PASAL PERTAMA :
KETERANGAN TENTANG PEMIKIRAN PARA ARIFBILLAH DAN ORANG-ORANG YANG LALAI
Pasal ini dapat membantu para Arif dan para muhaggig yang ingin membenarkan dan menguatkan keimanan dan keyakinannya, ingin ikhlas bertauhid dari segala penyakit syirik yang tersembunyi, ingin meluruskan moral yang terpuji seperti zuhud, ikhlas dan kelapangan dada bagi setiap muslim, ingin menjauhi moral yang tidak terpuji seperti rakus, riya’ dan sombong, ingin memperbaiki amal-amal kebajikan lahiriyah, ingin menjauhkan diri dari perbuatan buruk, ingin memperbaiki cara mencari sumber rejeki dan cara pengolahan harta yang diperoleh dengan cara wara’ dan berhati-hati serta mau menerima apa yang diberikan oleh Allah meskipun hanya sedikit.
Dan akhirnya dapat menggembirakan orang-orang yang mengenal Allah, karena mereka merasa cukup dan puas dengan pemberian Allah. Karena itu, mereka bersikap wara’ dan menjauhi kezaliman. Ketahuilah masalah ini baik-baik.
Masalah ini juga dapat mengingatkan orang-orang yang lalai untuk meluruskan kehidupan mereka dan membendung hawa nafsu mereka dari segala kesenangan, makanan, pakaian, pernikahan dan mengumpulkan uang serta menyimpannya. Kemudian tujuannya adalah mengingatkan mereka untuk memperbaiki ketaatan yang lahiriyah dan
ahlak mereka yang batiniyah, semuanya bertujuan untuk meneguhkan keimanan. Siapapun yang memperhatikan baik-baik pasal ini, maka ia akan mengerti dengan baik. Wallahu a’lam.
PASAL KEDUA :
HIKMAH ILAHIYAH TENTANG KEBANYAKAN MANUSIA YANG LALAI DARI HAKIKAT KEIMANAN
Andaikata semua orang berkumpul untuk membuktikan hakikat iman dan akalnya, pasti mereka akan condong kepada akhirat secara keseluruhan, mereka akan berpaling dari dunia secara keseluruhan, mereka tidak akan terpengaruh terhadap duniawi sedikitpun, kecuali sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya saja, mereka akan beranggapan bahwa dunia adalah fana dan tidak ada yang lurus sedikitpun dalam urusan dunia.
Telah ditentukan dalam takdir Allah dan kehendak-Nya bahwa dunia ini hanya berlaku sementara waktu yaitu sesuai dengan kehendak Allah bahwa dunia ini akan hancur dan fana. Karena banyak orang yang lalai tentang hakikat dunia dan segala kesenangannya yang umurnya tidak panjang, maka banyak orang yang berlomba- lomba untuk mengumpulkan harta dan menikmati berbagai kesenangan dunia serta berpaling dari akhirat. Tentunya perasaan lalai semacam itu telah disebutkan oleh salah satu sabda Nabi saw. berikut:
“Dunia adalah tempat tinggal bagi orang yang kelak tidak mempunyai tempat tinggal di akhiratnya dan dunia adalah harta bagi mereka yang tidak mempunyai harta di akhiratnya dan dunia ini tempat orang mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya yaitu orang yang tidak berakal.”
Al-Hasan Al-Bashri berkata: “Andaikata bukan karena kebodohan orang-orang yang bodoh, tentunya dunia ini tidak akan dimakmurkan oleh penduduknya.”
Seorang salaf saleh berkata: “Allah menciptakan putra Adam dalam keadaan bodoh. Jika tidak karena kebodohannya, maka tidak seorangpun merasa nikmat dalam hidupnya. Tetapi telah menjadi rahmat Allah, sehingga Allah menakdirkan sebagian dari hamba-hamba-Nya untuk mewaspadai kehidupan dunia, karena mereka telah memahami hakikat dunia yaitu fana dan sementara. Adapun orang-orang yang mengerti tentang hakikat dunia, maka mereka akan senantiasa berharap rahmat Allah dan hidup di akhirat meskipun mereka harus mengorbankan kehidupan dunianya. Orang-orang semacam itu, pasti ada di setiap masa dan di setiap tempat, tetapi jumlah
mereka tidak banyak. Karena itu, perhatikan baik-baik masalah ini karena masalah ini sangat tinggi nilainya dan di bawahnya terdapat ilmu yang mulia yang hanya diketahui oleh Allah semata.”









One Comment