3. Tabligh
الصفة الثالثة الواجبة لهم عليهم الصلاة و السلام تبليغ ما أمروا بتبليغه للخلق من الأحكام معناه أن الذي أوحاه الله إلى الرسل ثلاثة أقسام
Sifat yang ke tiga yang wajib bagi Para Rosul -‘alaihim ash-sholatu wa as-salam- adalah Tabligh/ menyampaikan apa yang mereka diperintahkan untuk menyampaikannya kepada makhluk yaitu hukum-hukum , maknanya adalah bahwa sesungguhnya apa yang di wahyukan Allah kepada Para Rosul ada tiga bagian.
قسم أمرهم الله تعالى بعدم تبليغه و هذا مختص بهم لا يجوز لهم تبليغه
Yang pertama adalah wahyu yang mana Allah memerintahkan kepada mereka untuk tidak disampaikan , ini adalah sesuatu/wahyu yang khusus buat mereka , tidak boleh bagi mereka menyampaikannya kepada umat
و قسم خيرهم الله تعالى فيه و هذا يجوز لهم فيه التبليغ و تركه
Yang ke dua adalah wahyu yang mana Allah memberikan pilihan kepada mereka , yang ini bagi mereka boleh menyampaikan kepada umat dan boleh tidak menyampaikan kepada umat
و القسم الثالث أمرهم بتبليغه و هذا القسم قد بلغوه للخلق و لم يكتموا منه شيئا
Yang ke tiga adalah wahyu yang mana Allah memerintahkan mereka agar mereka sampaikan kepada umat , yang ke tiga ini mereka telah menyampaikan kepada umat dan mereka tidak menyembunyikannya sedikitpun
و الدليل على ثبوت التبليغ لهم عليهم الصلاة و السلام أن تقول إذا لم يبلغوا لكتموا و لو كتموا لكنا مأموين بكتمان العلم لأن الله أمرنا بات باعهم فقال في حق نبينا عليه الصلاة و السلام و اتبعوه لعلكم تهتدون و لا يصح أن نؤمر بكتمان العلم لأن كاتم العلم ملعون و إثم و الله لا يأمر بالفحشاء فبطل ما أد ى إليه و هو كتمانهم و ثبت نقيضه و هو المطلوب
Dalil tetapnya sifat Tabligh bagi mereka -‘alaihim ash-sholatu wa as-salam- adalah dapat kamu katakan : Jika mereka tidak menyampaikan niscaya mereka menyembunyikan , jika mereka menyembunyikan niscaya kita diperintahkan menyembunyikan ‘ilmu karena Allah memerintahkan kita untuk mengikuti mereka , Allah berfirman pada hak Nabi kita -‘alaih ash-sholatu wa as-salam- “Dan ikutlah kamu kepada Rosul agar kamu mendapat petunjuk” , dan tidaklah sah kita diperintahkan untuk menyembunyikan ‘ilmu karena orang yang menyembunyikan ‘ilmu itu di laknat dan dosa , sedangkan Allah tidak memerintahkan perkara jelek , maka batallah apa yang menyampaikan kepada kitmanul ‘ilmi yaitu menyembunyikannya mereka (Para Rosul) dan tetaplah sebaliknya (yaitu Tabligh) dan ini yang dicari
و إذا ثبت لهم التبليغ استحال عليهم الكتمان الذ ي هو ضد التبليغ
Dan jika telah tetap bagi Para Rosul sifat Tabligh maka mustahillah sifat Kitman (menyembunyikan perkara/wahyu yang harus di sampaikan) yang mana sifat kitman adalah kebalikannya sifat tabligh
4. Fathanah
و الصفة الرابعة الواجبة لهم عليهم الصلاة و السلام الفطانة أ ى الحذق و الدليل على ثبوت الفطانة لهم عليهم الصلاة و السلام أنه لو انتفت عنهم الفطانة لم يقدروا على إقامة الحجة على الخصم لكن إقامة الحجة على الخصم دل عليها القرآن الشريف فى مواضع كثيرة و إقامة الحجة لا تكون إلا من الفطن فثبتت لهم الفطانة و إذا ثبتت لهم الفطانة استحال عليهم البلادة التي هي ضد الفطانة فهذا ما يجب و ما يستحيل في حق الرسل عليهم الصلاة و السلام
Sifat yang ke empat yang wajib bagi Para Rosul -‘alaihim ash-sholatu wa as-salam- adalah Fathonah (cerdas) yakni cerdas , sedangkan dalil akan tetapnya sifat Fathonah bagi Para Rosul -‘alaihim ash-sholatu wa as-salam- adalah sesungguhnya jika sifat fathonah tidak ada pada mereka niscaya mereka tidak akan mampu menegakkan hujjah (argumentasi) atas lawan-lawannya , akan tetapi menegakkan hujjah (argumentasi) atas lawan-lawannya telah ditunjukkan Al-Qur an yang Mulia di tempat yang banyak , menegakkan hujjah (argumentasi) tidak ada kecuali dari orang yang cerdas , maka tetaplah bagi mereka sifat fathonah (cerdas) , dan jika telah tetap bagi mereka sifat fathonah maka mustahil atas mereka sifat Baladah (bodoh , dungu , bebal) yang mana sifat baladah adalah lawannya sifat fathonah , inilah apa yang wajib dan apa yang mustahil yang ada pada hak Para Rosul -‘alaihim ash-sholat wa as-salam- .









One Comment