Iman Kepada Risalah Nabi
و يدخل فى الإيمان بالنبي صلى الله عليه و سلم الإيمان بما جاء به و من جملة ما جاء به الكتب السماوية و الأنبياء و الرسل عليهم الصلاة و السلام فيجب علينا الإيمان بجميعهم فمن آمن بالبعض دون البعض فهو كافر
Dan termasuk iman kepada Nabi sholla Allahu ‘alaihi wa sallam adalah iman kepada apa (khabar) yang beliau datang membawanya , diantara apa (khabar) yang beliau datang dengannya adalah kitab-kitab langit , para Nabi dan para Utusan ‘alaihim ash-sholatu wa as-salam , maka wajib atas kita beriman dengan semua itu (kitab-kitab, para Nabi dan Utusan) , maka barang siapa beriman kepada sebagian (kitab-kitab atau para Nabi atau para Utusan) tanpa beriman kepada sebagian yang lain maka ia kafir
و يجب الإيمان بما وقع لهم مع أممهم من مقاساة الشدائد و إظهار المعجزات حتى بلغوا التوحيد
Dan wajib beriman kepada apa yang terjadi pada mereka (Para Rosul) bersama umatnya diantaranya adalah menanggung perkara-perkara yang berat, tampaknya mukjizat-mukjizat sehingga mereka menyampaikan ajaran Agama Tauhid
و مما جاء به صلى الله عليه و سلم الإسراء به من مكة إلى المسجد الأقصى و المعراج بالجسم و الروح
Dan diantara perkara yang didatangkan Nabi Muhammad sholla Allahu ‘alaihi wa sallam adalah Isro’ (perjalanan di waktu malam) Nabi sholla Allahu ‘alaihi wa sallam dari Makkah sampai Masjid Al-Aqsho dan Mi’roj dengan jisim dan ruhnya
و مما جاء به سؤال القبر وهو بعد انصراف الناس فيدخل على الميت ملكان يسمى أحدهما منكرا و الأخر نكيرا فيجلسانه و يسئلانه عن العقائد فق ط و يسئلان كل شخص بلسانه خلافا لمن قال كل شخص بالسريانية فيقولان له من ربك و ما دينك و ما اعتقادك و ما الذ ي مت عليه و ما تقول في هذا النبي و في رواية فى الرجل الذي بعث فيكم فيجيب الميت بحسب ما مات عليه من إيمان أو كفر
Dan diantara perkara yang didatangkan Nabi sholla Allahu ‘alaihi wa sallam adalah pertanyaan kubur yaitu setelah perginya manusia (dari memakamkan) , maka ada dua malaikat memasuki (kubur) mayit , malaikat itu yang satu dinamakan Munkar dan yang satunya lagi Nakir , keduanya mendudukkan si mayit dan menanyainya tentang ‘aqoid (keyakinan) saja , keduanya menanyai setiap orang dengan bahasa orang tersebut , hal ini berbeda dengan orang yang berpendapat bahwa keduanya menanyai setiap orang dengan bahasa suryani , maka keduanya berkata kepada si mayit : Siapa Robb (Tuhan)mu? , Apa Agamamu? , Apa I’tiqod (keyakinan)mu? , Apa yang engkau pegang saat kamu mati? , Apa pendapatmu tentang Nabi (Muhammad) ini? , dalam suatu riwayat “Apa pendapatmu tentang orang yang diutus kepada kamu? , maka mayit menjawab sesuai apa yang dipegang saat ia mati yaitu keimanan atau kekufuran.
فيقول المؤمن ربي الله و هذا النبي محمد نبيي آمنت به و بما جاء به و ديني الإسلام و يقول الكافر والمنافق لا أدر ي فيقال له لا دريت و لا تليت و يضربانه بمرزب ة من حديد لو اجتمع أهل الأرض عليها ما أقلوها فيصيح صيحة فيسمعه جميع الحيوانات إلا الثقلين رحمة بهما لأنهما لو سمعاها لذابا
Maka berkatalah orang mukmin : Tuhanku adalah Allah , Nabi Muhammad ini Nabiku ,aku beriman kepadanya dan apa yang ia datang dengannya , Agamaku Islam , sedangkan orang kafir dan orang munafiq berkata : Aku tidak tahu , maka dikatakan kepadanya : Engkau memang tidak tahu dan tidak membaca , lalu munkar dan nakir memukulnya dengan pukul dari besi yang andai saja semua penduduk bumi berkumpul untuk menggeser pukul itu niscaya mereka tidak bisa menggesernya , maka menjeritlah ia (mayit kafir atau mayit munafiq) sehingga jeritan itu didengar semua hewan kecuali jin dan manusia karena Allah mengasihinya , andai saja jin dan manusia mendengar jeritan itu niscaya keduanya hancur lebur
و السؤال مرة واحدة خلافا لمن قال أربعون
Pertanyaan kubur ini hanya sekali , berbeda dengan orang yang berpendapat empat puluh kali
و مما جاء به ضمة القبر و هي التقاء حافتيه على بعض و يكون قبل السؤال و هي في حق المؤمن الطائع نعيم و في حق الكافرو المؤمن العاصي عقاب فإنها تمزج لحمهما بعظمهما لكن الكافر أشد من المؤمن العاصي
Dan diantara perkara /kabar yang didatangkan Nabi sholla Allahu ‘alaihi wa sallam adalah adanya jepitan kubur yaitu bertemunya dua pinggirannya , ini terjadi sebelum terjadinya pertanyaan kubur , jepitan ini kenikmatan bagi seorang mukmin yang taat , siksaan bagi orang kafir dan orang mukmin yang durhaka, jepitan kubur membuat daging keduanya bercampur aduk dengan tulang-tulangnya , akan tetapi lebih berat / menyakitkan bagi orang kafir daripada orang mukmin yang durhaka
و مما جاء به البعث و الحشر و البعث هو إحياء الأموات و إخراجهم من قبورهم و الحشر هو السوق للخلق جميعا الى الموقف للحساب و الموقف هو المحشر
Dan diantara perkara /kabar yang didatangkan Nabi sholla Allahu ‘alaihi wa sallam adalah adanya kebangkitan dan dikumpulkan . Kebangkitan adalah dihidupkannya orang-orang yang mati dan dikeluarkan dari kuburnya , sedangkan dikumpulkan adalah digiringnya makhluk menuju mauqif untuk dihisab , mauqif adalah mahsyar / tempat berkumpul
و مما جاء به أخذ العباد صحفهم و منه حساب الله للعباد على ما وقع منهم و هو بحسب الأعمال فيكون يسيرا في حق المطيعين و عسيرا في حق الكفار و عصاة المؤمنين
Dan diantara perkara /kabar yang didatangkan Nabi sholla Allahu ‘alaihi wa sallam adalah adanya pengambilan lembaran-lembaran catatan amal para hamba , Dan diantara perkara /kabar yang didatangkan Nabi sholla Allahu ‘alaihi wa sallam adalah adanya hisab / perhitungan Allah pada hambanya menurut apa yang terjadi dari mereka , hisab itu tergantung amal perbuatan mereka , maka hisab itu mudah bagi orang-orang yang taat kepada Allah , sulit bagi orang-orang kafir dan orang-orang mukmin yang durhaka
و منه وزن الأعمال أو صحفها وهو الصحيح في ميزان واحد حقيقي له قصبة ولسان و كفتان لو اجتمع في إحداهما السموات و الأرض لوسعتهما إحداهما و هي التي توزن فيها الحسنات من نور و الأخر ى التي توزن فيها السيئات من ظلمة
Dan diantara perkara /kabar yang didatangkan Nabi sholla Allahu ‘alaihi wa sallam adalah adanya penimbangan amal atau penimbangan lampiran-lampiran catatan amal , -penimbangan lampiran-lampiran catatan amal ini yang shohih- pada satu timbangan yang sesungguhnya , yang terdapat cagak/tiang , lisan/lidah (pedoman neraca) dan dua telapak (daun neraca) , seandainya langit dan bumi berkumpul pada salah satu telapak (daun neraca)nya niscaya telapak(daun neraca) itu dapat memuat keduanya , di telapak(daun neraca) timbangan itu amal kebaikan terbuat dari cahaya ditimbang dan di telapak yang satunya lagi amal kejelekan terbuat dari kegelapan dtimbang
و منه الشفاعة العظمى له صلى الله عليه و سلم في فصل القضاء و بعد ذالك تشفع الأنبياء و الأولياء و سائر الصالحين و الآباء في أولادهم والأولاد في آبائهم فقد ورد أن الولد يقف على باب الجنة فيقول لا أدخلها إلا و معي والدي و للنبي شفاعات عديدة
Dan diantara perkara /kabar yang didatangkan Nabi sholla Allahu ‘alaihi wa sallam adalah adanya syafa’at ‘udhma bagi Beliau sholla Allahu ‘alaihi wa sallam saat fashlul qodlo’ dan setelah itu pemberian syafa’at oleh para Nabi , para Wali , orang-orang sholih , para bapak pada anak-anak mereka , para anak pada bapak-bapak mereka , karena telah kuwarid (sampai) hadits yang menjelaskan bahwa seorang anak berdiri di depan pintu surga berkata : Aku tidak akan memasukinya kecuali bersama orang tuaku , dan bagi Nabi Muhammad sholla Allahu ‘alaihi wa sallam syafa’at-syafa’at yang banyak (bermacam-macam)









One Comment