Kitab Tasauf

Terjemah Kitab Fushul Al Ilmiyah Lengkap

PASAL KETIGABELAS :

SEHARUSNYA SEORANG MENGUTAMAKAN ILMU-ILMU YANG BERMANFAAT

Perlu diketahui bahwa ilmu pengetahuan sangat banyak jumlah dan jenisnya, tetapi tidak semua ilmu dapat mendatangkan kebaikan

bagi pemiliknya dan adapula ilmu yang tidak pantas dimiliki oleh sebagian orang. Ada sebagian ilmu yang dapat bermanfaat bagi sekelompok orang dan adapula yang tidak bermanfaat bagi mereka.

Imam Ghazali telah menyebutkan dalam kitab Al-Ilmu Minal Haya’i sebagai berikut:

“Jika masalahnya telah diketahui seperti itu, maka setiap orang yang berilmu wajib menyibukkan dirinya untuk mendapatkan ilmu-ilmu yang berguna untuk dirinya, bahkan mencari ilmu yang lebih bermanfaat bagi dirinya dinilai lebih utama. Kemudian mencari ilmu bagi kebaikan orang lain, masalah ini juga tidak boleh ditinggalkan, karena usia manusia sangat terbatas dan waktunya semuanya bernilai, kematian akan segera tiba, perjalanan jauh ke kampung akhirat akan segera dialami dan ia akan dimintai pertanggungan jawab oleh Allah bagi setiap amal perbuatannya.”

Hendaknya setiap mukmin di dalam kehidupannya tidak menyibukkan dirinya melainkan untuk mencapai sesuatu yang lebih penting bagi dirinya jika ia memang berakal sehat dan hendaknya ia tidak menyibukkan kepada selain itu. Jika seorang selalu menyibukkan dirinya untuk mencari ilmu yang berguna bagi dirinya maupun bagi orang lain, maka ia akan beruntung dalam agama, dunia dan akhiratnya.

Jika seorang lebih mengutamakan hal-hal yang lain dalam kehidupannya, mungkin ia mendapat pujian dari orang lain. Lain halnya dalam masalah agama karena masalah agama berbeda dengan semuanya.

PASAL KEEMPATBELAS :

MERENUNGI KEADAAN DI AKHIRAT KELAK

Jika engkau ingin mengetahui harta yang bermanfaat lebih dari ilmu dan amalan yang bermanfaat, maka hadirkan dirimu untuk lebih seolaholah engkau mati besok pagi dan besok pagi engkau ingin menemui Allah dan berhadapan dengan-Nya, pasti engkau akan bertanya tentang

ilmu yang engkau miliki dan pengamalannya. Demikian pula engkau akan bertanya tentang segala perbuatanmu dan keadaanmu, kemudian engkau akan dipersilahkan masuk ke dalam surga ataukah ke dalam neraka. Maka yang terpenting dan berguna bagi dirimu adalah ketika saat kematianmu telah tiba dan yang terpenting bagimu adalah kebenaran yang engkau menyibukkan diri karenanya, maka pada saat kematian akan tiba, semua yang telah engkau usahakan akan sia-sia. Karena itu engkau boleh meninggalkannya dan jangan menyibukkan diri karenanya.

Adapun yang engkau temui adalah sesuatu yang paling penting bagimu dan hendaknya engkau berusaha untuk menjadikan sesuatu yang lebih penting dapat mencukupi dirimu.

Pokoknya, usahakan baik-baik apa saja yang terpenting bagimu untuk mencapai ridha Allah, maka kerjakan baik-baik demi keselamatanmu dan kesuksesanmu di dunia dan di akhirat, karena keduanya lebih kekal, lebih condong kepada kebenaran dengan izin Allah. Semua itu akan diberikan Allah bagi para hamba-Nya yang senantiasa mentaati-Nya, karena Allah Maha Pemberi sesuatu yang agung.

PASAL KELIMABELAS :

HASIL DARI MEMPELAJARI ILMU YANG BERMANFAAT

Semua telah disepakati oleh para ulama bahwa ilmu yang paling bermanfaat, paling benar dan paling jelas  kedekatannya  adalah  ilmu  yang  dapat mendekatkan  diri seorang kepada Allah yaitu ilmu yang dipelajari dari kitab Al-Qur’an dan sunnah Nabi- Nya, ilmu yang selalu dapat mendorong seorang untuk mengingat Allah dan mengingat akhirat yaitu ilmu yang menerangkan tentang surga dan neraka.

Ilmu macam itu adalah ilmu-ilmu pokok yang harus dipelajari dan diperhatikan dengan baik, karena ilmu-ilmu itu dapat membuahkan keteguhan iman dan keyakinannya kepada Rasulullah saw., hari akhirat dan ilmu itu selalu mengajak orang untuk taat dan beribadah kepada Allah serta menyuruh orang untuk meninggalkan segala perbuatan dosa, mempersingkat cita-cita, memperbanyak persiapan untuk kematian dan akhirat yaitu dengan mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Allah, mengajak manusia hidup zuhud dan berharap kebahagiaan di akhirat.

Ilmu macam itu termasuk budi pekerti yang mulia dan amal-amal kebajikan orang saleh yang biasa dilakukan oleh para nabi dan wali Allah.

Selanjutnya jika engkau perhatikan, semua karya tulis orangorang dahulu, seperti karya tulis Imam Ghazali yaitu kitab Al-Ihya’, kitab Al-Arba’in, kitab Minhaajul Abidin dan kitab Bidayatul Hidayah, selalu mengajak kita untuk memikirkan Dzat Allah, kampung akhirat dan masalah-masalah agama. Karena itu, tidak ada yang mengingkari tentang besarnya manfaat karya tulis Imam Ghazali, kecuali orang-orang yang bodoh dan orang-orang yang lalai.

Semoga Allah senantiasa memberi petunjuk ke jalan yang lurus untuk mencegah perbuatan kami yang buruk, karena tiada daya dan kekuatan kecuali hanya dengan izin Allah.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker