PASAL KETIGA :
ZAMAN YANG BAIK DAN ZAMAN YANG BURUK DAN RUSAK
Masa demi masa saling berganti, baik yang lalu maupun yang kemudian, di dalamnya selalu ada kebaikan dan keburukan, di sana juga terdapat orang-orang baik dan adapula orang-orang yang buruk, di sana ada orang-orang yang baik dan orang-orang yang suka berbuat kerusakan. Jika di dunia sudah banyak orang-orang yang berbuat kebajikan, mereka akan memilih jalan yang benar, maka pada saat itu dunia akan timbul berbagai macam kebajikan. Tetapi jika kerusakan dan kebatilan yang merajalela di dunia, maka pada waktu itu dunia dinamakan masa yang buruk, seperti yang dikatakan bahwa pada masa Nabi saw. dan masa khulafaur rasyidin termasuk masa yang terbaik. Jika di suatu masa masyarakatnya banyak yang mengembangkan kejahatan dan kerusakan, maka pada waktu itu kebaikan dan orangorang yang berbuat kebaikan jumlahnya sangat sedikit, sehingga mereka tertutup, karena pada waktu itu dunianya selalu dipenuhi berbagai macam perbuatan buruk dan fitnah, maka dunianya disebut dunia cobaan dan keburukan. Meskipun di suatu saat masanya termasuk masa yang buruk, tetapi di sana masih ada orang-orang yang suka berbuat kebajikan meskipun jumlahnya tidak banyak dan adapula orang-orang yang suka berbuat keburukan. Yang kebanyakan terjadi di masa kini adalah masa yang di dalamnya terdapat berbagai macam kerusakan, kejahatan dan orang-orang yang berbuat jahat. Adapun di masa kini tidak banyak orang-orang yang suka berbuat kebaikan, karena itu jumlah mereka tidak terlihat di depan mata orang-orang yang suka berbuat keburukan. Wallahu a’lam.
PASAL KEEMPAT :
KESOMBONGAN DAN KELALAIAN MERUPAKAN PENYAKIT HATI
Biasanya orang-orang yang menyombongkan dirinya dan orangorang yang lalai selalu berpaling dari firman Allah dan dari segala rahasia yang terkandung dalam firman Allah, karena mereka memang dipalingkan oleh Allah dari segala bentuk kebenaran, seperti yang disebutkan dalam firman Allah berikut:
“Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap- tiap ayat(Ku), mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus menempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya.” (QS. Al-A ‘raaf: 146)
Allah menyebut perilaku mereka sebagai orang-orang yang sombong, tidak terpuji dan pikiran mereka lalai. Karena itu mereka tidak menyadari adanya penyakit hati yang senantiasa menutup hatinya untuk memahami firman-firman Allah. Mana mungkin mereka dapat memahami firman-firman Allah, sedangkan hati mereka telah mengeras bagai batu dan mereka tidak dapat menyadari kandungan firman Allah sedikitpun, seperti yang disebutkan dalam firman Allah berikut:
“Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.” (QS. Al-Mu’min: 35)
Adapun orang-orang yang lalai karena kelalaian mereka menyebabkan hati mereka berpaling dari tuntunan ayat-ayat Tuhannya, sehingga mereka tidak mau memahami atau merenungi firman-firman Allah. Karena itu, Allah menyuruh Nabi-Nya berpaling dari mereka, seperti yang disebutkan dalam firman Allah berikut:
“Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari orang yang berpaling dari peringatan Kami.” (QS. An-Najm: 29)
Dan firman Allah berikut:
“Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami.” (QS. Al-Kahfi: 28)
Firman Allah di atas menyuruh kita waspada dari perasaan sombong, karena perasaan sombong merupakan suatu penyakit yang pernah dilakukan oleh iblis ketika ia tidak mau bersujud kepada Adam, maka keingkaran dan kesombongan iblis menyebabkannya mendapat kutukan Allah dan dijauhkan dari segala bentuk rahmat Allah dan hatinya akan terus menerus mengeras bagai batu. Semoga kita dilindungi Allah dari perbuatan seperti itu.
Hendaknya kita mewaspadai diri kita dari sifat lalai dari berdzikir kepada Allah dan dari persiapan untuk kehidupan di akhirat, karena sifat lalai merupakan salah satu penyebab kebinasaan yang menyebabkan seorang selalu ingin berbuat keburukan dan sifat itu merupakan bencana dalam kehidupan dunia maupun di akhirat, seperti yang disebutkan dalam firman Allah berikut:
“Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS. Yunus: 7-8)
Dan firman Allah berikut:
“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia, sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” (QS. Ar-Ruum: 7)
Allah sengaja menghilangkan ilmu dari mereka meskipun mereka diberi ilmu untuk mengetahui kehidupan dunia, kemudian mereka disebut sebagai orang-orang yang lalai dari akhirat. Semoga Allah menjauhkan diri kita dari sifat lalai pada kampung akhirat. Amiin.









One Comment