Kitab Tasauf

Terjemah Kitab Sabilul Iddikar Karya Habib Abdullah Bin Alawi

Disunnahkan merubah warna rambut uban dengan warna kuning atau merah, diharamkan merubahnya dengan warna hitam kecuali bagi seorang pejuang di jalan Allah untuk menakut-nakuti musuh.

Kemudian seseorang akan berpindah dari usia lanjut menjadi tua renta yaitu antara tujuh puluh tahun sampai akhir umurnya seperti yang dikatakan oleh Ibnul Jauzi, seseorang tetap akan disebut sebagai orang tua meskipun ia telah melewati usia itu sampai meninggal dunia.

Dalam usia ini manusia mengalami kelemahan pada seluruh anggota tubuhnya dan panca inderanya juga kekuatannya.

Allah berfirman : (kamu) sesudah kuat itu menjadi lemah (kembali) dan beruban. Dia Menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS. Ar Ruum : 54)

Diantaranya ada pula yang dipanjangkan usianya sampai menjadi pikun. Allah berfirman : “Dan (adapula) diantara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya.” (Qs. Al-Hajj : 5)

Yaitu ketakutan dan berkurangnya akal, dan Nabi saw berlindung kepada Allah dalam doanya dari keadaan ini : “Aku berlindung kepada-Mu dari usia panjang yang menjadikan pikun.” Dan disebutkan dalam hadits yang lain beliau saw juga berlindung dari buruknya masa tua.

Disebutkan dalam kitab Zabur : “Barangsiapa yang telah berusia tujuh puluh tahun ia akan mengeluh bukan karena penyakit.”

Diriwayatkan dari Hudzaifah bin Yaman ra berkata : “Para sahabat bertanya : “Wahai Rasulullah, berapa umur umatmu?” Beliau saw menjawab : “Pada umumnya umur mereka antara enam puluh tahun sampai tujuh puluh tahun.” Mereka kembali bertanya : “Wahai Rasulullah sedangkan yang berumur tujuh puluh?” Beliau saw menjawab : “Sedikit sekali di kalangan umatku yang mencapainya. Semoga Allah merahmati yang telah berusia tujuh puluh dan semoga Allah merahmati yang telah berusia delapan puluh.”

Disebutkan dalam sebuah syair : Jika penyakitmu adalah usia tujuh puluh berarti tidak ada

Tabib untuk penyakitmu melainkan engkau mati

Seseorang yang telah pergi menunaikan tujuh puluh kali haji

Ke tempat yang ia datangi ini masihlah dekat

Juga diungkapkan : Seorang bila telah mencapai usia delapan puluh tahun atau lebih

Tidaklah beda dengan anak kecil yang diasuh oleh bidan

Tetapi masih banyak angan-angan yang diharapkan olehnya

Padahal angan-angan itu bagi yang mengharap-kannya bisa terjadi bisa juga tidak

Juga dikatakan : Barangsiapa yang berusia panjang kekuatannya akan diusangkan oleh waktu

la akan dikhianati oleh kedua kepercayaannya yaitu telinga dan matanya

Juga dikatakan : Hari-hari mendatangi kita silih berganti dan sesungguhnya

Kita digiring ke liang lahat sedang mata melihatnya

Tiada yang dapat mengembalikan masa muda yang telah berlalu

Dan tiada yang dapat menghilangkan rambut putih yang ada di kepala ini

Juga dikatakan : Kenikmatan hidup adalah kesehatan dan masa muda

Bila keduanya telah pergi dari seseorang berarti hilanglah kenikmatan itu

Bila orang lanjut usia berkata : “Sudah cukup,” betapa membosankan

Hidup ini, dan sesungguhnya kelemahanlah yang membosankannya

Suatu kali Ma’an bin Zaidah mendatangi Al Makmun, Makmun bertanya : “Bagaimana keadaanmu di usia tua renta ini? la menjawab : “Aku bisa jatuh hanya karena tersandung kotoran unta dan cukup di ikat hanya dengan sehelai rambut,” ia bertanya : “Bagaimana keadaanmu dalam makanan, minuman dan tidurmu? la menjawab : “Bila aku lapar aku marah dan bila aku makan aku merasa jengkel, bila aku berada di antara terjaga.” Ia bertanya : “Bagaimana keadaanmu dengan para orang-orang aku mengantuk dan bila aku di atas kasurku aku wanita? Ia menjawab : “Kalau wanita yang buruk rupa aku tidak menginginkan mereka, sedangkan para wanita yang cantik tidak menginginkanku,” Makmun berkata : “Kalau begitu tidak pantas orang sepertimu dianggap muda, lipatgandakanlah imbalan untuknya dan haruskanlah ia menetap di rumahnya, biarkan masyarakat yang mengunjunginya dan jangan biarkan ia mengunjungi siapapun.” (Disebutkan dalam kitab Rabial Abrar).

Ketahuilah usia yang panjang dalam beribadah kpada Al lah sangatlah diinginkan dan terpuji, Nabi saw bersabda : “Sebaik-baik kalian adalah yang panjang usianya dan baik amal perbuatannya.”

Nabi saw bersabda : “Janganlah seorang dari kalian menginginkan kematian, kalau ia memang orang baik semoga ia mendapat tambahan, kalau ia pendosa semoga ia dapat bertaubat.”

Tetapi Nabi saw telah meminta perlindungan kepada Allah dari dipanjangkannya usia beliau sampai pada usia yang hina yaitu dalam keadaan pikun dan kacau pikiran seperti yang telah dijelaskan di atas.

Sebaik-baik umur adalah keberkahannya dan diberi taufik untuk beramal saleh juga mendapat kebaikan yang khusus dan umum.

Terkadang Allah memberi berkah kepada hamba – hamba pilihan-Nya dalam usia mereka yang pendek hingga dalam usia itu kebaikan dan manfaat yang mereka peroleh lebih banyak daripada orang-orang lain yang berusia panjang.

Contohnya Imam Syafi’i beliau wafat dalam usia lima puluh empat tahun, Imam Hujjatul Islam meninggal dunia dalam usia lima puluh lima tahun, Imam Al Qutub Syarif Abdullah bin Abu Bakar Al Idrus ba’alawy meninggal dunia dalam usia lima puluh empat tahun, Imam Nawawi meninggal dalam usia kurang dari lima puluh tahun, Al Imam Al Khalifah yang saleh Umar bin Abdul Aziz yang meninggal dalam usia kurang dari empat puluh tahun.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker