Kitab Tasauf

Terjemah Kitab Fushul Al Ilmiyah Lengkap

PASAL KELIMA :

TIDAK SEHARUSNYA MENINGGALKAN SUATU HAL YANG DAPAT MEMPERBAIKI HATI HANYA KARENA MANUSIA

Seorang yang bertakwa dan berakal sehat di masa kini tidak boleh lebih peduli memperhitungkan keburukan orang lain, sedangkan ia sendirj tidak peduli kepada kebaikan bagi hatinya dan bagi dirinya. Pokoknya Siapapun yang lebih peduli kepada keburukan orang lain dan yang melupakan keburukan dirinya sendiri, maka pada akhirnya ia tidak akan dapat mengontrol kekurangan dirinya sendiri. Karena peduli kepada keburukan orang lain merupakan perbuatan yang dibenci oleh orang. orang yang baik, seperti yang disebutkan dalam bait syair berikut:

“Siapapun yang senantiasa peduli kepada keburukan orang lain, maka ia akan mati dalam keadaan susah dan karena ia selalu bergembira jika melihat keburukan orang lain.”

Di masa lalu seorang yang peduli kepada keburukan orang lain, maka hal itu dapat dijadikan pelajaran yang baik baginya, karena ia dapat memisahkan antara yang baik dan yang buruk. Tetapi di masa kini seorang yang suka melihat keburukan orang lain, maka ia akan kehilangan kesempatan untuk memperbaiki kekurangan dirinya sendiri.

Seorang yang berakal dan bertakwa tidak ingin memeperhitungkan kekurangan orang lain sebelum memperhitungkan kekurangan dirinya sendiri, agar ia dapat selamat di dunia dan di akhiratnya. Pokoknya setiap orang harus memperhatikan dirinya sendiri, jangan peduli kepada kekurangan orang lain.

PASAL KEENAM :

EMPAT GOLONGAN ORANG YANG SALEH DAN SEBALIKNYA

Manusia yang berilmu terdiri dari empat macam atas kesalehannya, keistiqamahannya dan antara kesalehan dan keistiqamahannya:

1. Seorang ahli ibadah yang lurus, zahid, mempunyai pengetahuan tentang Allah secara sempurna dan mempunyai pandangan yang jelas kepada agamanya.

2. Seorang berilmu mengenai syariat, pandai mendalami Al-Qur’an dan As-Sunnah, mengamalkan pengamalannya sebaik-baiknya, mengajari dan menasihati manusia dengan baik, senantiasa menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran dan tidak pernah takut membela agamanya meskipun ia dicela orang banyak.

3, Seorang penguasa yang adil, yang insyaf, perilakunya baik, hatinya Jurus dan politiknya juga baik.

4. Seorang kaya yang saleh, mempunyai keluasan harta yang luar biasa dan selalu menafkahkan hartanya dalam bidang-bidang kebaikan, terutama digunakan untuk menolong orang-orang yang lemah, miskin dan orang-orang yang butuh pertolongan dan ia tidak mengumpulkan harta, kecuali bertujuan untuk menyenangkan hati orang lain.

Bersamaan dengan keempat orang yang disebutkan ciri-cirinya di atas, adapula orang-orang yang ciri-cirinya bertentangan dengan mereka, di antaranya:

Bersamaan dengan orang ahli ibadah yang lurus dan sufi, ada juga seorang yang perbuatannya menyimpang dan membingungkan.

Bersamaan dengan seorang alim yang mengamalkan ilmunya, ada juga seorang alim yang suka berbuat dosa dan meremehkan orang lain.

Bersamaan dengan seorang penguasa yang adil, adapula seorang penguasa yang zalim, yang tidak memihak kepada kebenaran dan tidak mempunyai sikap yang baik terhadap rakyat dan politiknya.

Bersamaan dengan orang kaya yang saleh, ada pula seorang kaya yang zalim yang mengumpulkan hartanya dari berbagai sumber yang halal maupun yang haram, menyimpan hartanya dan tidak mau menafkahkannya di jalan kebaikan.

Keempat orang terakhir ini menyebabkan seorang berilmu menjadi rusak yang hanya mementingkan keburukan orang lain, tidak pernah memperhitungkan dirinya. Semuanya diserahkan kepada Allah dan Dia mempunyai kekuasaan segala sesuatu. Maha Suci Allah Yang Maha Perkasa, Yang Maha Memiliki, Yang Maha Pemberi, Yang menyebabkan segala sebab seperti kehendak dan keinginan-Nya, karena tiada Tuhan selain Dia dan hanya kepada-Nya semua manusia akan kembali.

PASAL KETUJUH :

TINGKATAN MANUSIA DALAM MENGGUNAKAN DUNIAWI –

Ketahuilah bahwa Allah Yang Maha Terpuji telah menjadikan dunia sebagai sarana untuk beramal bagi seorang mukmin sebagai bekal di akhiratnya, selain itu seorang mukmin dapat mentaati Tuhannya dengan berbagai amal kebajikannya. Dia juga menjadikan dunia bagi orang   fakir yang senantiasa peduli kepada kehidupan dunianya dan memenuhi segala keinginannya, sehingga ia lalai dari Tuhannya dan akhiratnya. Selam itu, Allah juga melengkapi apa saja yang diinginkan oleh makhlukNya dan semuanya diberikan menurut kadarnya masing-masing, bahkan adapula yang diberikan kelebihan dari keinginannya dengan berlipat ganda, kemudian Allah mengizinkan bagi sebagian hamba-Nya untuk mencari dunia menurut kebutuhannya, agar dapat dijadikan bekal untuk akhiratnya. Allah senantiasa memperingati mereka untuk tidak berlebihan dalam segala kebutuhannya dan mengendalikan nafsunya, sehingga

manusia terbagi menjadi berbagai macam:

1. Di antara mereka ada yang menerima harta untuk orang-orang yang berada di bawah garis kemiskinan. Orang-orang semacam ini jika mendapat sedikit harta, maka ia segera menafkahkan hartanya bagi orang lain yang berhak untuk menerimanya. Mereka adalah para nabi dan rasul as. Kedermawanan mereka juga diikuti oleh para shiddig, ulama yang luas pengetahuannya dan hamba-hamba Allah yang saleh. Di antara mereka ada orang-orang yang zuhud yang tidak menyenangi dunia sedikitpun.

Adapun orang-orang sebelum mereka termasuk orang-orang yang indah keutamaannya, karena mereka tidak melarikan diri dari dunia dan tidak pula butuh kepada dunia. Apapun harta yang ia miliki, maka ia membelanjakannya kepada orang lain sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya. Mereka inilah orang-orang yang diutamakan oleh Allah.

2. Adapula orang-orang yang menerima harta sekedar untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

3. Adapula orang-orang yang menerima harta melebihi dari kebutuhan mereka. Orang-orang semacam ini terbagi menjadi beberapa bagian: Di antara mereka ada yang menerima harta lebih dari kebutuhan mereka sehari-hari agar mereka dapat menafkahkan hartanya di bidang-bidang kebaikan.

Di antara mereka ada yang tercapai cita-citanya, perilakunya lurus dalam menafkahkan hartanya, tetapi adapula yang terjatuh dalam kebingungan dan bahaya.

| Di antara mereka adapula yang menerima harta lebih sehingga ia dapat menafkahkannya pada bidang-bidang yang dibolehkan oleh Allah, tetapi ia selalu mengaku bahwa perbuatannya tidak melebihi dari kapasitas kebutuhannya. Ia tidak mau menyombongkan dirinya, bahkan ia selalu bersikap kasih sayang kepada siapapun.

Di antara mereka adapula yang menerima harta secara berlebihan agar ia dapat menggunakan hartanya untuk kehidupannya yang mewah dan selalu tercukupi kebutuhan hidupnya.

Di antara mereka adapula yang lebih mengutamakan mendapat harta sebanyak- banyaknya sehingga ia melupakan Allah dan hari akhiratnya, mereka menyombongkan dirinya kepada Allah, bahkan mereka menyombongkan dirinya kepada orang-orang yang hidupnya zuhud karena mereka tidak mengerti tentang Allah dan mereka berani menentang Allah.

Di antara mereka adapula yang mengaku bahwa keluasan hartanya hanya terbatas kepada kebutuhan sehari-harinya.

Di antara mereka adapula yang mengumpulkan harta dan menyimpannya baik-baik dengan niat untuk bersedekah dan memberikannya kepada orang lain di bidang- bidang kebaikan, padahal ia sangat jauh dari masalah itu. Semua perbuatan dan tutur katanya selalu bertentangan dengan apa yang dikatakannya.

Demikian pula Allah bersaksi atas kekurangan diri orang tersebut. Para malaikat yang menjaga hamba-hamba Allah yang beriman selalu memandang perilaku orang itu

sangat buruk, karena ia memilih keburukan untuk dirinya sendiri, bahkan ia mengaku bahwa ia adalah orang-orang baik di hadapan Tuhannya.

Semoga Allah melindungi kita dari perasaan ghurur, dari perbuatan dosa dan dari segala macam cobaan dan kehinaan, dan kami selalu memohon kepada Allah agar melindungi kami dan orang-orang muslim.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker