan menertawakannya. (Hadits riwayat Bukhari).
- Aku adalah pemimpin anak Adam pada hari kiamat dan tidak ada kebanggaan. Di tanganku terdapat liwa’ul hamdi (panji pujian) dan tidak ada kebanggaan. Tidak ada seorang nabi pun pada hari itu, baik Adam maupun lainnya, melainkan berada di bawah panjiku. Aku adalah manusia pertama yang keluar dari bumi dan tidak ada kebanggaan. Aku adalah yang pertama memberi syafa’at dan yang pertama diterima syafa’atnya dan tidak ada kebanggaan. (Hadits riwayat Ahmad dari Abi Said Al-Khudri).
- Sesungguhnya harapan itu adalah rahmat dari Allah bagi umatku. Kalau tidak ada harapan, seorang ibu tidak menyusui anak dan penanam tidak menanam pohon. (Hadits riwayat Ad-Dailami dan lainnya).
- Hanya orang yang memiliki keutamaan yang mengetahui keutamaan untuk orang yang patut memiliki aan. keutam (Hadits riwayat Ad-Dailami).
- Menunggu kebebasan dari Allah adalah ibadah dan siapa yang ridha dengan rezeki yang sedikit, Allah Ta’ala ridha kepadanya dengan amal yang sedikit. (Hadits riwayat ibnu Abi Dunya).
- Lihatlah kepada orang yang keadaannya di bawahmu dan jangan melihat kepada orang yang di atasmu, maka lebih patut bagimu untuk tidak meremehkan nikmat Allah atasmu.(Hadits riwayat ibnu Majah).
- Tolonglah saudaramu dalam keadaan zalim atau dizalimi. Ada yang berkata: Bagaimana aku menolongnya sebagai orang zalim? Nabi SAW menjawab: Engkau cegah dia dan menjauhkannya dari kezaliman, karena sesungguhnya itulah cara menolongnya. (Hadits riwayat Bukhari).
- Penghuni surga ialah orang yang dipenuhi oleh Allah Ta’ala kedua telinganya dari pujian orang banyak kepadanya dan ia mendengar, sedangkan penghuni neraka ialah orang yang dipenuhi Allah Ta’ala kedua telinganya dengan celaan orang kepadanya dan ja mendengar. (Hadits riwayat ibnu Majah dari ibnu Abbas).
- Yang pertama diadili di antara umat manusia pada hari kiamat adalah mengenai pertumpahan darah. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).
- Allah Ta’ala mewahyukan kepada Ibrahim: Hai kekasih-Ku, berbuatlah baik, walaupun terhadap orang-orang kafir, maka engkau masuk dalam golongan orang-orang yang shaleh, karena Aku telah menetapkan bagi siapa yang baik akhlaknya untuk menaunginya dalam naungan Arsy-Ku dan menempatkannya di tempat gudus-Ku (surga) dan mendekatkannya dari sisi-Ku. (Hadits riwayat Al-Hakiim dari Abi Hurairah).
- Allah Ta’ala mewahyukan kepada Dawud: Katakanlah kepada orang-orang yang zalim agar mereka tidak menyebut-Ku, karena Aku menyebut orang yang menyebut-Ku dan sebutan-Ku terhadap mereka ialah Aku laknat mereka. (Hadits riwayat ibnu Asakir dari ibnu Abbas).
- Masjid pertama yang pertama dibangun di bumi ialah Al-Masjidil Haram, kemudian Al-Masjidil Aqsha. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abi Dzarr).
- Aku berwasiat kepada kalian agar bertakwa kepada Allah Ta’ala dan mendengar dan taat, walaupun terhadap budak Habasyah. Sesungguhnya siapa di antara kalian yang hidup sesudah aku tidak ada, dia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka hendaklah kalian menjalankan sunnahku dan sunnah para khalifah yang bijaksana dan menjalankan kebenaran, berpeganglah kalian padanya dan gigitlah (pertahankanlah) dia dengan kuat. Hendaklah kalian jauhi hal-hal yang baru, karena setiap perkara yang baru adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya di neraka. (Hadits riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi).
- Allah Ta’ala mewahyukan kepada Dawud: Tidaklah seorang hamba mengandalkan Aku selain makhluk-Ku dan Aku ketahui hal itu dari niatnya, lalu ia mendapat kesulitan dari langit dan penghuninya, melainkan Aku berikan kepadanya dari antara kesulitan itu jalan keluar.
Dan tidaklah seorang hamba mengandalkan makhluk-ku selain Aku dan Aku ketahui hal itu dari niatnya, melainkan Aku putuskan sebab-sebab langit dari depannya dan Aku kokohkan kejatuhannya dari bawah kedua telapak kakinya. Dan tidaklah seorang hamba menaati-Ku, melainkan Aku memberinya sebelum ia meminta kepada-Ku, dan Aku ampuni dia sebelum ia meminta ampun kepada-Ku. (Hadits riwayat ibnu Asakir).
- Kelompok pertama yang masuk surga adalah dalam bentuk seperti bulan di malam purnama dan kelompok yang sesudah mereka seperti bintang yang paling terang cahayanya di langit. Hati mereka adalah hati satu orang (yakni sama), tidak ada perbedaan di antara mereka, tidak ada saling membenci dan tidak ada saling mendengki. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah).
- Maukah aku beritahukan kepada kalian amal yang lebih baik daripada derajat puasa (sunnah), shalat (sunnah) dan sodagoh (sunnah)?
Para sahabat menjawab: Ya.
Nabi SAW berkata: Memperbaiki hubungan di antara sesama, karena kerusakan hubungan di antara sesama bisa membinasakan. (Hadits riwayat Al-Mundziri).
- Maukah aku ceritakan kepada kalian amal-amal yang memasukkan kalian ke dalam surga? Menyerang (berjihad) dengan pedang, menghormati tamu, memperhatikan waktu-waktu shalat, menyempurnakan wudhu di malam yang dingin dan memberikan makanan yang disukainya. (Hadits riwayat ibnu Asakir).
- Maukah aku beritahukan kepada kalian ibadah yang paling mudah dan paling ringan pada badan? Yaitu diam dan akhlak yang baik.
(Hadits riwayat ibnu Abi Dunya dari Shafwan bin Sulaim).
- Maukah aku beritahukan kepada kalian sesuatu yang apabila ada orang di antara kalian ditimpa bencana atau cobaan dari urusan dunia, lalu ia berdoa dengannya, ia pun terbebas darinya? Yaitu doa Dzinnun (nabi Yunus): Laa ilaha illa anta subhanaka innii kuntu min adh-dhaalimiin (Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim). (Hadits riwayat Al-Hakiim).
- Maukah aku tunjukkan kepada kalian orang yang paling kuat di antara kalian? Yaitu orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah. (Hadits riwayat Thabarani dari Anas).
- Maukah aku bacakan rugyah untukmu yang dibacakan Jibril untukku? Engkau baca: “Dengan nama Allah aku bacakan rugyah untukmu dan semoga Allah menyembuhkanmu dari setiap penyakit yang menimpamu, dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dengki.” Engkau bacakan ruqyah dengannya tiga kali. (Hadits riwayat Al-Hakiim).
- Maukah aku beritahukan kepadamu perkataan yang apabila engkau mengucapkannya, maka Allah Ta’ala menghilangkan kesusahanmu, dan melunaskan hutangmu? Katakanlah apabila engkau memasuki waktu pagi dan memasuki waktu sore: “Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu dari kesusahan dan kesedihan, aku berlindung dengan-Mu dari ketidakmampuan dan kemalasan, aku berlindung dengan-Mu dari sifat penakut dan kikir, dan aku berlindung dengan-Mu dari kesulitan membayar hutang dan penindasan orang-orang.” (Hadits riwayat Abu Dawud).
- Tidakkah kalian mendengar: Sesungguhnya Allah tidak menyiksa seseorang karena mengeluarkan air mata maupun kerena kesedihan hati, tetapi Dia menyiksa karena ini (dan beliau menunjuk kepada lidahnya) atau mengasihinya.
Sesungguhnya mayit disiksa disebabkan tangisan (ratapan) keluarganya atas dirinya (bila ia berwasiat untuk itu). (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari ibnu Umar).
- Maukah aku beritahukan kepadamu kalimat-kalimat, barangsiapa yang Allah menghendaki kebaikan baginya, Dia ajarkan kalimat-kalimat itu kepadanya, kemudian Allah tidak membuat dia melupakannya untuk selamanya? Katakanlah: “Ya Allah, sesungguhnya aku lemah, maka kuatkan kelemahanku dalam keridhaan-Mu dan tuntunlah aku kepada kebaikan, dan jadikan Islam puncak keridhaanku. Ya Allah, sesungguhnya aku lemah, maka kuatkanlah aku. Aku seorang yang hina, maka muliakanlah aku dan aku seorang yang miskin, maka berilah aku rezeki. Cukupilah aku dengan halal-Mu dan jauhkan aku dari haram-Mu, dan cukupilah aku dengan karunia-Mu tanpa mengharapkan selain Engkau. (Hadits riwayat Al-Hakim).
- Maukah aku beritahukan kepada kalian dosa besar yang terbesar? Yaitu menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua dan perkataan (kesaksian) dusta. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abi Bakrah).
- Jauhkan dirimu dari ghibah (menggunjingkan orang), karena ghibah lebih berat daripada zina. Boleh jadi orang lelaki berzina dan bertaubat, lalu Allah menerima taubatnya, sedangkan pelaku ghibah tidak diampuni oleh Allah Ta’ala hingga orang yang digunjingkannya memaafkannya. (Hadits riwayat Abu Syeikh dari Jabir).
- Jauhkan dirimu dari dusta, karena dusta menjauhkan dari iman. (Hadits riwayat Ahmad).
- Jauhkan dirimu dari zina, karena di dalamnya terdapat empat perkara: yaitu menghilangkan keindahan dari wajah, memutus rezeki, membuat marah Ar-Rahman (Tuhan yang Maha Pengasih) dan menyebabkan kekal dalam neraka.! (Hadits riwayat Thabarani dari ibnu Abbas).
- Jauhkan dirimu dari kesombongan, kesombongan menyebabkan iblis tidak mau sujud kepada Adam. Jauhkan dirimu dari ketamakan, karena sifat tamak menyebabkan Adam makan dari pohon (yang dilarang). Jauhkan dirimu dari sifat dengki, karena kedua anak Adam, salah satunya membunuh saudaranya karena dengki. Maka semua sifat itu adalah asal dari setiap dosa. (Hadits riwayat ibnu Asakir dari ibnu Mas’ud).
- Jauhkan dirimu dari berlebihan dalam mengamalkan agama, karena Allah menjadikannya mudah. Maka ambillah darinya mana yang kamu mampu. Sesungguhnya Allah Ta’ala menyukai amal baik yang terus dikerjakan, meskipun sedikit. (Hadits riwayat Abul Oasim).
- Perempuan mana yang mati sedangkan suaminya ridha kepadanya, maka ia pun masuk surga. (Hadits riwayat Tirmidzi).
- Perempuan mana yang menambah rambut di kepalanya yang bukan berasal darinya, maka itu adalah kepalsuan yang ia tambahkan padanya. (Hadits riwayat Nasa’iy).
- Orang muslim mana yang memberi pakaian kepada seorang muslim yang telanjang, Allah Ta’ala memberinya pakaian dari baju hijau di surga. Orang muslim mana yang memberi makan kepada orang miskin yang lapar, Allah memberinya makan dari buah-buahan surga. Orang muslim mana yang memberi minum kepada orang muslim yang haus, Allah Ta’ala memberinya minum pada hari kiamat dari khamar surga yang diberi segel. (Hadits riwayat Muslim dari Abi Said).
- Perempuan mana mempunyai tiga anak yang telah meninggal, anak-anak itu menjadi tabir baginya dari api neraka. (Hadits riwayat Bukhari dari Abi Said).
- Perempuan mana yang keluar dari rumahnya tanpa izin suaminya, ia pun dalam murka Allah Ta’ala sampai ia kembali ke rumahnya atau diridhai oleh suaminya. (Hadits riwayat Al-Khathib).
- Hamba mana yang menjenguk saudaranya dalam agama Allah, ia pun diseru: “Sejahteralah kamu dan baiklah surga bagimu” dan Allah azza wa jalla berkata: Hamba-Ku mengunjungi Aku dan Aku menyediakan jamuannya, dan Aku tidak ridha jamuan bagi hamba-Ku selain surga. (Hadits riwayat ibnu Abi Dunya dari Anas).
- Orang mana yang diberi ilmu oleh Allah tetapi ia menyembunyikannya, maka Allah membungkam mulutnya pada hari kiamat dengan pembungkam dari api.
(Hadits riwayat Thabarani).
- Arwah adalah pasukan yang berkumpul, mana yang saling mengenal akan bersatu dan mana yang saling mengingkari akan berselisih. (Hadits riwayat Bukhari dari Aisyah).
- Berhemat dalam mengeluarkan nafkah adalah separuh penghidupan, mencari simpati orang banyak adalah separuh akal dan bertanya dengan baik adalah separuh ilmu.
(Hadits riwayat Thabarani dari ibnu Umar).
- Keamanan dan kesehatan adalah dua nikmat yang kurang dimanfaatkan oleh banyak manusia. (Hadits riwayat Thabarani dari ibnu Abbas).
- Iman ialah engkau beriman kepada Allah dan para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir (kiamat), dan engkau beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk. (Hadits riwayat Muslim dari Umar).
- Jauhkan dirimu dari hutang, karena ia menimbulkan kesusahan di malam hari dan kehinaan di siang hari. (Hadits riwayat Baihagi).
- Hai orang-orang, pelankan suaramu. Sesungguhnya kalian tidak memanggil Tuhan yang tuli dan gaib, sesungguhnya kalian memanggil Tuhan yang Maha Mendengar dan Maha Dekat dan Dia selalu bersama kalian (Nabi SAW mengucapkannya dalam perjalanan dan mereka bertakbir dengan suara keras). (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abi Musa).
- Janganlah kamu kencing di tanah kuburan, karena perbuatan itu menyebabkan penyakit belang. (Hadits riwayat Ad-Dailami).
- Iman ialah mengetahui dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan beramal dengan anggota tubuh. (Hadits riwayat Thabarani).
- Jauhkan dirimu dari sangkaan, karena sangkaan adalah pembicaraan yang paling dusta, dan jangan memata-matai dan jangan suka menyelidiki, jangan saling bersaing, jangan saling mendengki, jangan saling membenci dan jangan saling menjauhi dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah).
- Jauhkan dirimu dari sesuatu yang harus dimintakan maaf darinya. (Hadits riwayat Ad-Dailami).
- Jauhkan dirimu dari sifat tamak (serakah), karena ia adalah kemiskinan yang hadir. (Hadits riwayat Thabarani).









One Comment