و اعلم أنه يجب على كل مكلف أن يعرف الرسل المذكورين فى القرآن تفصيلا و هم خمسة و عشرون رسولا يجب على كل مكلف أن يعرفهم تفصيلا بمعنى أنه لو سئل عن واحد منهم يجيب بأنه رسول فإن نفى رسالة
واحد منهم فلا خلاف فى كفره بالإجماع و أما إن قال لا أعرفه أو لا أعرف أنه رسول فقيل بكفره و عليه أكثر العلماء و قيل بعدم كفره و عليه الأقل منهم
Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya wajib atas setiap mukallaf (‘aqil baligh) mengenal Para Rosul yang di sebutkan didalam Al-Qur an secara terperinci , mereka berjumlah dua puluh lima (25) Rosul , wajib atas setiap mukallaf mengenal mereka secara terperinci dengan makna andaikan ia di tanya tentang salah seorang dari mereka maka ia bisa menjawab bahwa seseorang tersebut adalah seorang Rosul , maka jika ia mentiadakan kerosulan salah satu di antara mereka maka tidak ada perbedaan pendapat dikalangan para ‘Ulama akan kafinya ia , adapun jika ia mengatakan “Aku tidak mengenalnya” atau “Aku tidak mengenal bahwa ia adalah Rosul” maka dikatakan akan kafirnya ia dan berpegang dengan pendapat ini kebanyakan ‘Ulama , dan dikatakan akan tidak kafirnya ia dan berpegang dengan pendapat ini sedikit dari para ‘Ulama
و قد نظمهم بعضهم في قوله؛ حتم على كل ذ ي تكليفِ معرفة :: بأنبياء على التفصيل قد عُلموا في تلك حجتنا منهم ثمانية :: من بعد عشر و يبقى سبعة و هم إدريس هود شعي ب صال و كذا :: ذو الكفل آدم بالمختار قد خُتتموا فهؤلاء الخمسة و العشرون يجب الإيمان بهم تفصيلا
Sebagian ulama menadhomkan mereka pada syairnya :
Wajib atas setiap orang mukallaf mengenal :: Para Nabi secara terperinci , mereka telah diketahui pada ayat “fii tilka hujjatuna” , diantara mereka delapan orang :: setelah sepuluh orang dan tinggallah tujuh orang , mereka adalah
Idris , Hud , Syu’aib , sholih , begitu pula :: Dzul kifli dan Adam , mereka ditutup oleh Nabi Pilihan
Mereka berjumlah dua puluh lima orang yang wajib di imani secara terperinci Tambahan keterangan:
Yang di maksud ayat “fii tilka hujjatuna” adalah Surat Al-An’am ayat 83-86 , dalam ayat tersebut disebutkan 18 nama-nama para Nabi
83. Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya Rabbmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (QS. 6:83)
84. Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Ya’qub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, dan Harun. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik, (QS. 6:84)
85. dan Zakaria, Yahaya, ‘Isa, dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang saleh, (QS. 6:85)
86. dan Ismail, Ilyasa’, Yunus, dan Luth masing-masingnya kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya), (QS. 6:86)
87. (dan Kami lebihkan pula derajat) sebagian dari bapak-bapak mereka, keturunan mereka, dan saudara-saudara mereka. Dan Kami telah memilih mereka (untuk menjadi nabi-nabi dan rasul-rasul) dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus. (QS. 6:87)
88. Itulah petunjuk Allah yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. (QS. 6:88)
89. Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka kitab, hikmat (pemahaman agama) dan kenabian. Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya (yang tiga macam itu), maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak mengingkarinya. (QS. 6:89)
90. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: “Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al-Qur’an(”. Al-Qur’an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk segala umat. (QS. 6:90)
Sedangkan 7 nama nabi selain yang 18 tersebut disebutkan secara terpisah-pisah









One Comment