Bagi peziarah kubur hendaknya saat berziarah mereka memperbanyak bacaan istighfar, doa, memohon rahmat dan membaca Al Qur’an semampunya lalu menghadiahkan pahalanya kepada ahli kubur, juga mengambil pelajaran dari mereka dan mengingat bahwa ia sebentar lagi juga seperti mereka.
Bila ia mendatangi kubur kedua orang tuanya, kerabatnya, dan handai taulannya hendaknya ia berdiam sejenak di tempat mereka sambil memperbanyak istighfar dan doa untuk mereka karena mereka sangat senang dan bergembira akan hal ini.
Begitu juga bila ia mengunjungi kubur orang-orang saleh hendaknya ia memperbanyak doa di sana karena di antara mereka yang diziarahi ada yang doa dikabulkan oleh Allah sewaktu dipanjatkan di kubur itu, hal ini telah banyak dibuktikan hingga penduduk kota Baghdad menamakan kubur As Sayyid Al Imam Musa Al Kadzim ibnul Imam Ja’far Shadiq sebagai obat yang manjur (untuk terkabulnya doa dan terlepasnya segala kesulitan) begitu juga kubur Ma’ruf Al Karkhi yang juga berada di Baghdad mendapat sebutan yang sama.
Sedangkan di kalangan Saadah Alaa Ba’alawy ada yang duduk lama di makam Sayyidina Al Faqih Al Muqaddam di bawah terik matahari hingga ia bercucuran keringat andaikan diperas bajunya pasti keluar keringatnya, meski demikian ia tidak merasakan kepanasan karena tenggelam dalam panjatan doa, kisah ini diceritakan dari Syeikh Abdullah bin Alwi dan yang lainnya.
Adapun mengusap kuburan dan menciuminya bukanlah perkara yang disunnahkan justru yang dimakhruhkan dan menjadi lebih makhruh lagi bila bertawaf mengitarinya.
Sebagian ulama berkata : “Bila peziarah tidak dapat berdiri di hadapan wajah si mayit, maka lebih baik berdiri di hadapan kepalanya.” Ia berpendapat bahwa si mayit lebih merasakan orang yang berdiri di hadapan wajahnya daripada yang berdiri menghadap kepalanya atau bagian lainnya.
Ketahuilah bahwa amal perbuatan orang-orang yang masih hidup akan dilaporkan kepada keluarga dan kerabat mereka yang telah meninggal dunia, jika mereka melihat amalan itu baik mereka ikut bergembira dan mendoakan agar yang masih hidup tetap diberi keteguhan, bila mereka melihat selain itu mereka menjadi sedih atas apa yang mereka lihat dan mereka mendoakan agar yang masih hidup diberi hidayat dan taufik untuk beramal saleh.
Nabi saw bersabda : “Sesungguhnya amal perbuatan kalian ditampakkan kepada kerabat kalian yang telah meninggal dunia, kalau amalan itu baik mereka bergembira tetapi bila tidak demikian, mereka berkata : “Ya Allah, janganlah Engkau matikan mereka hingga Engkau memberi mereka petunjuk sebagaimana Engkau telah memberi kami petunjuk.”
Nabi saw bersabda : “Amal perbuatan dilaporkan kepada Allah setiap hari senin dan kamis, dilaporkan kepada para nabi, bapak dan ibu mereka setiap hari jum’at, mereka bergembira dengan amal kebaikan mereka (yang masih hidup) dan wajah mereka semakin bercahaya dan berbinar-binar, oleh karena itu takutlah kalian kepada Allah dan janganlah kalian menyakiti orang-orang yang telah meninggal dunia diantara kamu.”









One Comment