Kitab Tauhid

Kitab Fathul Majid Terjemahan Indonesia

Jaiz Pada Rasul

و أما الجائز في حقهم عليهم الصلاة و السلام فأمر واقع وهو وقوع الأعراض البشريه التي لا تؤد ي إلى نقص في مراتبهم العلية و ذالك كالنكاح و الأكل و الشرب و المرض

Dan adapun sifat jaiz (boleh) yang ada pada hak para Rosul ‘alaihim ash-sholatu wa as-salam- adalah sesuatu yang terjadi yaitu terjadinya sifat-sifat kemanusiaan yang tidak sampai mengurangi derajat kedudukan mereka yang tinggi , seperti nikah , makan , minum dan sakit

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم أشدكم بلاء الأنبياء ثم الأولياء ثم الأمثل فالأمثل

Rosulullah sholla Allahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Orang yang paling berat cobaannya adalah Para Nabi , kemudian Para Wali , kemudian orang dibawahnya , lalu orang dibawahnya lagi

و الدليل على جواز وقوع الأعراض البشرية بهم عليهم الصلاة و السلام مشاهدة وقوعها بهم لمن عاصرهم و بلوغ ذالك بالتواتر لغيره و أيضا هم دائما يترقون فى المراتب العلية و وقوع الأمراض بهم مثلا زيادة في مراتبهم العلية و لأجل أن يتسلى بهم غيرهم و يعرف العاقل أن الدنيا ليست دار جزاء لأحبائه تعالى إذ لو كانت دار جزاء لم يصبهم شيء من كدوراتها فهو زيادة في علو مراتبهم عليهم الصلاة و السلا م

Sedangkan dalil akli atas boleh terjadinya sifat-sifat kemanusiaan pada diri Para Rosul -‘alaihim ash-sholatu wa as-salam- adalah disaksikan terjadinya sifat-sifat tersebut pada diri Para Rosul bagi orang-orang yang semasa dengan mereka dan sampainya hal tersebut dengan mutawatir bagi selain mereka , lagi pula mereka (Para Rosul) terus-menerus meningkat kedudukannya yang tinggi , sedangkan terjadinya sakit pada mereka (Para Rosul) umpamanya adalah tambahan mulia bagi kedudukan mereka yang tinggi dan agar selain mereka merasa ada yang sama dan agar orang yang berakal tahu bahwa dunia in bukanlah tempat pembalasan amal bagi kekasih-kekasihnya Allah ta’ala , karena jika dunia ini adalah tempat pembalasan amal niscaya tidak akan mengenai mereka sesuatu apapun dari kotornya dunia , maka terjadinya sifat-siifat kemanusiaan tersebut adalah tambahan kemuliaan bagi tingginya kedudukan mereka (Para Rosul) -‘alaihim ash-sholatu wa as-salam

فتلك خمسون عقيدة بأدلتها يجمعها قولنا لا إله إلا الله محمد رسول الله إذ معنى لا إله إلا الله لا مستغني عن كل ما سواه و مفتقر إليه كل ما عداه إلا الله تعالى فمعناها مركب من شيئين

Maka itulah 50 Aqidah disertai dalil-dalil aklinya yang terkumpul dalam ucapan kita “LAA ILAAHA ILLAA ALLAH MUHAMMAD ROSULULLAH” (Tiada Tuhan selain Allah , Muhammad Utusan Allah) , karena makna kalimah Laa ilaaha illaa Allah adalah Tiada yang tidak membutuhkan kepada yang lain dan tiada dzat yang selainnya membutuhkan kepadanya

kecuali Allah ta’ala , maka makna Laa ilaaha illaa Allah disusun dari dua perkara tersebut

و المستغنى عن كل ما سواه لا يكون إلا موجودا قديما باقيا قائما بنفسه مخالفا للحوادث منزها عن كل نقص و ذالك يوجب له السمع و البصر و الكلام و كونه سميعا و بصيرا و متكلما فهذه إحدى عشرة صفة لو انتفت واحدة منها لم يكن مستغنيا بل يكون مفتقرا إليها ليتكمل بها

Dzat yang tidak membutuhkan kepada yang lain itu tidak ada kecuali Ia Maha Ada , Maha Dahulu , Maha Kekal , Maha berdiri dengan Dzatnya sendiri ,Menyelisihi perkara-perkara baru (makhluk) dan dibersihkan dari setiap kekurangan , dan yang demikian mengharuskan baginya mempunyai sifat Sama’ (mendengar) , Bashor (melihat) , Kalam (bersabda) dan Adanya Ia Maha Mendengar , Maha Melihat dan Maha Berfirman , maka sifat-sifat ini semuanya berjumlah 11 sifat , andaikan tiada satu sifat saja maka Ia bukanlah Dzat yang tidak membutuhkan kepada yang lain akan tetapi dzat yang membutuhkan kepada sifat-sifat tersebut agar ia sempurna dengannya

و المفتقر إليه كل ما عداه لا يكون إلا واحدا له قدرة و إرادة و علم و حياة و كونه قادرا و مريدا و عالما و حيا و هذه تسع صفات تضم إلى الإحد ى عشرة فيكون الجميع عشرين صفة

Sedangkan Dzat yang membutuhkan kepadaNya setiap sesuatu selainNya tidaklah ada kecuali Ia Maha Esa yang mempunyai sifat Qudroh (Kuasa) , Irodah (Kehendak) , Ilmu (Pengetahuan) dan Hayah (Hidup) , dan adanya Ia Maha Kuasa , Maha Berkehendak , Maha Mengetahui dan Maha Hidup , Sifat-sifat ini berjumlah 9 sifat yang ditambahkan kepada 11 sifat diatas sehingga semuanya berjumlah 20 sifat.

و إذا ثبت له تلك العشرون انتفت عنه أضدادها

Dan jika telah tetap bagi Allah 20 sifat tersebut maka hilanglah dari Allah lawannya 20 sifat-sifat tersebut

و يؤخذ من الشيء الأول و هو الإستغناء عن كل ما سواه تنزهه عن الأغراض و إلا لزم افتقاره إلى ما يح ص لِِ غرضه و يؤخذ منه أيضا أنه لا يجب عليه فعل شيء من الممكنات و لا تركه و إلا كان مفتقرا لذالك الشيء ليتكمل به

Dan diambil dari perkara yang pertama (yaitu tidak butuhnya Allah kepada selainNya ) bersihnya Ia dari aghrodl (maksud=tujuan) , jika tidak niscaya tetaplah butuhnya Ia kepada apa yang menghasilkan ghordu (maksud = tujuan) nya , dan diambil darinya juga bahwa Ia tidak wajib atasNya melakukan sesuatu hal-hal yang mumkin dan tidak pula wajib atasnya meninggalkannya , jika tidak demikian niscaya Allah membutuhkan sesuatu tersebut agar ia menjadi sempurna dengannya

و يؤخذ من الشيء الثانى حدوث جميع العالم إذ لو كان شيء منه قديما لكان ذالك الشيء مستغنيا عنه تعالى

Dan diambil dari perkara yang kedua barunya semua alam semesta , karena jika ada sesuatu dari alam semesta yang qodim (tanpa permulaan) niscaya sesuatu tersebut tidak membutuhkan Allah ta’ala

و يؤخذ منه أيضا أنه لا تأثيرا لشيء من الكائنات في أثر ما و إلا لزم أن يستغني ذالك الأثر عن مولانا جل و عز

Dan diambil pula dari perkara yang ke dua (selain Allah butuh kepada Allah) bahwasanya tidak ada ta’tsir (pengaruh) bagi apapun dari makhluk-makhluk yang ada pada atsar (pengaruh) apapun , jika tidak demikian niscaya tetaplah bahwa atsar (pengaruh) tersebut tidak membutuhkan Allah Jalla wa ‘Azza

هذا ما اندرج تحت لا إله إلا الله

Inilah apa yang termasuk dibawah kalimah Laa ilaaha illaa Allah

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker