Allah berfirman : “Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak Kami tinggalkan seorangpun dari mereka. Dan mereka akan dibawa ke hadapan Tuhanmu dengan berbaris. Sesungguhnya kamu datang kepada Kami, sebagaimana Kami menciptakan kamu pada kali yang pertama; bahkan kamu mengatakan bahwa Kami sekali-kali tidak akan menetapkan bagi kamu waktu (memenuhi) perjalanan.” (Qs. Al Kahfi : 47-48)
Allah berfirman : “(Yaitu) pada hari bumi terbelah-belah menampakkan mereka (lalu mereka ke luar) dengan cepat. Yang demikian itu adalah pengumpulan yang mudah bagi Kami.” (Qs. Qaaf : 44)
Rasulullah saw bersabda : “Seseorang akan meninggal dunia sesuai dengan cara hidupnya dan ia akan dibangkitkan sesuai dengan keadaan matinya.”
Nabi saw bersabda : “Kelak manusia akan dibangkitkan dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang, tidak berpakaian, kaum wanita bercampur baur dengan lelaki.” Aisyah ra berkata : Betapa buruknya, satu sama lain akan saling berpandangan! Nabi saw menjawab : “Keadaan saat itu lebih dahsyat bagi mereka daripada menginginkan hal itu.”
Nabi saw bersabda : “Kelak manusia akan dibangkitkan dalam keadaan yang paling lapar, paling haus, telanjang dan paling payah, barangsiapa yang memberi makan karena Allah, maka Allah akan memberinya makanan, barangsiapa yang memberi minum karena Allah, maka Allah akan memberinya minum, barangsiapa yang memberi pakaian karena Allah, maka Allah akan memberinya pakaian dan barangsiapa yang berbuat karena Allah, maka Allah akan mencukupinya, jika mereka telah keluar dari kubur mereka, mereka diperintah untuk berjalan ke tempat perkumpulan. Dikatakan : “Bahwa ia adalah tanah yang penuh berkah dan tanah suci di Syam, kemudian mereka digiring oleh para malaikat ke tempat itu.”
Telah diriwayatkan bahwa Allah swt akan memunculkan api dari inti bumi Aden, kemudian api itu akan menggiring manusia menuju ke tanah mahsyar, ada yang berpendapat : “Api dimunculkan dari Barhut sebuah lembah berada di dataran rendah Hadramaut, api itu akan berjalan mengikuti mereka dan berpindah bersama mereka, baik sore hari maupun di pagi hari dan ia berjalan seperti jalannya seekor unta, di saat itulah nampak pada manusia amal yang saleh akan mengikuti pelakunya dan selalu bersamanya untuk menghiburnya, barangsiapa yang buruk amalannya ia akan ditakut-takuti dan dicela, bisa jadi amalan itu akan menaikinya dan memaksanya untuk memikulnya, Allah berfirman : “Sambil mereka memikul dosa – dosa di atas punggungnya . Ingatlah , amatlah buruk apa yang mereka pikul itu.” (Qs. Al An’aam : 31)
Allah berfirman : “Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban (dosa) mereka, dan beban-beban (dosa yang lain) di samping beban-beban mereka sendiri, dan sesungguhnya mereka akan ditanya pada hari kiamat tentang apa yang selalu mereka ada-adakan.” (Qs. Al Ankabut : 13) Dan setiap orang akan datang bersama malaikat penjaganya yang selalu mencatat amal perbuatannya semasa hidupnya di dunia, Allah berfirman : “Dan datanglah tiap-tiap diri, bersama dengan dia seorang malaikat, penggiring dan seorang malaikat penyaksi.” (Qs. Qaaf : 21)
Dan akan nampak bagi orang-orang yang bermaksiat perbuatan buruk yang mereka lakukan di dunia yang ketika mereka mati sedangkan mereka belum bertaubat kepada Allah atas perbuatan itu.
Bahkan diriwayatkan bahwa para pemakan riba’ perut mereka akan membesar hingga terkadang mereka bangun dan terkadang terjatuh karena besarnya perut mereka, sedangkan para pezina kemaluan mereka akan membesar hingga mereka menyeretnya di atas tanah, sedangkan para peminum-minuman keras akan dibangkitkan sambil membawa gelas minuman keras di tangan mereka, para pembohong, orang orang yang suka membicarakan keburukan orang lain dan tukang adu domba kelak lidah mereka akan memanjang terjulur sampai dada mereka, adapun orang yang enggan berzakat kelak harta mereka akan menjelma menjadi ular-ular yang besar yang meliliti mereka. Sedangkan orang-orang yang sombong akan dibangkitkan menyerupai semut kecil yang akan diinjak-injak oleh orang yang baik dan jahat, serta masih banyak yang lainnya.
Allah berfirman : “Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka.” (Qs. Ar Rahman : 41)
Disebutkan dalam hadits : “Sesungguhnya kelak manusia akan dibangkitkan dalam tiga golongan ada yang berkendaraan, ada yang berjalan di atas kaki dan di atas wajah mereka.”
Nabi saw bersabda : “Sesungguhnya yang menjalankan mereka di atas kaki dapat menjalankan mereka di atas wajah mereka.”
Diriwayatkan dari hadits Muadz bin Jabal ra berkata : “Aku pernah bertanya : “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu mengenai firman Allah : “Yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok.” (Qs. An Nabaa’ : 18)
Nabi saw menjawab : “Wahai Muadz bin Jabal, sesungguhnya engkau telah menanyakan suatu perkara yang sangat besar, kemudian beliau saw menangis dan berkata : “Kelak di kalangan umatku akan dibangkitkan sepuluh golongan yang berbeda-beda, Allah telah memisahkan mereka dari golongan kaum muslimin, Ia telah merubah wujud mereka, ada yang berwujud kera, ada yang berwujud babi, ada yang terbalik kaki mereka berada di atas dan wajah mereka diseret di atasnya, ada yang buta sedang mondar mandir, ada yang bisu tuli tidak mengerti apa-apa, ada yang melipat lidah mereka yang terjulur sampai dada, air nanah mengalir dari mulut mereka dan orang-orangpun merasa jijik terhadap mereka, ada yang tangan dan kaki mereka terputus, ada yang tersalib pada tiang neraka, ada yang lebih busuk dari bangkai dan ada yang memakai pakaian terbuat dari ter (aspal) yang sangat panas.
Adapun yang berwujud kera adalah kaum wanita yang suka mengadu domba, adapun yang berwujud babi adalah yang suka memakan barang haram dan menarik pajak, adapun yang kepala dan wajah mereka terbalik adalah para pemakan riba, adapun yang buta adalah yang tidak adil dalam memberi putusan hukum, adapun yang tuli dan bisu adalah yang merasa takjub terhadap amal perbuatan mereka, sedangkan yang melipat lidah mereka adalah para ulama dan para hakim yang mana ucapan mereka bertentangan dengan perbuatan mereka, adapun yang terputus tangan dan kaki mereka adalah orang-orang yang suka mengusik tetangga, adapun yang tersalib pada tiang-tiang neraka adalah orang orang yang suka melapor orang lain kepada penguasa, adapun yang lebih busuk dari bangkai adalah orang-orang yang menikmati kelezatan duniawi sedangkan mereka tidak mengeluarkan hak Allah dari harta mereka, adapun yang memakai pakaian aspal adalah orang-orang sombong yang suka membanggakan diri.” Hadits ini disebutkan oleh Al Imam Qurtubi dalam kitab Tadzkirah.
Rasulullah saw bersabda : “Kelak manusia akan dibangkitkan di atas tanah putih cemerlang bagaikan putih telur yang bersih tiada tanda bagi siapapun di dalamnya.”
“Kelak manusia akan dibangkitkan di satu dataran yang terbuka akan terdengar seruan dari malaikat yang menyeru mereka dan tidak ada yang luput dari pandangan mata para malaikat itu.”
Itulah tempat di hari kiamat tatkala seluruh makhluk baik itu jin, manusia, setan, binatang ternak dan binatang buas semuanya berkumpul di sana, kemudian para Malaikat as turun kepada mereka atas perintah Allah, para malaikat mengelilingi mereka barisan demi barisan hingga tiada jalan untuk melarikan diri bagi orang-orang yang dhalim, Allah berfirman : “Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menebus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan. (Qs. Ar Rahman : 33-35)
Sampai pada firman-Nya : “Dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (daripadanya).” (Qs. Ar Rahman : 35)









One Comment