Kitab Tasauf

Terjemah Kitab Fushul Al Ilmiyah Lengkap

PASAL KETIGAPULUH TUJUH :

ORANG YANG PANDAI ADALAH ORANG YANG TIDAK TERTIPU OLEH DUNIAWI

Imam Syafi’i berkata:

“Dunia itu hanya sesaat, maka gunakanlah untuk mentaati Allah.” Al-Busti menyebutkan dalam kasidahnya yang terkenal berikut:

“Jika seorang mendapat tambahan hartanya, maka hal itu menjadikan kekurangan amal kebajikannya. Adapun keuntungannya selain kebaikan yang murni merupakan kerugian yang besar.”

Imam Ismail Al-Muqri menyebutkan dalam salah satu bait puisinya berikut yang digunakan olehnya untuk menasihati putranya:

“Sampai kapankah engkau hidup tertipu dan lalai tentang dunia. Sampai kapankah engkau tidur tanpa bangun sedikitpun, apakah engkau menghilangkan waktumu di dunia yang di depan Allah nilainya tidak sebesar satu sayap nyamuk. Andaikata engkau mendapat harta seperti yang diberikan kepada Uarun, maka engkau tidak akan mendapatkannya, kecuali sesuap nasi yang ada di mulutmu dan sehelai kain yang ada di badanmu.”

Seorang yang merenungi bait-bait puisi di atas, maka ia akan menjadi orang yang pandai, hatinya akan berubah sedikitpun tentang dunia, ia akan senantiasa beramal kebajikan untuk akhiratnya dan ia akan hidup dengan bekal seadanya, seperti yang disebutkan dalam firman Allah berikut:

“Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benarbenar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Al-Ankabuut: 6)

Dan firman Allah berikut:

“Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melain kan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” (QS. Fushshilat: 35)

PASAL KETIGAPULUH DELAPAN :

MENGISI WAKTU DENGAN BERIBADAH

Imam Ghazali menyebutkan dalam kitab Bidayatul Hidayah bab tata krama mempersiapkan diri untuk shalat fardhu dari awal waktunya: “Janganlah engkau mempersibuk dirimu dengan masalah-masalah yang tidak penting, sebaiknya engkau menyibukkan dirimu, menertibkan wiridmu di malam dan di siang hari. Pokoknya isilah semua waktumu dengan berbagai amal kebajikan. Maka dengan cara itu engkau akan merasakan keberkahan usiamu. Tetapi siapapun yang meninggalkan waktunya terbuang sia-sia, maka ia bagai binatang yang tidak mengerti apa yang harus ia lakukan di dalam setiap waktunya sehingga kebanyakan waktunya hilang secara sia- sia. Adapun waktu dalam usiamu merupakan harta yang paling mahal. Itulah modal perdaganganmu, dengan itu engkau dapat mencapai kenikmatan di sisi Allah yang abadi. Setiap nafas dari nafasmu merupakan suatu yang mahal yang tidak ternilai harganya, karena itu hendaknya engkau menggunakannya sebaik mungkin. Jika engkau tertinggal dari perbuatan baik, maka waktu itu tidak akan kembali lagi. Janganlah engkau menjadi Orang bodoh yang tertipu yang hidupnya hanya untuk bersenang-senang di setiap saat yaitu dengan menambah kekayaan meskipun harus menyia-nyiakan usianya. Adakah sesuatu yang lebih baik dari harta yang bertambah, umur yang tidak terbuang sia-sia? Janganlah engkau bergembira, kecuali jika engkau dapat menambah ilmu, dapat mengamalkannya, karena keduanya akan menjadi kawan hidupmu di dalam kuburmu ketika yang lain telah meninggalkan kuburmu termasuk keluargamu, hartamu, anak-anakmu dan kawan-kawanmu.”

Selanjutnya Imam Ghazali menyebutkan dalam kitab Bidayatul Hidayah berikut:

“Ketahuilah bahwa dalam sehari semalam waktumu ada 24 jam. Maka janganlah engkau habiskan untuk tidurmu di malam dan di siang hari lebih dari 8 jam. Jika usiamu hanya 60 tahun berarti engkau telah menghabiskan usiamu secara sia-sia selama 20 tahun atau sepertiga dari usiamu. Jika engkau Jakukan untuk mempersiapkan kematianmu dengan memperbanyak amal-amal saleh dan bersabar dalam mentaati perintah-perintah Allah, maka engkau akan bergembira saat ajalmu tiba. Tetapi jika engkau menyia-nyiakan usiamu yang adakalanya kematian datang secara tiba-tiba, maka engkau akan merasa rugi yang tidak ada batasnya, karena di

waktu pagi ada sekelompok orang yang memuji Allah dengan senang hati dan saat itu kematian tiba, maka kepastian dirimu akan terlihat dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al Qur’an setelah beberapa waktu lagi.”

Seorang yang berakal dan berilmu pasti akan mengetahui dari kitab yang singkat ini atau dari kitab-kitab yang lain yang lebih panjang keterangannya, sehingga Asy- Syadzili berkata: “Seorang sufi yang berakal yang pertama kali cukup baginya apa yang dikatakan oleh Imam Ghazali di dalam kitab Al-Bidayah. Adapun yang pertengahan cukup baginya apa yang dikatakan oleh Imam Ghazali dalam kitab Minhajul Abidin. Adapun puncaknya cukup baginya apa yang dikatakan oleh Imam Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin.”

Maksud dari ucapan Imam Ghazali di atas, hendaknya setiap orang senantiasa insyaf dan menghiasi dirinya dengan berbagai perbuatan dan sifat yang baik dan Allah tiada Tuhan selain Dia.

Sungguh beruntung seorang yang mengatakan:

“Persiapkanlah bekal yang tidak bisa engkau tinggalkan, karena setiap orang ada masa kembalinya kepada Allah. Apakah engkau rela jika sejumlah orang mempunyai bekal, sedangkan engkau tidak mempunyai bekal sedikitpun?”

Selain itu, penyair lain juga berkata:

“Aku telah melihatmu ketika engkau berada di siang hari, engkau telah menyimpang dari jalan yang lurus.”

Seorang penyair juga berkata:

“Aku akan memberi nasihat sekali dan sekali lagi, nasihat atau saran ini bermanfaat bagimu. Jika engkau lebih memilih dunia daripada akhiratmu karena kemewahannya, maka itulah pilihan yang buruk. Apabila tujuan dan upaya tidak jelas, lalu siapa yang jahat dan yang baik di antara kita? Kita dipermainkan dahan-dahan yang berdaunan yang berupa angan-angan yang tiada berbuah.”

Bait-bait puisi di atas sangat berguna bagi penduduk Yaman. Adapun Syeikh Al- Outhub Umar Al-Muhdhar bin Abdurrahman sangat mengagumi bait-bait puisi di atas. Demikian pula Syeikh Fadhal bin Abdillah At-Tarimi sangat kagum terhadap bait-bait syair ciptaan orang-orang saleh.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker