Kitab Tauhid

Terjemahan Kitab Ad Durrun Nafis

Penjelasan tentang rasa

Di dalam risalah tulisan tangan yang ada pada saya, berhijrat tahun 1320 H. tanpa nama, di sana tercantum keterangan tentang.rasa, yang dibagi dengan tiga istilah: 1) rasa yang terperi, 2) rasa yang terperikan, dan 3) rasa tajalli. .

Dilain penjelasan rasa itu dibagi dengantigabagian, 1) rasa jasmani, 2) rasa rohani, dan 3) rasa nurani. Identik dengan istilah.di atas.

  1. a) rasa jasmani, ialah rasa manis, pahit, asin, asam, dan sebagainya.
  2. b) rasarohani,ialah rasa gembira, sedih, bingung, rasa tenang dan. sebagainya.
  3. c) rasa nurani, ialah kebenaran, rasa bertuhan, rasa kemerdekaan, rasa yakin dan sebagainya.

Yang paling dalam Di antara tiga macam rasa ini adalan rasa nurani. Di sinilah sasaran pembicaraan dalam Kitab Durrun-Nafis ini.

Ketiga nama rasa tersebut pada dasarnya dapat dibedakan pada pembicaraan tetapi tidak bisa dipisahpisahkan.

Apabila pengamatan seseorang terhadap masalah Ketuhanan sampai kepada tingkat “rasa nurani” misalnya terhadap rasa kebenaran, maka orang tersebutakan mempertahankannya meskipun harus berkorban nyawanya sendiri. Kalaupun harus jadi korban tidaklah mereka berkeluh kesah, tidak bergoyang pendiriannya, tidak pula merasa takut dan gentar sedikitpun jua.

Mereka inilah yang Allah maksudkan dalam firmanNya: “Ala Anna Awliyaallahi Lakhaufun ‘Alaihim Walahum Yahzanun” (Ketahuilah, bahwa sesungguhnya para Awliya Allah itu tidak merasa takut dan gentar). .

Mempertahankan kebenaran yang bersifat duniawi semata-mata dan untuk kepentingan dunia, maka kebenaran yang demikian bukanlah kebenaran yang hakiki dan bukan pula kebenaran mutlak. Korban dalam keadaan demikian berarti, berkorban karena dunia adalah suatu kerugian yang besar.

Adapun pengorbanan karena Allah, berarti berkorban, demi kebenaran Allah semata-mata, maka berkorban demikian namanya “berkorban karena Allah”. Inilah Para Awliya. :

Harap diikuti kembali uraian selanjutnya dalam Kitab Durrun Nafis tentang karomah dan sholawat.

KAROMAH

Saya (Syekh Muhammad Nafis) ingin menyelesaikan Kitab ini dengan ucapan Imam Ghazali r.a. dalam Kitab Minhajul ‘abidin, perlu saya kemukakan bahwa Allah akan menganugerahkan terhadap hamba yang selalu taat kepadaNya, tetap berkhidmatkepadaNyaserta benar-benar menjalankan segala hukum-hukumNya selama hidup, sepanjang jalan Tasawuf ini, hamba itu akan mendapat 40 (empat puluh) macam karomah, 20 diantaranya didapat di dunia, dan 20 lainnya akan didapat di akhirat. ‘ .

Macam karomah yang didapat dunia adalah:

  1. Allah selalu ingat kepada si hamba yang demikian dan Allah memberikan pujian kepadanya, selama si hamba itu ingat dan memuji Allah.
  1. Allah Jalla Jalaluhu menyatakan terima kasih kepada si hamba itu, Allah besarkan pula pengaruhnya. Dapatlah anda rasakan bagaimana kalau sesama hamba bisa saling berterima kasih, saling menghargai, konon lagi kalau terima kasih dan penghargaanitu dari Allah yang Maha Awwal dan Maha Akhir.
  1. Mendapat karunia kasih-cinta, Allah (mahabbah). Betapa rasanya bila anda dikasihi dan dicintai oleh raja atau atasan anda yang dengan itu anda akan mendapatkan manfaat kapan saja dan di mana saja, konon lagi bila anda mendapatkan kasih cinta Allah SWT.
  1. Allah SWT, meng-iakan apa pun yang hendak dilakukannya

5, Allah selalu memberikanpertolongan dan menjaganya terhadap musuh-musuhnya dan memeliharanya dari segala macam kejahatan.

  1. Allah selalu menjamin rezekinya dalamsetiap keadaan tanpa dicari dengan susah payah.
  1. Allah terangkan hati dan perasaannya menghadapi segala rnacam perubahan dan pergantian apa punjuga.
  1. Allah berikan kemuliaan dan tidaklah ia tunduk kepada dunia, malah hormat dan tunduk kepadanya segala raja-raja.
  1. Tinggi himmah (kemauan) tanpa cacat cela karena pengaruh dunia, tidak pula terpengaruh dia dengan segala macam keindahan duniawi.
  1. Kaya hatinya, lebih kaya daripada orangkayaharta, selalu baik keinginannya dan lapang dada, tidak menangis karena lapar, dan tidak berduka karena papa-miskin.
  1. Bercahaya hatinya dan dengan cahaya itu selalu mendapat petunjuk yang benar, petunjuk ilmu dan rahasia-rahasia (asrar) yang halus yang bagi orang lain memerlukan umur lanjut bila hendak mendapatkannya.
  1. Lapang dada dan cemerlang mata hatinya dalam menanggapi segala macam kesulitan dunia dan kesulitan orang lain, malah orang lain itu datang kepadanya mengemukakan kesulitan mereka hadapi.
  1. Manusia-manusia yang kejam dan kasar, orang-orang baik atau tidak memberikan penghormatan karena wibawanya.
  1. Semua orang mencintainya, mendengar kata-katanya, sebagaimana firman Allah:

Artinya : “Allah jadikan rasa kasih sayang untuk mereka.”

  1. Banyak Orang yang meminta berkatnya,dan mengambil berkat pula terhadap segala ucapannya.
  1. Dalam satu saat (jarak waktu yang cepat) hendak ke mana ia mau, di tanah ataupun udara, tidaklah merupakan kesulitan buat mereka.
  1. Tunduk segala binatang-binatang yang bagaimana pun juga, menurut segala perintahnya. Dikatakan bahwa Abul Hasan Al-Yamani bila mencari kayu api disertai oleh seekor harimau.
  1. Memiliki anak kunci bumi, bila ia ingin air yang memancar, di padang pasir sekalipun akan terjadi.
  1. Menjadi pemimpin dan ikutan orang banyak, menjadi wasilah bagi orang-orang yang berhajat, orang-orangpun tunduk khidmat kepadanya. .
  1. Mustajab segala doanya, siapa yang meminta dan berhajat melalui dia akan terkabul, siapa saja yang memohon syafaatnya akan didapat. Inilah semua karomah yang didapatnya di dunia

Tentang karomah yang didapatnya di akhirat adalah sebagai berikut:

  1. Allah memudahkan baginya pada waktu sakaratul maut, karena su’ul khatimah (kesakitan pada akhir hidupnya) adalah sesuatu yang paling ditakuti oleh semua Awliya dan Para Nabi sehingga Rasulullah Muhammd Saw. sendiri berdoa:

Artinya :

“Ya Allah mudahkan bagiku pada waktu sakaratil maut.”

Kemudahan itu adalah laksana meminum air yang manis dan nyaman ketika dahaga.

Sebagaimana firman Allah SWT.:

Artinya :

“Merekalah yang diwafatkan oleh Malaikat maut dalam keadaan baik. Malaikat itu berkata kepada mereka “salamun ‘alaikum” sejahteralah atas anda.” –

  1. Tetap dalam makrifat dan iman, karena kematian itulah akhir dari segala keluh kesah dan akhir dari segala tangis dan kesedihan.

Sebagaimana firman Allah:

Artinya :

“Allah tetapkan terhadap orang yang beriman dengan kata yang tetap yaitu kalimah La Ilaha Illallah Muhammadurrasulullah dalam kehidupan dunia dan akhirat.”

  1. Pada waktu sakaratul maut mendapat berita yang menyenangkan tentang dirinya, sebagaimana firman Allah dalam Al-Our’an:

Artinya :

“Janganlah anda takut dan gentar dan bergembiralah anda dengan surga yang disediakan buat anda.”

  1. Kekal di dalam surga dan sekampung dengan Allah Ar-Rahman.
  1. Rohnya disambut oleh para Malaikat dengan penuh kebesaran dan kemuliaan, banyak manusia yang menyembahyangkannya untuk mendapat pahala dari pada Allah.
  1. Lepas dari pertanyaan di dalam kubur.
  1. Diluaskan kuburnya dan bercahaya-cahaya, sedang ia merasakan di dalam kubur sebagai suatu kebun yang indah dan permai merupakan kebun surga hingga hari kiamat.
  1. Tenang dan gembira rohnya berada dalam perut “thuyur” (burung) di ‘Arasy Allah Ta’ala, berkumpul dengan kawan-kawannya yang sholeh sambil bersenda gurau dengan gembira.
  1. Dibangkitkan menuju alam mahsyar dengan upacara kebesaran, kemuliaan dan keindahan, malaikat membawakan mahkota dan pakaian yang indah serta kendaraan yang tercepat.
  1. Putih mukanya penuh cahaya, sebagaimana firman Allah:

Artinya :

“Pada hari itu, wajah mereka bersinar terang, ketawa ria penuh kegembiraan.”

  1. Aman dari pada huru hara hari kiamat. Seperti firman Allah:

Artinya :

“Atau orang-orang yang datang hari Kiamat dengan aman sentosa.”

  1. Mendapat buku catatan amal di pihak kanan, bahkan sebagian tidak memerlukan buku catatan.
  1. Lepas dari segala hisab dan hitungan, sedikit-dikitnya dihitung atau dihisab dengan suatu keringanan.
  1. Berat timbangan amal baiknya, bahkan ada yang tanpa ditimbang.
  1. Meminum air kolam Rasulullah Saw. yang menghilangkan haus dan dahaga selama-lamanya.
  1. Tidak ada kesulitan meniti Shirotal Mustagim dengan cepat tanpa terdengar guruh api neraka.
  1. Diberi hak untuk memberi syafaat pada hari kiamat, sebagaimanajuga diberikan haksyafaat kepada Para Nabi dan Para Rasul. :
  1. Kekal dalam surga dengan penuh kebesaran.
  1. Selalu mendapat keridlaan, aman sentosa.
  1. Berjumpa dengan Allah dalam suatu perjumpaan ‘ yang paling indah, tanpa batas dan tanpa dapat digambarkan.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker