Sifat-sifat Allah yang wajib diketahui/diimani sekurang: kurangnya 20 (dua puluh) sifat.
- WUJUD (Ada).
Allah wajib ada-Nya/ Allah pasti ada-Nya. Mustahil (tidak bisa jadi) kalau Allah itu tidak ada.
Tanya: Bisakah alam dan sesuatu ini terjadi dengan sendirinya?
Akal menjawab : Tidak bisa jadi.
Tanya : Kalau tidak bisa, lalu siapakah yang menciptakan alam dan sesuatu ini?
jawab : Yang menciptakannya tentu yang Ada.
Tanya : Siapakah nama-Nya?
Jawab : Nama-Nya tidak ada yang tahu kecuali Dia sendiri. Tapi Dia ada mempunyai beberapa utusan, maka dari utusan-Nya itu.kita akan tahu tentang nama-Nya. Selain itu ada pula nama-Nya sebagai gelar atau jabatan-Nya.
Tanya : Siapa-siapa utusan-Nya dan apa kata utusan itu tentang Yang Maha Ada?
Jawab : Utusan-Nya yang terakhir adalah Muhammad Saw. Menurut kata utusan itu, nama-Nya si Maha Ada ialah Allah. Suatu nama Zat-Nya sendiri.
Tanya : Dapatkah dijamin kebenaran kata dari si UtusanNya itu?
Jawab : Tentu. karena sejarah telah membuktikan tentang pribadi utusan-Nya itu, seorang yang selalu benar, terpercaya, cakap dan berterus terang dalam penyampaian berita, memiliki watak dan sifat terpuji sepanjang hidupnya.
Tanya : Apakahpembuktian sejarahitu dapatpula dijamin kebenarannya’.
Jawab : Pembuktian kebenaran sejarah dibuktikan dengan perjalanan sejarahitu sendiri. Dalam perjalanan sejarah itu tidak ada satu bantahan apa pun yang menunjukkan ketidakbenaran tentang kehadiran, keterpujiannya, kebesaran jiwanya, kepemimpinan dan kemuliaan pribadi Muhammad Saw. Malah dalam perjalanan sejarah banyak bukti-bukti yang meyakinkan.
Tanya : Adakah bukti autentik (tertulis) tentang hal tersebut?
Jawab : Bukti autentik yang tidak pernah berubah katakata dan isinya, semenjak 14 abad ini ialah Al’ Ouran. Kata-kata dan isinya sampai hari ini tetap bermutu, up to date/hangat dan tidak pernah basi.
Tanya : Lalu apa kesimpulan anda tentang ini. ‘
Jawab : Allah pasti Adanya (Wujud).
- QIDAM (Sedia Ada, tidak berawal dan tidak berakhir)
Adanya Allah Pasti Sedia, Tidak Berawal dan Tidak Berakhir, tidak ada pangkal dan tidak ada ujungnya. Akal sehat tidak dapat menerima kalau Dia berawal atau berakhir nantinya. Bila Dia ada awalnya, tentu ada yang lebih awal lagi begitu seterusnya laksana lingkaran. Hal itu tidak bisa jadi. Kalau ada yang mendahuluinya, tentu satu saat diapun akan berakhir atau musnah. Kalau Dia bisa musnah,. tidak mungkin dapat menciptakan alam dan segala isinya ini.
- BAQO’ (Kekal Abadi)
Allah Yang Maha Ada Itu Pasti Kekal Abadi. Tidak bisa jadi kalau Dia bisa berubah-ubah atau satu waktu bisamusnah. Kalau bisa berubah-ubah dan bisa musnah, apa bedanya dengan benda-benda yang ada ini yang selalu mengalami perubahan.
- MUKHOLAFATUHU LIL HAWADITS (Berbeda atau tidak sama, dengan sesuatu yang baru)
Allah pasti berbeda dan tidak sama dengan sesuatu yang baru.
Alam semesta ini dan segala isinya dinamakan sesuatu yang baru (hawadits) karena dia “diciptakan”. Baru dalam artian dibandingkan dengan si “Pencipta”. Si Penciptpasti “lebih dahulu” (godim) daripada yang dicipta-Nya. Kedua-duanya pasti tidak sama dan pasti tidak akan pernah sama.
- OIYAMUHU TA’ALA BINAFSIHI ‘(Berdiri Allah Ta’ala dengan sendirinya)
Allah berdiri sendiri, tidak memerlukan kawan berunding dan bermusyawarah dan tidak pula memerlukan bantuan kepada siapa pun dan apa pun juga. Kalau ada kawanberunding tentu mempunyai kedudukan yangsama, atau setidak-tidaknya bisa terpengaruh oleh kata-kata si kawan tadi. Hal ini pasti tidak bisa jadi, mustahil adanya.
- WAHDANIYAT (Esa/Tunggal tidak terbilang)
Allah tunggal tidak ada sekutu bagi-Nya. Yang Maha Ada itu pasti tunggal/Esa. Kalau Dia lebih dari satu berarti ada saingan dan pasti akan ada kongkurensi. Hal ini tidak bisa jadi.
- OUDRAT (Kuasa)
Allah memiliki kekuasaan yang tidak terbatas. Kekuasaan-Nya adalah mutlak, kalau Dia tidak kuasa bagaimana mungkin Dia bisa berbuat, mencipta, mengatur dan sebagainya. Kekuasaan manusia ini amatlah terbatas termasuk makhluk lainnya, dibatasi oleh ruang dan waktu serta keadaan yang sukar untuk diatasi.
- IRADAT (Kehendak)
Kehendak Allah itu pasti terjadi. Makhluk ini juga mempunyai kehendak, tetapi belum tentu semua kehendaknya dapat terjadi. Sudah tentu kehendak Allah tidak bisa dipersamakan sebagaimana kehendak makhluk.
- ILMU . (Pengetahuan)
Pengetahuan Allah amat luas dan tidak terbatas. Kalau Dia tidak berpengetahuan, mungkinkah terjadi ala sesuatu ini? Tentu tidak akan terjadi.
Mustahil kalau Allah itu bodoh. Adapun pengetahuan manusia dan makhluk lain, bagaimana pun juga pintarnya, namun tetap ada batasnya. Sedang Allah Yang Maha Ada, justru Dialah yang menciptakan akal dan pengetahuan.
- HAYAT (Hidup)
Kehidupan Allah adalah abadi. .
Hidup yang tidak pernah dan tidak akan mati. Kalau Allah itu bisa mati, berarti sama dengan makhluk yang diciptakan-Nya, hal ini mustahil adanya.
- SAMA” (Mendengar)
Pendengaran Allah amat nyata.
Pendengaran-Nya tidak terpengaruh oleh jarak dan keadaan. Pendengaran manusia malah sebaliknya. Meskipun telapak kaki semut pasti akan didengar-Nya.
- BASHAR (Melihat)
“Penglihatan Allah terang dan jelas. Tidak ada satupun yang.tersembunyi dari penglihatan-Nya, meskipun ulat di dalam batu, hatta sekecil atom sekalipun di mana pun adanya. Kemampuan pandang dan lihat yang ada pada makhluk, justru ciptaan-Nya.
- KALAM (Berkata-kata)
Pembicaraan/perkataan Allah tidak terpengaruh oleh susunan huruf dan bunyi. Pembicaraan dan perkataan. Nya tidak berupa huruf dan bunyi, karena bila berupa huruf danbunyi berarti Allah dipengaruhi oleh susunan huruf dan nada. Mustahil Allah bisa terpengaruh oleh apa pun juga,
- OODIRUN (Yang Maha Kuasa)
- MURIDUN (Yang Maha Berkehendak)
- ‘ALIMUN (Yang Maha Tahu)
- HAYYUN (Yang Maha Hidup)
- SAMIUN (Yang Maha Mendengar)
- BASHIRUN (Yang Maha Melihat)
- MUTAKALLIMUN ( Yang Maha berkata-kata).
Sifat-sifat yang mencakup Kemuliaan-Nya (Jalal), Keindahan-Nya (Jamal), Kegagah Perkasaan-Nya (Oohhar) dan kesempurnaan-Nya (Karnal) amatlah banyak, sesuai dengan kedudukan-Nya sebagai Maha Pencipta.
Tidak ada satupun yang melekat pada-Nya sifat-sifat kekurangan, kelemahan, kebodohan, kejelekan dan keterbatasan seperti yang dimiliki oleh manusia dan makhluk-makhluk lain di alam semesta ini.
Maha Suci dan Maha Tinggilah Allah jalla jalaluhu.









One Comment