Juga masih banyak para imam lainnya yang berusia pendek tetapi kebaikan dan keberkahan mereka Allah sebarkan ke seluruh penjuru negeri dan seluruh kalangan yang khusus maupun umum, itu semua karena karunia Allah yang la berikan kepada siapa saja yang la kehendaki.
Umat Muhammad sangatlah besar keberkahannya dan memiliki kedudukan di sisi Allah melebihi umat-umat lainnya, padahal umat ini secara keseluruhan usianya lebih pendek dibanding umat-umat terdahulu seperti yang telah disebutkan di atas.
Selanjutnya, akhir dari usia ini adalah masa tua renta yang mana kebanyakannya seseorang jatuh sakit sampai ia meninggal dunia atau ada juga yang meninggal tanpa sakit tetapi jarang sekali terjadi, hal ini dianggap jarang bila dibandingkan dengan kebanyakan orang yang meninggal dunia karena penyakit.
Imam Hujatul Islam menyebutkan dalam kitab Ihya’ saat membahas tentang menjaga diri dari angan-angan panjang dan melalaikan dekatnya ajal : “Jika engkau mengatakan : “Sesungguhnya kebanyakan kematian disebabkan oleh penyakit dan jarang sekali yang mati secara mendadak,” ketahuilah bahwa kematian bisa terjadi secara tiba-tiba, seandainya engkau tidak meninggal dunia secara tiba-tiba sesungguhnya penyakitpun datangnya secara tiba-tiba, kalau engkau jatuh sakit engkau tidak dapat melakukan amal saleh yang merupakan bekal untuk akhirat”.
Ketahuilah memperpendek angan-angan dan banyak mengingat kematian merupakan perkara yang sangat dianjurkan sedangkan mengulur-ngulur angan-angan dan melupakan kematian merupakan perkara yang dibenci dan telah diriwayatkan kecaman mengenai hal ini. Allah berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah,. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi. Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorag di antara kamu; lalu ia berkata : “Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh? Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.” (Qs. Al Munafiquun : 9-11)
Allah berfirman : “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkannya Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (Qs. Al Hadiid : 16)
Allah berfirman : “Katakanlah : “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Qs. Al Jumu’ah : 8)
Rasulullah saw bersabda : “Banyaklah mengingat penghancur kelezatan (kematian).
“Beliau saw pernah ditanya : “Apakah ada orang lain kelak akan dibangkitkan bersama para syuhada’? Beliau saw menjawab : “Orang yang mengingat kematian sehari semalam sebanyak dua puluh kali.”
Beliau saw pernah ditanya : “Siapakah orang-orang yang paling pandai di antara manusia ? Beliau saw menjawab : “Mereka adalah orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik mempersiapan diri untuk menghadapinya, merekalah orang-orang yang pandai, mereka pergi dengan membawa kemuliaan di dunia dan akhirat.”
Nabi saw bersabda : “Kematian adalah perkara gaib yang paling dekat ditunggu.”
Bila kematian adalah perkara gaib yang paling dekat ditunggu kedatangannya sudah sepatutnya adanya persiapan yang matang untuk menyambut, kedatangannya setiap waktu yang kemungkinan ia akan datang di waktu itu, juga dalam keadaan dan waktu-waktu yang lain, besarnya kemungkinan ia akan tiba saat itu.
Imam Hujatul Islam mengatakan dalam kitab Al Bidayah : “Ketahuilah bahwa kematian tidak datang di waktu tertentu, dalam keadaan tertentu dan di usia tertentu tetapi ia pasti datang, jadi mempersiapkan diri untuknya lebih baik dari persiapan diri untuk dunia.”
Di tempat yang lain dalam kitab Bidayah beliau juga mengatakan : “Jangan sampai engkau meninggalkan berpikir tentang dekatnya ajal dan tibanya kematian yang memutus segala angan-angan, datangnya hal ini di luar kendali dan timbulnya penyesalan karena berlama-lama dalam buaian tipuan.”
Di kalangan para salaf saleh ada yang bila dikatakan kepadanya : “Sesungguhnya engkau mati besok,” niscaya ia tidak mendapat ruang waktu lagi untuk menambah amal salehnya karena ia telah berada di puncak kesibukan beramal saleh dan benar-benar mengkhususkan diri untuk akhiratnya.”
Salah seorang salaf berkata kepada sebagian orangyang meminta nasehat darinya : “Lihatlah, segala sesuatu yang engkau inginkan kematian mendatangimu dalam keadaan itu, maka lazimilah sejak sekarang dan segala sesuatu yang engkau inginkan kematian mendatangimu dalam keadaan tidak itu, maka tinggalkanlah sejak sekarang.”
Disebutkan dalam hadits : “Hiduplah di dunia seakan-akan engkau orang asing atau orang yang melewati jalan dan anggaplah dirimu dalam golongan penghuni kubur.”
Nabi saw bersabda : “Apa yang aku butuhkan dari dunia ini sesungguhnya perumpamaan antara aku dan dunia seperti seorang pengendara yang berjalan di hari yang sangat panas ia menjumpai sebuah pohon yang rindang lalu ia berteduh di bawahnya sejenak, kemudian pergi meninggalkannya.”
Banyak mengingat kematian dan merasakan dekat-nya ajal mengandung banyak manfaat di antaranya membuat hidup zuhud di dunia, merasa puas menerima rezki yang sedikit, lebih meneguhkan amalan saleh yang merupakan bekal akhirat, lebih menjauhkan diri dari kemaksiatan dan mendorongnya untuk segera bertaubat kepada Allah bila ia telah melakukannya.
Sedangkan melupakan kematian dan mengulur-ngulur angan-angan berdampak timbulnya perkara yang bertolak belakang dengan manfaat di atas di antaranya lebih berambisi terhadap materi duniawi, lebih rakus untuk mengumpulkannya, menikmati kesenangannya, tertipu oleh kemewahannya, menunda-nunda taubat dan malas melakukan amalan saleh.
Para salaf saleh berkata : “Barangsiapa berangan-angan panjang buruklah amal perbuatannya.”
Nabi saw bersabda : “Generasi pertama umat ini selamat karena hidup zuhud dan keyakinan yang kokoh, sedangkan generasi terakhir umat ini hancur karena rakus dan angan-angan yang panjang.”
Ali kw berkata : “Perkara yang paling aku takutkan atas kalian adalah mengikuti hawa nafsu dan angan-angan yang panjang, adapun mengikuti hawa nafsu dapat menghalangi seseorang dari jalan yang benar sedangkan angan-angan yang panjang membuat orang lupa akan akhiratnya.”
Tidak ada baiknya angan-angan yang membuat orang lupa akan akhiratnya, angan-angan inilah yang mana Nabi saw memohon perlindungan Allah darinya, Nabi saw bersabda : “Aku berlindung kepada-Mu dari segala angan angan yang membuatku lalai.”
Di antara doa Nabi saw : “Aku berlindung kepada-Mu dari dunia yang menghalangi kebaikan akhirat, dari kehidupan yang menghalangi baiknya kematian dan dari angan-angan yang menghalangi baiknya amal perbuatan.”
Bila hati seseorang dikuasai perasaan bahwa ia akan hidup lama di dunia tentu saja ia lebih mencurahkan perhatian terhadapnya, berusaha untuk mengumpulkannya hingga ia lalai akan akhirat dan mengambil bekal untuk akhiratnya sampai kematian menjemputnya dalam keadaan demikian hingga ia menghadap kepada Allah dalam keadaan bangkrut dari amalan saleh dan penuh penyesalan di saat tidak bermanfaat penyesalan itu, ia akan mengatakan : “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (Amal saleh) untuk hidupku ini.” (Qs. Al Fajr : 24)
“Dia berkata : “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.” ( QS . Al Mukminuun : 99-100 )









One Comment