Bab III Sifat Wajib, Muhal Dan Jaiz Allah S.W.T
1. Wujud
فالأولى من الصفات الواجبة له تعالى الوجود وقد اختلف فيه فقيل هو غير الموجود فعلي هذا فهو حال اى واسطة بين الوجود و العدم و قيل عين الموجود بمعنى أنه ليس زائدا على ذات الموجود بحيث يكون له تحقق فى الخارج كالذات بحيث لو كشف عنا الحجاب نراه كصفات المعاني
Maka (pembahasan ) yang pertama dari sifat-sifat wajib bagi Allah ta’ala adalah Sifat “wujud” , sesungguhnya telah diperselisihkan tentang sifat wujud ini maka ada qil yang mengatakan : sifat wujud itu bukan dzatnya maujud (Allah) , maka berdasarkan qil ini maka sifat wujud adalah hal yakni wasithoh/penengah antara wujud / ada dan ‘adam/tidak ada , dan ada qil lagi wujud adalah maujud itu sendiri (Allah) dengan makna bahwa sesungguhnya wujud bukanlah tambahan atas Dzatnya Maujud (Allah) , sekira ada pembuktian diluar seperti dzat , sekira andai dibuka dari kita hijab/penghalang maka kita akan melihat wujud ‘ainul wujud (Allah) seperti sifat-sifat ma’aniy
و إنما هو أمر اعتبار ي يتعقل فى الذهن زيادة على تعقل الذات و ليس المراد بكونه عين الموجود كونه عينا حقيقة بل المراد انه لا يلاح ظ فى الخارج زيادة
على ملاحظة الذات بل يلاحظ فى الذهن فقط فهو صفة له تعالى بدليل أن علماء التوحيد أقامو عليه الدليل ولو كان عين الذات لم يقيموا عليه دليلا
Sifat wujud itu hanyalah perkara/masalah ungkapan saja yang dapat diakal dalam hati sebagai tambahan memikirkan dzat , yang dikehendaki bukanlah adanya sifat wujud itu maujud itu sendiri adalah adanya secara hakiki , akan tetapi yang dikehendaki adalah tidak dilihat diluar sebagai tambahan atas melihat dzat tetapi dilihat dihati saja , maka sifat wujud adalah sifat Allah ta’ala dengan dalil bahwa para Ulama menegakkan dalil atasnya , andai sifat wujud adalah dzat maujud itu sendiri maka para ulama tidak akan menegakkan dalil atasnya
و هل يجب على المكلف الجزم بأن الوجود عين الذات أو غيرها أو لا يجب
Apakah wajib jazam/mantap atas mukallaf bahwa wujud adalah dzat itu sendiri atau bukan dzat atau tidak wajib jazam
الجواب أنه لا يجب
Jawaban: Tidak wajib jazam
إنما الواجب عليه الجزم بأن وجوده تعالى واجب لا يقبل الإنتفاء ووجوده تعالى من غير مادة و من غير واسطة بمعنى أنه لم يؤثر أحد في وجوده تعالى بل وجوده لذاته بمعنى أنه لم يفتقر إلى من يوجده و ذاته اقتضت وجوده بمعنى أنه لم يوجد هو نفسَه
Adapun yang wajib hanyalah jazam/meyakini dengan mantap bahwa wujudnya Allah ta’ala adalah perkara yang wajib/pasti yang tidak menerima tidak ada , wujud Allah ta’ala tidak dari asal/tanpa asal/tanpa unsur dan tanpa perantara dengan makna sesungguhnya tidak ada seseorang yang mempengaruhi /menjadi sebab terhadap adanya Allah ta’ala akan tetapi adanya Allah karena DzatNya dengan makna sesungguhnya Allah tidak membutuhkan kepada seseorang yang mengadakanNya , dan Dzat Allah adalah sebab adanya Allah dengan makna sesungguhnya Allah tidak menciptakan diriNya
ثم أن وجوده تعالى قد شهد به كل موجود فلا ينكره إلا من طمس الله على بصيرته كالدهرية و هم فرقة ينكرون وجود الصانع و يقولون إن هي إلا أرحام تدفع و أرض تبلع و ما يهلكنا إلا الدهر أي الزمان فينسبون الإهلاك للدهر فلذا سموا الدهرية فويل لهم من العذاب الشديد
Kemudian sesungguhnya Adanya Allah ta’ala benar-benar disaksikan oleh setiap yang ada , maka tidaklah mengingkari adanya Allah kecuali orang yang dihapus bashiroh/mata hatinya oleh Allah seperti Kaum DAHRIYYAH , mereka adalah Firqoh yang mengingkari adanya sang Pencipta dan mereka mengatakan : Ini semua hanyalah rahim-rahim yang melahirkan dan bumi yang menelannya, tidak merusak kami kecuali DAHR/masa yakni zaman/waktu , maka mereka menisbatkan merusak kepada masa , maka dari itu mereka dinamakan kaum DAHRIYYAH , maka celaka bagi mereka karena Adzab/siksa yang sangat berat









One Comment