Penutup Umur Ini
Wahab bin Munabih berkata : “Ketika Musa as membaca lempengan (taurat) beliau menjumpai di dalamnya keutamaan umat Muhammad saw.
la bertanya : “Wahai Tuhan, siapakah umat Muhammad yang aku dapati dalam lempengan taurat ini ?”
Allah swt menjawab : “Merekalah umat Ahmad, mereka rela menerima rezki sedikit yang Aku berikan kepada mereka dan Aku rela menerima dari mereka amalan yang sedikit, Aku masukkan salah seorang dari mereka ke dalam surga hanya dengan bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah.”
Ia berkata : “Sesungguhnya aku dapati dalam lempengan taurat sebuah umat kelak di hari kiamat mereka akan dibangkitkan sedangkan wajah mereka bagai bulan purnama, jadikanlah mereka sebagai umatku.”
Allah swt berkata : “Mereka adalah umat Ahmad kelak di hari kiamat aku bangkitkan mereka dalam keadaan wajah, leher dan kaki mereka bercahaya karena bekas wudhu dan sujud.”
Ia berkata : “Wahai Tuhan, sesungguhnya aku dapati dalam lempengan taurat sebuah umat yang mana selendang mereka pada punggung mereka, pedang mereka di pundak mereka, mereka orang-orang yang bertawakkal dan penuh keyakinan, mereka bertakbir di puncak tempat ibadah mereka, mereka berjihad dengan segala kesungguhan hingga mereka akan memerangi Dajjal jadikanlah mereka sebagai umatku.”
Allah swt berkata : “Mereka adalah umat Ahmad.”
la berkata : “Wahai Tuhan, sesungguhnya aku dapati dalam lempengan taurat sebuah umat dalam sehari semalam mereka shalat lima waktu, terbagi lima waktu di siang hari, pintu-pintu langit terbuka untuk mereka dan rahmat turun atas mereka, jadikanlah mereka sebagai umatku.”
Allah swt menjawab : “Mereka adalah umat Ahmad.”
la berkata : “Wahai Tuhan, sesungguhnya aku dapati dalam lempengan sebuah umat yang mana bumi menjadi tempat sembahyang dan bersuci mereka, mereka dihalalkan mendapatkan harta rampasan perang, jadikanlah mereka umatku.”
Allah swt berkata : “Mereka adalah umat Ahmad.”
la berkata : “Wahai Tuhan, sesungguhnya aku dapati dalam lempengan taurat sebuah umat yang berhaji untuk-Mu di Baitul Haram, mereka tidak mendapat apapun di tempat itu, mereka menangis tersedu-sedu dan mereka bertalbiyah dengan suara serentak, jadikanlah mereka sebagai umatku.”
Allah swt berkata : “Mereka adalah umat Ahmad.”
Ia bertanya : “Lalu apa yang Engkau berikan kepada mereka atas perbuatan ini?”
Allah swt berkata : “Aku tambahkan ampunan untuk mereka dan Aku memberi mereka syafaat untuk orang-orang di belakang mereka.”
Ia berkata : “Wahai Tuhan, sesungguhnya aku dapati dalam lempengan taurat sebuah umat yang tidak mengerti apa apa, impian mereka sedikit sekali, mereka memberi makan hewan tunggangan, mereka meminta ampun atas dosa-dosa mereka, seorang dari mereka mengangkat sesuap makanan ke mulutnya, tidaklah makanan itu sampai masuk ke dalam perut melainkan ia telah diampuni, ia memulainya dengan menyebut nama-Mu dan mengakhirinya dengan memuji-Mu, jadikanlah mereka sebagai umatku.”
Allah swt berkata : “Mereka adalah umat Ahmad.”
Ia berkata : “Wahai Tuhan, sesungguhnya aku dapati dalam lempengan taurat sebuah umat yang kelak di hari kiamat lebih dahulu masuk surga sedangkan mereka adalah yang paling terakhir diciptakan, wahai Tuhan jadikanlah mereka sebagai umatku.”
Allah swt berkata : “Mereka adalah umat Ahmad.”
la berkata : “Wahai Tuhan, sesungguhnya aku dapati dalam lempengan taurat sebuah umat kitab suci mereka ada dalam hati dan mereka membacanya, jadikanlah mereka sebagai umatku.”
Allah swt berkata : “Mereka adalah umat Ahmad.”
la berkata : “Wahai Tuhan, sesungguhnya aku dapati dalam lempengan taurat sebuah umat, bila seorang dari mereka berniat melakukan satu kebaikan tetapi tidak sempat melakukannya, maka akan dicatat satu kebaikan untuknya, bila ia melakukannya akan dituliskan sepuluh kali lipatnya sampai tujuh ratus kali lipat, jadikanlah mereka sebagai umatku.”
Allah swt berkata : “Mereka adalah umat Ahmad.”
la berkata : “Wahai Tuhan, sesungguhnya aku dapati dalam lempengan taurat sebuah umat tidak seorang dari mereka berniat melakukan kejelekan tetapi tidak sempat ia lakukan, maka tidak dituliskan dosa untuknya dan bila ia melakukannya hanya ditulis satu kejelekan saja, jadikanlah mereka sebagai umatku.”
Allah swt berkata : “Itulah umat Ahmad.”
la berkata : “Wahai Tuhan, sesungguhnya aku dapati dalam lempengan taurat sebuah umat, mereka adalah sebaik baik manusia, mereka menyuruh pada kebaikan dan mencegah kemunkaran, jadikanlah mereka sebagai umatku.”
Allah swt berkata : “Mereka adalah umat Ahmad.”
la berkata : “Wahai Tuhan, sesungguhnya aku dapati dalam lempengan taurat sebuah umat, kelak di hari kiamat merek akan dibangkitkan menjadi tiga golongan : satu golongan masuk surga tanpa perhitungan, satu golongan akan diperhitungkan dengan perhitungan yang mudah, dan segolongan lagi akan dihukum, kemudian mereka akan masuk surga, jadikanlah mereka sebagai umatku.”
Allah swt : “Mereka adalah umat Ahmad.”
Musa as berkata : “Wahai Tuhan, Engkau bentangkan seluruh kebaikan ini untuk Ahmad dan umatnya, jadikanlah aku termasuk dalam umatnya.”
Allah swt berkata : “Wahai Musa, sesungguhnya Aku telah memilihmu dengan risalah-Ku dan firman-Ku kepada manusia, maka terimalah apa yang telah Aku berikan kepadamu dan jadilah sebagai orang-orang yang bersyukur.”
Dari ibnu Abbas ra berkata : “Suatu hari Rasulullah saw pernah bertanya kepada para sahabatnya : “Apa pendapat kalian mengenai ayat ini : “Dan tiadalah kamu berada di dekat gunung Thuur ketika Kami menyeru (Musa), tetapi (Kami beritahukan itu kepadamu) sebagai rahmat dari Tuhanmu.” (Qs. Qashash : 46)









One Comment