Kami telah mendengar riwayat bahwa ketika turun firman Allah : “Maka berpalinglah kamu dari mereka, dan kamu sekali-kali tidak tercela.” (Qs. Adz Dzariyaat : 54) Rasulullah saw sangat bersedih beliau saw khawatir kalau sudah dekat siksa diturunkan atas mereka dan beliau saw berputus asa untuk membimbing mereka, maka sesudah ayat ini Allah swt menurunkan firman-Nya : “Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfa’at bagi orang-orang yang beriman.” (Qs. Adz Dzariyaat : 55).
Hingga Rasulullah saw sangat gembira dan kegembiraan ini nampak di wajah beliau saw, semua ini tak lain karena rasa kasih sayang terhadap seluruh alam semesta yang Allah swt tanamkan pada diri beliau saw juga keinginan beliau saw yang mendalam untuk menasehati mereka dan agar mereka mau menerima petunjuk kebenaran, karena tujuan Allah mengutus beliau saw kepada mereka sebagai pembawa rahmat dan la mensifatkan beliau saw dengan sifat ini dalam kitab-Nya : “Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang yang mu’min.” (Qs. Ath Taubah : 128).
Beliau saw sangat bersedih atas penolakan mereka terhadap kebenaran ini, hal ini disebutkan dalam firman Allah swt : “Maka (Apakah) barangkalikamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling , sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur’an ).” (Qs. Al Kahfi : 6)
Sesungguhnya umur adalah jangka waktu suatu masa seperti yang Allah firmankan : “Katakanlah: “Jikalau Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepadamu. “Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya. Maka apakah kamu tidak memikirkannya?” (Qs. Yunus : 16)
Umur ini adalah empat puluh tahun sejak kelahiran beliau saw sampai Allah swt mengutus beliau saw sebagai seorang rasul yang saat itu beliau saw tinggal bersama kaumnya di kota Mekkah.
Menurut kami sebaiknya kami membagi umur manusia yang panjang dan yang saling berjauhan kedua ujungnya ini menjadi lima umur, dan pada setiap fasenya seseorang mengalami berbagai macam keadaan yang tidak ia alami di fase yang lain, dan dalam setiap fase ia mengalami perkembangan yang berbeda-beda mengenai apa yang ia ketahui dan apa yang tidak ia ketahui , Allah swt berfirman : “Untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (dalam dunia) dan menciptakan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.” (Qs. Al Waaqi’ah : 61).
Padahal sebenarnya umur yang ia alami adalah umur yang sama bukan yang lainnya meskipun keadan-nya berbeda-beda dan datang silih berganti, ia memiliki kesadaran yang sama juga menyadari setiap kejadian yang baik maupun yang buruk yang menimpanya sama halnya dengan pahala dan hukumannya.
Sebenarnya sudah lama terlintas di benak kami untuk menulis kitab ini, kemudian kami berniat untuk mengakhirkannya sampai pada usia enam puluh tiga tahun yang merupakan masa usia Rasulullah saw menurut riwayat yang shahih, tetapi ada yang berpendapat usia beliau saw enam puluh tahun dan ada juga yang berpendapat enam puluh lima tahun.
Masa usia itu telah berlalu dan sekarang telah mencapai enam puluh tujuh tahun lebih beberapa bulan, maka kami memohon kepada Allah swt kebaikan dan keberkahan umur dan akhir yang baik, kami berlindung kepada Allah swt dari keburukannya, fitnahnya dan akhir yang buruk sesungguhnya la sebaik-baik tempat memohon dan harapan yang termulia.
Kami memohon kepada-Nya Dzat Yang Maha Suci dan meminta-Nya dengan sangat agar la tetap menghidupkan kami selagi kehidupan itu lebih baik bagi kami dan mematikan kami selagi kematian itu lebih baik bagi kami.
Ya Allah, janganlah Engkau mematikan kami untuk disiksa dan janganlah Engkau tangguhkan ajal kami untuk mendapatkan cobaan, ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kehidupan terbaik dan kematian terbaik juga masa terbaik di antara keduanya, kami berlindung kepada-Mu dari kehidupan yang buruk dan kematian yang buruk juga masa yang buruk di antara keduanya, hidupkanlah kami seperti hidupnya orang-orang yang berbahagia, kehidupan orang-orang yang Engkau senangi kehidupannya, matikanlah kami seperti matinya para syuhada’ dan matinya orang-orang yang Engkau senangi pertemuan dengannya.
Tutuplah usia kami dengan akhir yang baik dalam kelembutan dan keselamatan begitu juga orang-orang yang kami cintai dan para pecinta kami, orang-orang yang setia kepada kami karena-Mu serta seluruh kaum muslimin wahai Dzat Yang Maha Penyayang, aamiin.
Buku ini kami beri judul : “Sabilul Iddikar wal i’tibar bima yamurru bil insan waa yanqadhi lahu minal a’mar.”
Kami memohon kepada Allah Ta’alaa agar la berkenan menyebarkan manfaatnya secara merata dan menjadikannya ikhlas semata-mata karena-Nya Yang Maha Mulia, sebagai pendekat untuk keridhaan-Nya dan berada di sisi-Nya di surga berkat karunia dan rahmat-Nya, kemurahan dan kemuliaan-Nya sesungguhnya la Maha Pemurah, Maha Mulia, Maha Baik lagi Maha Penyayang.
Inilah permulaan inti pembahasan kitab ini, hanyalah Allah swt Yang Memberi pertolongan dan kemudahan, Yang Menunjukkan kepada jalan yang benar, dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah swt. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nyalah aku kembali, Dialah Tuhanku tiada Tuhan selain Dia, hanya kepada-Nya aku berserah diri dan hanya kepada-Nya aku bertaubat.
Ketahuilah kami telah mengamati sekilas pandang usia yang telah dialami manusia dan kami mendapatinya kembali kepada lima fase, masing-masing terdapat batasnya dan di setiap fase manusia mengalami perubahan keadaan, dalam hal ini setiap orang mengalami perbedaan juga persamaan keadaan.
Umur pertama : Sejak Allah menciptakan Adam as dan menanamkan di punggung beliau keturunannya golongan yang bahagia maupun yang celaka, keturunan ini terus berpindah dari satu sulbi ke rahim dari satu rahim ke sulbi yang lain sampai masing-masing keluar dari bapak ibunya.
Umur kedua : Sejak keluarnya manusia dari kedua orang tuanya ke dunia ini sampai kematiannya dan keluarnya dari dunia ini.
Umur ketiga : Sejak keluarnya manusia dari dunia sebab kematian sampai Allah membangkitkannya dengan tiupan sangkakala dan masa ini disebut masa Barzah.
Umur keempat : Sejak keluarnya manusia dari kubur atau dari tempat manapun yang dikehendaki Allah dengan tiupan sangkakala untuk hari kebangkitan sampai dikumpulkan di hadapan Allah untuk ditimbang dan dihisab juga melewati sirath, mengambil buku amalan dan peristiwa kiamat yang dahsyat lainnya.
Umur kelima : Sejak masuknya manusia dalam surga untuk selamanya dan inilah umur yang tiada batasnya atau sejak masuknya penduduk neraka dalam neraka.
Di dalamnya keadaan mereka berbeda-beda ada yang menetap selamanya tanpa batas akhir di dalamnya, merekalah orang-orang kafir dan keadaan merekapun juga berbeda beda ada juga yang keluar darinya, merekalah orang-orang beriman yang bermaksiat, baik karena mendapat syafaat atau dengan cara yang lain seperti yang akan kami terangkan di tempatnya yaitu umur kelima.
Kami akan menjelaskan secara singkat satu persatu umur ini sesuai dengan waktu dan tempat tanpa bertele-tele juga tidak terlalu singkat hingga kosong dari faedah-faedah utama yang menimbulkan pertanyaan dan sangat perlu untuk dijelaskan, tetapi untuk penjelasan yang panjang lebar secara keseluruhan tidak ada jalan untuk itu karena menimbulkan penjelasan yang sangat panjang dan bisa membosankan.









One Comment