Kitab Tauhid

Kitab Fathul Majid Terjemahan Indonesia

11. Sama’

الصفة الحادية عشرة الواجبة له تعالى السمع وهو صفة له تعالى أزلية موجودة قائمة بذاته تعالى متعلقة بجميع الموجودات من ذوات و أصوات فيسمع ذاته بسمعه و يسمع صفاته بسمعه و يسمع سمعه بسمعه و غير ذالك من كل موجود فسمعه تعالى ينكشف له به كل موجود فيسمع بسمعه الأصوات و الذوات على التحقيق

Sifat yang ke sebelas yang wajib bagi Allah ta’ala adalah sama’ / mendengar , sifat sama’ adalah sifat bagi Allah ta’ala , yang azaliy , ada , berdiri dengan Dzat Allah ta’ala , berhubung dengan semua yang ada yaitu dzat-dzat dan suara-suara , maka Allah mendengar DzatNya dengan sifat sama’Nya , Allah mendengar sifat-sifatNya dengan sifat sama’Nya , Allah mendengar sifat sama’Nya dengan sifat sama’Nya , dan lain-lain dari setiap apa yang ada , maka sifat sama’nya Allah inkisyaf/menjadi jelas bagiNya setiap perkara yang ada , maka Allah mendengar dengan sifat sama’Nya suara-suara dan dzat-dzat dengan tahqiq/nyata

فإن قيل تعلق سمعه بالأصوات ظاهر و أما تعلقه بالذوات فغير ظاهر فالجواب أنه يجب علينا الإيمان بأن سمعه تعالى متعلق بكل موجود من ذات و أصوات و إن كنا لا نعلم ذالك فكيفية التعلق مجهولة لنا و سمعه تعالى ليس بأذن و لا صماخ كسمع الحوادث بل هو معنى قائم بذاته تعالى لا يطر أ عليه علة تمنعه من السمع كالصمم لأن ذالك من صفات الحوادث

Jika dikatakan : Ta’alluq/berhubungnya sifat sama’ / mendengarnya Allah dengan suara itu jelas , sedangkan ta’alluq / berhubungnya sifat sama’ / mendengarnya Allah dengan dzat itu tidak jelas” , maka jawabnya : sesungguhnya kita wajib beriman bahwa sesungguhnya sifat sama’ / mendengarnya Allah berhubung/ta’alluq dengan setiap yang maujud (ada) yaitu dzat dan suara walaupun kita tidak mengetahui itu , maka kaifiyah (bagaimana) ta’alluqnya itu majhul (tidak diketahui) oleh kita , sifat sama’ / mendengarnya Allah tidak dengan telinga maupun lubang (pendengaran) sebagaimana pendengarannya makhluk , akan tetapi sifat sama’ Allah adalah makna yang berdiri dengan dzat Allah yang tidak kedatangan ‘illat(cacat) yang bisa mencegahnya dari mendengar seperti ‘illat (cacat) berupa shomam (tuli) , karena yang demikian (mendengar yg bisa kedatangan cacat) termasuk sifat-sifat makhluk

و الدليل على ثبوت السمع له تعالى الكتاب و السنة قال تعالى و هو السميع البصير و قال صلى الله عليه و سلم إنكم لا تدْعون أصم و لا غائبا إنكم تدْعون سميعا قريبا مجيبا و أيضا إذا لم يكن سميعا لكان أصم و الصمم نقص و النقص عليه محال فثبت له السمع و إذا ثبت له السمع استحال عليه الصمم الذ ي هو ضد السمع

Dalil atas tetapnya sifat sama’ bagi Allah Ta’ala adalah Kitab dan sunnah , Allah berfirman : Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat , Rosulullah sholla Allahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Sesungguhnya kamu tidaklah menyembah Tuhan yang tuli dan ghoib , sesungguhnya kamu menyembah Tuhan yang Maha Mendengar , Maha Dekat dan Maha mengijabahi , lagi pula jika Allah tidak maha mendengar maka Allah tuli , sedangkan tuli mustahil atas Allah , maka tetaplah bagiNya sifat sama’ (mendengar) , dan jika telah tetap bagiNya sifat sama’ (mendengar) maka mustahil atasNya sifat tuli , yang mana sifat shomam (tuli) adalah lawannya sifat sama’ (mendengar)

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker