Kitab Tasauf

Terjemah Kitab Fushul Al Ilmiyah Lengkap

PASAL KEDUA PULUH :

HIKMAH ALLAH MENCIPTAKAN SEGALA SESUATU YANG BERBEDA-BEDA

Ada sebagian orang yang pemikirannya lemah yang memandang alam semesta ini sangat aneh, karena ia memandang segala sesuatu dengan pandangan yang bertentangan. Misalnya, ia memandang adanya cahaya dan kegelapan, adanya kebaikan dan keburukan, adanya kesalehan dan kerusakan, adanya kemanfaatan dan kemudharatan dan lain sebagainya. Andaikata ia memandang dirinya bahwa di alam semesta ini ada cahaya kebaikan, kesalehan dan kemanfaatan, tentunya ia akan memandang alam semesta ini dengan pandangan yang menggembirakan meskipun adakalanya ia memandang sesuatu yang bertentangan kepada Allah dalam menciptakan segala sesuatu yang berlawanan dengan dirinya, sehingga ia mengira bahwa keberadaannya tidak berguna dan tidak memberikan kebijaksanaan apapun. Tentunya seorang yang berpandangan demikian adalah orang-orang yang bodoh, lemah pandangannya dan lalai, karena Allah Yang Maha Bijaksana telah menciptakan kebijaksanaan-Nya dengan ilmu-Nya yang tidak tertandingi oleh ilmu siapapun, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu dan Dia Maha Pengasih kepada siapapun.

Disebutkan dalam sebuah hadits gudsi bahwa Allah berfirman:

“Sesungguhnya Aku adalah Allah yang tiada Tuhan selain Aku, Aku telah menciptakan kebaikan dan keburukan dan Aky ciptakan pula para ahlinya masing-masing, maka sangat beruntung bagi siapapun yang Aku ciptakan untuk kebaikan dan menjadikan kebaikan berada di hadapannya. Dan amat celaka bagi siapapun yang Aku ciptakan untuk kejahatan dan menjadikan kejahatan berada di hadapannya. Dan amat celaka bagi siapapun yang mengatakan untuk apa dan bagaimana caranya.”

Adapun yang mengatakan: “Mengapa, bagaimana dan walau” ketika Aku menyuruhnya melakukan segala sesuatu yang tidak ia ketahui hikmah dari perintah- Ku itu, maka sesungguhnya ia telah menentang Allah dan segala kebijaksanaan-Nya.

Ketahuilah bahwa keberadaan alam semesta ini seperti apa adanya dengan kandungan berbagai hal yang berbeda-beda merupakan suatu kesempurnaan yang

tiada tertandingi keindahannya bila dibandingkan dengan tujuan utama diciptakannya alam semesta ini, maka sadarilah

Bila dijelaskan wujud alam semesta memliki salah satu dari empat keadaan:

1. Keberadaannya sudah sesuai dengan keadaannya yang nyata yaitu terdiri dari berbagai keragaman dan kemajemukan di dalamnya.

2. Diadakan di dalamnya kebaikan dan manfaat saja.

3. Diadakan di dalamnya keburukan dan mudharat semata.

4. Tidak diciptakannya alam ini sama sekali.

Tentunya logika manusia mengatakan hanya  ada  empat hal di atas fungsi dari keberadaan alam semesta ini tanpa terbayang dalam otak adanya tujuan yang kelima.

Kalau dikatakan tidak ada, maka semesta ini bukanlah suatu apapun bahkan tidak memiliki hakikat pada dirinya, jadi penciptaannya sangatlah sia-sia.

Kalau dikatakan scbaiknya hanya diadakan kebaikan saja di dalamnya, maka rusaklah segala bentuk hikmah dan kemaslahatan di dalamnya. Alam semacam ini hanya sctengah dari fungsinya yang berjalan dan tidak akan terwujud tujuan secara sempurna dari penciptaannya.

Seandainya dikatakan alam diciptakan sarat dengan kesengsaraan, maka tidak akan ada manfaat dan kemaslahatan di dalamnya.

Dari sini engkau sadar bahwa fakta yang ada di alam semesta ini itulah yang terbaik dan yang paling sempurna. Keterangan kami hampir serupa dengan keterangan Imam Ghazali tentang masalah ini dalam bab tauhid di kitab Ihya’-nya, sampai ungkapan beliau: “Di dalam segala yang memungkinkan tiada sesuatu yang lebih mengagumkan dari apa yang sudah ada di dalamnya.”

Ucapan beliau ini benar dan tidak perlu disangkal lagi, lantaran permasalahan ini membutuhkan keterangan yang sangat panjang, sedangkan situasi yang tersedia sangatlah kecil, maka beliau menuangkannya dalam beberapa kata yang singkat dan padat, tapi masih mengundang kepelikan di dalam memahami masalah ini, padahal ungkapannya sarat dengan makna yang sangat istimewa dan jeli. Inilah keterangan di dalam perkara-perkara yang sangat pelik, terutama bila seorang ahli ingin memahamkan orang yang bukan ahlinya, tentu semakin bertambah kepelikan di dalamnya, akhirnya orang yang ahli di bidangnya malah menjadi sasaran kritikan dari orang yang bukan ahlinya.

Ketahuilah di dalam wujud semesta yang seperti ini keadaannya sarat dengan makna- makna fungsi dari nama-nama Allah dan sifat-sifatNya, itu semua tidak terwujud kecuali bila keadaan semesta seperti yang ada saat ini.

Di dalamnya juga sarat dengan petunjuk tentang gambaran akhirat yang tidak terwujud kecuali dengan keadaan alam seperti ini, bahkan keadaan semacam ini juga menunjukkan sejati dari alam itu sendiri, yang mana tidak akan terungkap kecuali bila keadaan alamnya seperti ini, misalnya seseorang tidak akan mengenal cahaya kecuali setelah melihat kegelapan, kebaikan tidak akan dikenal kecuali setelah dilihat adanya kejahatan, dan demikianlah rangkaian keterangannya pada kemakmuran dan kesengsaraan, sakit dan sehat juga pada hal-hal yang bertolak belakang lainnya.

Kenalilah apa yang kami terangkan dalam pasal ini, karena sarat dengan petunjuk yang sangat istimewa dan hakikat yang sangat lembut, dimana untuk penjabarannya membutuhkan ulasan yang sangat panjang dan bertele-tele.

Allah Maha Benar dalam perkataannya dan Dia-lah yang menunjukkan ke jalan yang benar.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker