Beliau saw adalah nabi yang paling besar syafaatnya dan paling tinggi kedudukannya di sisi Tuhannya dan Beliau saw memiliki banyak syafaat.
Syafaat yang pertama dan terbesar adalah syafaat beliau saw saat pemutusan hukum, Nabi saw bersabda : “Aku terus memberi syafaat hingga aku diberi sebuah lorong yang berisi orang-orang yang sebenarnya telah diperintah untuk dimasukkan ke dalam neraka.”
Nabi saw bersabda : “Aku terus memberi syafaat hingga malaikat Malik berkata kepadaku : “Engkau tidak menyisakan sedikitpun kemarahan Tuhanmu atas umatmu.”
Termasuk diantara syafaat Nabi saw : Beliau saw memberi syafaat kepada segolongan umatnya yang telah masuk neraka hingga mereka dapat keluar darinya dan kepada segolongan umatnya untuk menambah kenaikan derajat mereka di surga juga bentuk syafaat yang lainnya, sampai beliau saw berkata kepada Tuhannya : “Izinkanlah aku memberi syafaat kepada siapapun yang mengucapkan Laa ilaaha illallah,” Allah swt berkata : “Sesungguhnya hal itu bukan urusanmu, tetapi demi kemuliaan-Ku dan kebesaran-Ku Aku tidak akan menjadikan orang beriman kepada-Ku meski sehari seperti orang yang tidak beriman kepada – Ku.”
Kemungkinan orang-orang yang dimaksud adalah orang orang yang berada dalam genggaman Dzat Yang Maha Penyayang dari api neraka.
Dari Abu Hurairah ra berkata : “Aku pernah bertanya : “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling beruntung mendapat syafaatmu kelak di hari kiamat?” Nabi saw menjawab : “Manusia yang paling beruntung mendapat syafaatku adalah orang yang mengucapkan : “Laa ilaaha illallah,” dengan tulus dari hatinya.”
Dari Zaid bin Arqam ra berkata : “Rasulullah saw bersabda : “Barangsiapa yang mengucapkan laa ilaaha illallah dengan tulus ia akan masuk surga,” beliau saw diranya : “Wahai Rasulullah , apa tanda ketulusannya?” Beliau saw menjawab : “Ucapan itu dapat menghalanginya dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah.”
Dari Anas ra berkata : “Aku pernah meminta Rasulullah saw memberiku syafaat kelak di hari kiamat,” beliau saw berkata : “Insya Allah aku akan melakukannya,” aku bertanya : “Kalau begitu dimana aku harus mencarimu?” Beliau saw menjawab : “Pertama kali engkau mencariku di jembatan (shirath),” aku bertanya : “Bila aku tidak menemukanmu di jembatan?” Beliau saw berkata : “Carilah aku di tempat penimbangan (mizan),” aku bertanya : “Kalau aku masih belum menemukanmu di tempat penimbangan?” Beliau saw menjawab : “Maka carilah aku di telaga sesungguhnya aku tidak akan beranjak dari selain tiga tempat ini.”
Ketahuilah bahwa termasuk perkara yang paling berat di hari kiamat adalah perkara mendhalimi orang lain karena hal ini adalah perbuatan yang tidak akan dibiarkan oleh Allah, disebutkan dalam hadits : “Kedhaliman ada tiga : Kedhaliman yang tidak akan diampuni oleh Allah yaitu syirik, kedhaliman yang tidak akan dibiarkan oleh Allah yaitu seseorang mendhalimi orang lain dan kedhaliman yang tidak akan diperhatikan oleh Allah yaitu seorang hamba mendhalimi dirinya mengenai hubungannya dengan Tuhannya.”
Nabi saw bersabda : “Apakah kalian mengetahui siapakah orang yang bangkrut di kalangan umatku? Mereka (para sahabat) menjawab : “Seorang yang bangkrut di kalangan kami adalah yang tidak memiliki uang sedirhampun maupun barang. Nabi saw berkata : “Orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah yang datang di hari kiamat dengan membawa shalat, zakat, puasa sedangkan ia telah mencela orang ini, menuduh orang itu, memakan harta orang ini, menumpahkan darah orang ini dan telah memukul orang itu, hingga kebaikannya diberikan kepada orang yang dianiayanya setelah habis pahala kebaikannya sedangkan ia belum melunasi semuanya, diambillah dari dosa-dosa mereka yang dianiaya tersebut dan dibebankan atasnya kemudian ia dilempar ke neraka.”
Diriwayatkan bahwa kelak di hari kiamat seseorang akan merasa senang bila ia memiliki hak walaupun itu terhadap ayahnya atau anaknya hingga ia dapat menuntut dari mereka dan walaupun hal itu dapat menyulitkan keadaan mereka.
Disebutkan dalam hadits : “Barangsiapa yang mempunyai tanggungan milik saudaranya hendaknya ia segera melunasinya sebelum tiba hari tiada bermanfaat uang dinar maupun dirham, yang ada hanyalah kebaikan dan keburukan, kalau ia memiliki amal kebaikan akan diambil dari amalan itu, kalau tidak maka akan diambil dari kejelekan mereka kemudian diletakkan diatas kejelekannya, lalu ia dilempar ke neraka.”
Kemudian ketahuilah bahwa hari kiamat adalah hari yang sangat dahsyat sebagaimana firman Allah : “Tidakkah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam.” (Qs. Al Muthafifin : 4-6)
Pada hari itu manusia akan menunggu (dihisab) dalam waktu yang sangat lama dan menghadapi cobaan yang teramat berat.
Allah telah menggambarkan dalam kitab-Nya yang mulia tentang kedahsyatan keadaan yang menegangkan pada hari itu, begitu juga Rasulullah saw telah menjelaskan hal itu dalam haditsnya serta para salaf saleh menjelaskan keadaan hari itu sesuai dengan apa yang mereka terima dari Allah dan rasul-Nya.
Para ulama telah mengumpulkan dalam buku-buku yang mereka tulis keterangan yang banyak sekali mengenai keadaan dan kedahsyatan hari kiamat, contohnya : Buku yang membahas tentang perihal kematian dan keadaan setelahnya dalam kitab Ihya’ karya Hujatul Islam Imam Ghazali dan buku karya beliau juga yang berjudul Ad Durrah Al Fakhirah Fii Kasyfi Uluumil Aakhirah.
Dan kitab Ad Tadzkirah karya Imam Qurtubi, kitab Syarah Shudur Fii Ahwalil Mauta Wal Kubur dan kitab Al Budur Safirah Fii Ahwalil Akhirah karya Imam Al Hafidz Suyuti.
Dari semua itu, kami telah membahas pokok-pokok dan intinya saja yang wajib diketahui oleh kita semua. Barangsiapa yang merasa cukup dengan keterangan ini, maka pembahasan ini sudah cukup baginya dan barangsiapa yang ingin memperluas pengetahuannya mengenai hal ini sebaiknya ia membaca buku-buku yang telah kami sebutkan di atas dan buku-buku lainnya yang membahas tentang hal itu. Semoga Allah memberi taufik dan pertolongan.








One Comment