12. Bashar
الصفة الثانية عشرة الواجبة له تعالى البصر وهو صفة له تعالى أزلية موجودة قائمة بذاته تعالى ينكشف له بها كل موجود
Sifat yang ke dua belas yang wajib bagi Allah Ta’ala adalah sifat Bashor (melihat) , sifat Bashor adalah sifat Bagi Allah Ta’a’a , Azaliy (ada tanpa permulaan) , yang Ada , berdiri dengan Dzat Allah Ta’ala , inkisyaf (jelas) bagi Allah dengan sifat itu setiap perkara yang maujud (ada)
فهي متعلقة بكل موجود من ذوات و أصوات على التحقيق و يجب علينا الإيمان بذالك و إن كنا نجهل كيفية التعلق فيبصر بصره ببصره لأنه من جملة الموجودات و غير ذالك و بصره تعالى ليس بحدقة و لا أجفان و لا يطر أ عليه ما يضره كالعمى لأن ذالك من صفات الحوادث و بصره تعالى لا يشغله عن سمعه و لا سمعُه عن بصره بل يبصر الشيء و يسمعه في آن واحد بخلاف الحوادث فإن بصرهم يشغلهم عن سمعهم و سمعُهم يشغلهم عن بصرهم
Maka sifat Bashor (melihat)nya Allah berhubung dengan setiap perkara yang maujud/ada yaitu diantaranya dzat-dzat dan suara menurut tahqiq (nyataake , jawa) , Dan wajib atas kita beriman kepada itu walaupun kita tidak tahu kaifiyahnya ta’alluq , maka dari itu Allah melihat sifat Bashor/penglihatanNya dengan sifat BashorNya , karena sifat bashorNya termasuk al-maujuudat (perkara yang ada) dan juga Allah melihat selain sifat BashorNya , Sifat BashorNya Allah Ta’ala tidaklah dengan hadaqoh /pandangan (theleng , jawa)
maupun ajfan/kelopak mata (telapukan , jawa) dan tidak kedatangan sesuatu yang membahayakan seperti buta , karena bisa kedatangan buta termasuk sifat-sifat hawadits (makhluk) , Sifat Bashor Allah tidak menyibukkan Allah dari sifat mendengarnya Allah , begitu pula sifat Mendengarnya Allah tidak menyibukkanNya dari sifat melihatnya Allah , akan tetapi Allah melihat sesuatu sekaligus mendengarnya pada waktu yang sama , berbeda dengan makhluk karena penglihatan mereka menyibukkan mereka dari pendengaran mereka , begitu pula pendengaran mereka menyibukkan mereka dari penglihatan mereka
و اعلم أنه قد تقدم أن كلا من السمع و البصر متعلق بكل موجود و لك ن الإنكشاف بالسمع غير الإنكشاف بالبصر كما أن الإنكشاف بالعلم غير الإنكشاف بهما و لا يعلم حقيقة ذالك إلا الله تعالى
Ketahuilah bahwa telah lalu penjelasan bahwa masing-masing sifat Sama’ (mendengar) dan Bashor (melihat) ta’alluq (berhubung) dengan setiap yang maujud (yang ada) , akan tetapi inkisyaf (jelas) dengan sifat Sama’ bukanlah inkisyaf dengan sifat Bashor , sebagaimana inkisyaf dengan sifat ‘Ilmu (mengetahui) bukanlah inkisyaf dengan kedua sifat itu dan tidak mengetahui hakekatnya inkisyaf kecuali Allah Ta’ala
و اعلم أن تعلق السمع و البصر بالنسبة للحوادث قبل وجودها تعلق صلوحي قديم و بعد وجودها تعلق تنجيز ي حادث و أما بالنسبة لذاته تعالى و صفاته فتعلق تنجيز ي قديم بمعنى أن ذاته تعالى أزلا منكشفة له بسمعه و بصره
Ketahuilah bahwa ta’alluq (berhubung)nya sifat Sama’ dan bashor dengan dinisbatkan kepada hawadits (makhluk) sebelum adanya hawadits dinamakan Ta’alluq shuluhiy Qodim dan sesudah adanya hawadits disebut ta’alluq Tanjiziy Hadits , adapun di nisbatkan kepada Dzatnya Allah Ta’ala dan Sifat-sifatNya maka dinamakan Ta’alluq Tanjiziy Qodim dengan makna bahwa Dzat Allah Ta’ala pada Azaliy (tanpa permulaan) inkisyaf (jelas) bagi Allah dengan sifat Sama’ dan sifat BashorNya
و الدليل على ثبوت البصر له تعالى الكتاب قال تعالى و الله بصير بما يعملون ، إن الله سميع بصير و أيضا إذا لم يكن بصيرا لكان أعمى و العمى نقص و النقص عليه تعالى محال فثبت له البصر و إذا ثبت له البصر استحال عليه العمى الذي هو ضد البصر
Dalil atas tetapnya sifat Bashor bagi Allah Ta’ala adalah Kitab Allah , Allah Berfirman : Allah Maha Melihat apa yang mereka lakukan , (Allah berfirman:) Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat , dan lagi pula jika Allah tidak maha melihat niscaya Allah buta , sedangkan sifat buta adalah sifat cacat , sedangkan sifat cacat muhal atas Allah , maka tetaplah bagi Allah sifat Bashor (melihat) , jika telah tetap bagi Allah sifat Bashor maka mustahillah atas Allah sifat ‘amaa (buta) yang mana sifat ‘amaa adalah lawannya sifat Bashor (melihat)









One Comment