Kitab Tauhid

Kitab Fathul Majid Terjemahan Indonesia

4. Mukhalafatuhu Lil Hawaditsi

الصفة الرابعة الواجبة له تعالى المخالفة للحوادث أ ى المخلوقات أ ى لا يماثله شئ من المخلوقات لا في ذاته و لا في صفاته و لا في أفعاله أ ى إن ذات الله عز و جل ليست جرما كذات المخلوقات وصفاته تعالى ليست كصفات المخلوقات حادثة مخصوصة و أفعاله ليست كأفعال المخلوقات مكتسبة ليس كمثله شيئ أ ى ليس مثل ذاته و صفاته شيئ

Sifat yang ke empat yang wajib bagi Allah ta’ala adalah Mukholafatuhu lil hawaditsi / Berbeda dengan perkara baru yakni makhluk , yakni tidaklah menyerupai Allah sesuatu dari makhluk-maklukNya baik pada DzatNya , sifatNya ,dan perbuatan-perbuatanNya , yakni sesungguhnya Dzat Allah ‘azza wa jalla bukan jirim/benda seperti dzat makhluk-makhlukNya , sifat Allah ta’ala tidaklah seperti sifat-sifat makhluk yang bersifat baru yang dikhususkan , perbuatan Allah seperti perbuatan-perbuatan makhluk yang dapat diusahakan , tiada meyerupaiNya sesuatu , yakni tiada sesuatu menyerupai DzatNya dan sifatNya

و الدليل على وجوب مخالفته تعالى للحوادث أنه لو ماثل شيئا منها فى الذات و الصفات و الأفعال لكان حادثا مثلها لأنما جاز على أحد المثلين جاز على الآخر و يلزم الدور و التسلسل و كلاهما محال لأنه تعالى قد وجب له القدم و إذا وجب له القدم انتفى له الحدوث و إذا انتفى عنه الحدوث حصل المطلوب وهو مخالفته تعالى للحوادث و إذا ثبت له المخالفة للحوادث استحال عليه المماثلة التى هى ضد المخالفة للحوادث

Dalil atas wajibnya sifat mukholafah/berbedanya Allah dengan makhluk-makhlukNya adalah jika Allah menyerupai sesuatu dari makhlukNya pada dzat , sifat dan perbuatan maka Allah pasti baru/makhluk yang menyamai/serupa dengan mereka, karena sesungguhnya sesuatu yang boleh atas salah satu dua perkara yang sama/serupa adalah boleh juga bagi yang lain/satunya lagi , dan tetaplah daur (berputar) dan tasalsul (mata rantai tiada habisnya) , sedangkan keduanya (daur dan tasalsul) adalah perkara muhal/tidak mungkin karena Allah telah tetap baginya sifat qidam (dahulu) dan jika telah tetap baginya sifat qidam maka hilanglah sifat huduts (baru/makhluk) dan jika telah hilang/tiada dari Allah sifat huduts maka hasillah apa yang dicari yaitu mukhlafah/berbedanya Allah dengan makhluk-makhlukNya dan jika telah tetap bagiNya sifat mukholafah lil hawaditsi maka muhal/mustahil atas Allah mumatsalah/menyerupainya Allah dengan makhluk-makhlukNya yang mana al-mumatsalah lilhawaditsi adalah lawannya sifat al-mukholafah lilhawaditsi

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker