Kitab Tasauf

Terjemah Kitab Fushul Al Ilmiyah Lengkap

PASAL KETIGAPULUH ENAM :

HAKIKAT DUNIA MENGAJAK HIDUP ZUHUD Allah berfirman:

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Alif laam

miim. Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertagwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Baqarah: 1-5)

Dan firman Allah:

“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Qashash: 83)

Dan firman Allah:

“Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bagianpun di akhirat.” (QS. Asy-Syuura: 20)

Rasulullah saw. bersabda:

“Seorang yang pandai adalah seorang yang mempersiapkan dirinya dengan amal- amal kebajikan sebagai bekalnya menghadapi kematian. Sedangkan seorang yang lemah adalah seorang yang senantiasa mengikuti bujuk rayu hawa nafsunya dan berangan-angan mendapat ampunan dari Allah.”

Selain itu, Nabi saw. juga bersabda kepada Abdullah bin Umar ra:

“Jadikan dirimu di dunia ini sebagai orang asing atau sebagai seorang yang sedang lewat dalam sebuah perjalanan dan anggaplah dirimu termasuk orang yang telah mati.”

Setelah Allah menurunkan firman-Nya berikut:

“Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)?” (QS. Az-Zumar: 22)

Maka para sahabat bertanya kepada Rasulullah saw. tentang maksud dari firman

Allah tersebut, sabda beliau saw.:

“Sesungguhnya jika cahaya Islam telah dimasukkan ke dalam hati seorang, maka hatinya akan merasa lapang dan bergembira.” Tanya para sahabat: “Apakah hal itu ada tanda-tandanya?” Sabda beliau saw.: “Tandanya adalah jika seorang telah menjauhi segala kesenangan di dunia, ia kembali kepada akhiratnya dan ia bersiapsiap untuk menghadapi kematiannya sebelum ia mati.” Barangsiapa yang merenungi ayat-ayat di atas dan hadits-hadits sahih tersebut dan ucapan kaum salaf saleh dari para sahabat, maka ia makin bertambah keyakinannya kepada Allah, Rasul-Nya dan hari akhirat dan ia selalu percaya kepada janji dan ancaman Allah bagi orangorang yang ingkar dan orang-orang yang fasik, ia percaya adanya kesenangan di dalam surga bagi orang-orang mukmin yang bertakwa dan senantiasa berbuat kebaikan, ia akan mengekang dirinya dari segala kesenangan di dunia dan dari segala kesenangan yang bersifat sementara, kemudian ia berharap penuh untuk mendapatkan kesenangan abadi di akhirat yang sifatnya kekal dan bersih dari segala gangguan, ia akan bersungguh-sungguh dalam menjalankan perintah agama, akan menghabiskan seluruh waktunya untuk beribadah sehingga ia mendapat keuntungan di akhirat dan akan selamat dari murka Allah dan siksaNya. Sedikitpun ia tidak berpikir tentang kesenangan dunia, kecuali yang telah ja terima dan ia selalu mencari ilmu yang bermanfaat, mengerjakan budi pekerti yang mulia dan amal-amal yang baik yang sampai kepadanya.

Adapun seorang yang mengikuti bisikan hawa nafsu dan kesenangan hatinya, maka ia termasuk orang-orang yang lalai yang oleh Allah mereka diumpamakan sebagai binatang ternak, seperti yang disebutkan dalam firman Allah berikut:

“Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raaf: 179)

Mereka meninggalkan amal-amal kebajikan yang biasa dilakukan oleh orang-orang saleh dan mereka berlaku seperti yang dikatakan oleh Imam Syafi’i berikut:

“Siapapun yang tidak mengerti tentang dunia, maka aku akan memberitahunya tentang dunia dan aku akan menunjukkan bahwa dunia menyebabkan seorang menderita dan tersiksa, padahal dunia tidak lain adalah seekor bangkai yang menjijikkan dan ia diperebutkan oleh anjing-anjing yang mencintainya. Tetapi jika seorang menjauhinya, maka ia akan hidup selamat, tetapi jika ia berebut dunia maka ia berebut dengan anjing-anjing yang memperebutkannya.”

Seorang penyair lain berkata:

“Jika orang pandai diuji tentang dunia dan segala kesenangannya, maka ia akan melihat bahwa dunia adalah musuh yang berada di dalam selimut.”

Seorang penyair yang lain berkata:

“Jauhilah dunia dan janganlah engkau mendekatinya sedikitpun dan janganlah engkau melamarnya, karena dunia akan membunuh siapapun yang menikah dengannya. Dunia tidak dapat diharap kebaikannya, tetapi keburukannya akan tampak jika engkau perhatikan dengan benar.”

Maksud dari bait puisi di atas adalah seorang yang berakal dan kemauannya sehat, maka ia akan menjauhi dunia demi untuk menyiapkan dirinya dengan amal-amal kebajikan untuk akhiratnya, untuk mencari bekal bagi akhiratnya dan ia tidak berpaling sedikitpun  dari  akhiratnya,  kecuali  sekedar  kebutuhannya.  Ia  selalu  berusaha

mendapatkan dunia meskipun hanya sedikit dan ia sudah merasa cukup dengan apa yang dimilikinya. Ia sangat peduli pada hadits Nabi saw. berikut:

“Aku tidak peduli sedikitpun dengan dunia, karena aku menilainya bagai seorang yang bepergian di hari yang sangat panas kemudian ia berteduh di bawah sebuah pohon dan sebentar lagi ia melanjurkan perjalanannya.”

Selain itu, Nabi saw. juga bersabda:

“Andaikata dunia mempunyai nilai di sisi Allah meskipun sebesar sayap nyamuk, tentu

Allah tidak akan memberi minum kepada seorang kafir pun.” Selain itu, Nabi saw. juga bersabda:

“Dunia adalah penjara bagi seorang mukmin dan surga bagi seorang kafir.”

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker