UMUR PERTAMA
Misteri Penciptaan Adam as dan Semua Keturunannya
Allah telah mengeluarkan keturunan ini dari punggung Adam setelah la menitipkannya di dalamnya ketika la mengeluarkan mereka bersamaan untuk mengadakan perjanjian pengikraran akan keesaan dan ketuhanan, peristiwa ini terjadi di lembah Nu’man yaitu sebuah lembah di dekat padang Arafah seperti yang Allah sebutkan dalam firman-Nya : “Dan (Ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) : “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab : “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan : “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” (Qs. Al-A’raaf : 172)
Disebutkan dalam sebuah riwayat : “Ketika Allah swt mengambil persaksian atas mereka (para anak cucu Adam as), la menuliskan sebuah tulisan atas perjanjian ini dan menyimpannya di dalam Hajar Aswad, inilah arti ucapan orang yang hendak mencium Hajar Aswad saat bertawaf di Ka’bah : “Ya Allah, kami beriman kepada-Mu, memenuhi janji-Mu dan mempercayai kitab-Mu.”
Sudah tidak diragukan lagi hal ini menunjukkan bahwa benih manusia kala itu memiliki wujud, pendengaran dan ucapan tetapi wujud ini berada di tingkatan lain bukan seperti wujud sewaktu ia keluar ke dunia karena tingkatannya banyak sekali hal ini sebagaimana yang diketahui oleh para pakarnya.
Telah diriwayatkan dari Rasulullah saw : “Bahwa beliau saw telah menjadi nabi sedangkan Adam as masih antara air dan tanah, antara ruh dan jasad, dan beliau saw ikut turun bersama Adam ketika beliau diturunkan, dan beliau saw ikut bersama Nuh as ketika beliau menaiki kapal dan juga bersama Ibrahim as ketika beliau dilempar di kobaran api Namrud.”
Hal ini meskipun berlaku secara umum pada seluruh keturunan yang kala itu berada dalam sulbi para nabi tersebut tetapi wujud Rasulullah saw di dalamnya lebih sempurna.
Hal ini beliau saw ketahui dan perasaan di masa itu masih melekat bersama beliau saw sampai beliau muncul di alam duniawi ini dan ungkapan beliau ini menunjukkan keunggulan beliau saw dibandingkan makhluk lainnya karena keistimewaan yang ada pada diri beliau saw dan sebab itulah beliau saw mengingatkan akan keistimewaannya.
Adapun keturunan lainnya bisa dikatakan mereka juga masih merasakan perasaan yang ada di saat itu terutama saat perjanjian tetapi tidak melekat pada kesadaran mereka sebagaimana yang melekat pada diri Nabi saw. Sudah pasti keturunan ini sudah ada di punggung Adam as meskipun sewaktu beliau as masih di surga, hal ini diterangkan dalam hadits syafaat : “Bukankah yang mengeluarkan kalian dari surga tak lain dosa bapak kalian Adam as.”
Disebutkan dalam riwayat tentang hujjah Nabi Musa as terhadap Nabi Adam as : “Engkaulah yang telah mengeluarkan manusia dari surga karena dosamu.”
Juga diriwayatkan : “Sesungguhnya Allah swt ketika mengeluarkan manusia dari sulbi Adam as para malaikat as melihat mereka yang mana manusia telah memenuhi dataran dan lembah-lembah, para malaikat berkata : “Wahai Tuhan kami, dunia tidak akan cukup untuk mereka,” Allah berfirman : “Sesungguhnya Aku menjadikan untuk mereka kematian,” mereka berkata : “Kalau begitu tidak akan nyaman kehidupan mereka,” Allah berfirman : “Sesungguhnya Aku menjadikan untuk mereka angan-angan.”
Juga diriwayatkan : “Sesungguhnya ketika Allah mengeluarkan manusia dari sulbi Adam as, beliau melihat salah seorang dari mereka berwajah tampan lalu beliau bertanya tentang dia, dijawab : “Dialah anakmu Dawud as,” Adam as bertanya kepada Tuhannya : “Berapa umur yang Engkau tetapkan bagi Dawud as ?” Allah menjawab : “Enam puluh tahun,” beliau meminta Tuhannya untuk memberinya tambahan umur, lalu Allah berkata : “Inilah yang Aku tetapkan baginya,” lalu Adam as berkata : “Aku tambahkan untuknya dari umurku empat puluh tahun,” sedangkan Allah swt telah menetapkan umur Adam as selama seribu tahun.”









One Comment