Kitab Tauhid

Kitab Fathul Majid Terjemahan Indonesia

و من الجائز الذي يجب اعتقاده رؤية المؤمنين لله عز و جل في الآخرة أ ي يجب على كل مكلف أن يعتقد أن رؤيته تعالى جائزة لاممتنعة لأن الله تعالى علق رؤيته على استقرار الجبل في قوله تعالى “فإن استقر مكانه فسوف تراني” و أثبتها في قوله “وجوه يومئذ ناضرة إلى ربها ناظرة” و استقرار الجبل جائز لا ممتنع فالمعلق عليه و هو الرؤية جائز لأن المعلق على الجائز جائز لكن رؤيته تعالى من غير كيف أى من غير صورة كرؤية بعضنا بعضا و من غير انحصار في جهة تعالى الله عن ذالك علوا كبيرا

Diantara perkara yang jaiz (boleh terjadi dan boleh tidak terjadi) adalah melihatnya orang-orang mu’min kepada Dzat Allah ‘azza wa jalla di akherat , yakni “wajib atas setiap mukallaf meyakini bahwa sesungguhnya melihat Dzat Allah ta’ala adalah perkara yang boleh terjadi , tidak ada yang mencegah kebolehannya” karena Allah ta’ala menggantungkan melihat Dzat Allah kepada tetapnya gunung pada firmanNya “Maka jika gunung itu tetap pada tempatnya maka engkau (Musa ‘alaih as-salam) akan melihatKU” (QS.Al-A’rof:143) dan Allah menetapkan adanya melihat Allah pada firmanNya “Wajah-wajah (orang-orang mu’min( pada hari itu berseri-seri. Kepada Rabbnya mereka melihat. (QS.Al-Qiyamah:22-23) , tetapnya gunung pada tempatnya adalah perkara jaiz (boleh/mungkin terjadi dan tidak terjadi) tidak yang mecegah ke-jaiz-annya , perkara yang digantungkan kepadanya -yaitu melihat Allah- adalah perkara jaiz karema mu’allaq atas perkara jaiz adalah perkara jaiz , akan tetapi melihat kepada Dzat Allah tanpa kaif -yakni- tanpa gambaran seperti melihatnya kita kepada orang lain dan tanpa di batasi pada suatu arah , Maha Luhur Allah dari semua itu.

و نفى الرؤية المعتزلة قبحهم الله تعالى

Sedangkan kaum mu’taziah -qobbahahum Allahu ta’ala- menafikan adanya melihat Allah ta’ala

و من الجائز عليه تعالى إرسال جميع الرسل عليهم الصلاة و السلام بفضله لا بطريق الوجوب عليه تعالى لأنه تعالى لا يجب عليه شيء كما مر و الدليل على أن فعل الممكنات أو تركها جائز في حقه تعالى أن تقول قد اتفِق على جواز الممكنات فلو وجب عليه تعالى فعل شيء منها لانقلب الجائز واجبا و لو امتنع عليه فعل شيء منها لانقلب الجائز مستحيلا و انقلاب الجائز واجبا أو مستحيلا باطل فبطل ما أدى إليه و هو وجوبها أو امتناعها و ثبت جوازها و هو المطلوب

Di antara perkara jaiz atas Allah ta’ala adalah mengutus para Rosul ‘alaihim as-sholatu wa as-salam karena anugerahnya , tidak karena jalan wajib atas Allah ta’ala , karena Allah ta’ala tidak wajib atasNya berbuat sesuatu apapun sebagaimana telah lewat pebahasannya , Dalil bahwa berbuat mumkinat atau meninggalkan adalah perkara jaiz pada hak Allah ta’ala dapat kamu ucapkan : Telah disepakati bolehnya perkara mumkin maka seandainya wajib atas Allah ta’ala melakukan sesuatu dari mumkinat niscaya berubahlah jaiz menjadi wajib dan jika Allah tidak mau berbuat sesuatu dari mumkinat niscaya berubahlah jaiz menjadi mustahil sedangkan berubahnya jaiz mejadi wajib maupun menjadi mustahil adalah perkara bathil maka batallah apa yang menyampaikannya yaitu wajibnya mumkinat dan mustahilnya dan tetaplah jawaznya mumkinat dan itu yang dicari .

فقد بان لك ما يجب و ما يستحيل و ما يجوز في حقه تعالى بالدليل القطعي فاحرص عليه

Maka telah jelas bagimu apa yang wajib , apa yang mustahil dan apa yang jaiz pada hak Allah ta’ala dengan dalil qoth’iy , maka semangatlah atas dalil qoth’iy

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker