Nabi saw bersabda : “Sesungguhnya penduduk surga makan dan minum, tidak meludah, tidak kencing, tidak buang air besar dan tidak beringus,” para sahabat bertanya : “Lalu bagaimana makanan yang telah dimakannya?” Nabi saw menjawab : “Keluar menjadi sendawa dan keringat seperti tetesan kasturi, mereka diberi ilham bacaan tasbih, takdis dan tahmid.” Dalam riwayat lain disebutkan : “Dan takbir seperti mereka diilhami untuk bernafas.”
Nabi saw bersabda : “Sesungguhnya seorang lelaki penghuni surga diberi kekuatan seratus lelaki dalam memakan, meminum, berhubungan badan dan syahwatnya.”
Nabi saw bersabda : “Seorang malaikat berseru : “Wahai penduduk surga, kinilah saatnya bagi kalian hidup sehat dan tidak akan sakit untuk selamanya, kinilah saatnya bagi kalian untuk hidup dan tidak mati selamanya, kinilah saatnya bagi kalian tetap muda dan tidak tua selamanya, kinilah saatnya bagi kalian bersenang-senang dan tidak susah untuk selamanya.”
Itulah firman Allah : “Dan diserukan kepada mereka : “Itulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan.” (Qs. Al A’raaf : 43)
Nabi saw pernah ditanya : “Apakah Kautsar itu?” Beliau saw menjawab : “Itulah sungai yang Allah berikan kepadaku (di surga) ia lebih putih dari susu, lebih manis dari madu di dalamnya ada seekor burung yang lehernya seperti leher unta,” Umar berkata : “Sungguh sangat nikmat,” Rasulullah saw berkata : “Orang yang memakannya lebih nikmat darinya.”
Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya di dalam surga terdapat kamar-kamar yang bagian luarnya dapat terlihat dari dalamnya, dan bagian dalamnya dapat terlihat dari luarnya,” lalu bangunlah seorang Arab mendekatinya dan bertanya : “Diperuntukkan untuk siapa ya Rasulullah?” Beliau saw menjawab : “Bagi yang bertutur kata baik, suka memberi makanan, suka berpuasa dan menunaikan shalat malam saat orang-orang tertidur.”
Nabi saw bersabda : “Sesungguhnya Allah berkata kepada penduduk surga : “Wahai penduduk surga,” mereka menjawab : “Kami penuhi panggilan-Mu wahai Tuhan kami, dan kebaikan ada di tangan-Mu,” Allah bertanya : “Apakah kalian telah ridha?” Mereka menjawab : “Bagaimana kami tidak ridha wahai Tuhan sedangkan Engkau telah memberi kami anugerah yang tidak Engkau berikan kepada seorang makhlukpun,” Ia bertanya : “Maukah Aku memberi kalian yang lebih baik dari itu?” Mereka bertanya : “Wahai Tuhan, apa ada yang lebih baik dari itu?” Ia menjawab : “Aku berkenan meridhai kalian dan Aku tidak akan murka terhadap kalian untuk selamanya.”
Diriwayatkan bahwa orang-orang fakir akan masuk surga setengah hari sebelum orang-orang kaya yaitu lima ratus tahun sebelumnya, sungai-sungai di surga mengalir tanpa menempel di permukaan tanah, masing-masing penduduk surga tingginya enam puluh hasta sesuai tinggi bapak mereka Nabi Adam as, kedudukan paling rendah di surga yaitu orang yang diberi seperti sepuluh kali dunia seisinya, ia memiliki seribu pembantu, tujuh puluh dua isteri bidadari, ia akan meman dang kenikmatannya dan kemuliaan yang Allah siapkan bagin ya selama seribu tahun, pangkal setiap pohon di surga terbuat dari emas, pintu-pintu surga ada delapan dan jumlah tingka tannya sesuai dengan jumlah ayat-ayat Al Qur’an, semoga Allah menjadikan kita termasuk penghuninya berkat karunia dan kemurahan-Nya.
Penutup Umur Ini
Kami akhiri kitab ini, insya Allah dengan pembahasan tentang kelak orang-orang mukmin akan memandang wajah Tuhannya di surga dan penjelasan tentang luasnya rahmat Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Maha Pemurah lagi Maha Mulia.
Allah berfirman : “Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya.” (Qs. Yunus : 26)
Disebutkan dalam tafsir ayat ini bahwa pahala terbaik adalah surga dan tambahannya adalah memandang kepada Allah swt.
Allah berfirman : “Wajah-wajah (orang-orang mu’min) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat.” (Qs. Al Qiyamah : 22-23)
Rasulullah saw bersabda : “Bila penduduk surga telah memasuki surga, Allah swt bertanya : “Apa kalian ingin sesuatu yang Aku tambahkan untuk kalian?” Mereka menjawab : “Bukankah Engkau telah memutihkan wajah kami (menyenangkan kami)! Bukankah Engkau memasukkan kami ke dalam surga dan menyelamatkan kami dari neraka! Beliau saw melanjutkan : “Lalu la membuka hijab (Penghalang) sehingga tiada sesuatu yang diberikan kepada mereka lebih mereka senangi daripada memandang kepada Tuhan mereka swt.”
Dalam riwayat lain disebutkan : “Kemudian beliau saw membaca : “Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya.” (Qs. Yunus : 26)
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah ra berkata : “Ketika kami berada di tempat Rasulullah saw lalu kami memandang bulan purnama, kemudian beliau saw bersabda : “Sesungguhnya kalian akan memandang Tuhan kalian secara kasat mata sebagaimana kalian memandang bulan ini, kalian tidak ragu dalam memandang Nya, kalau kalian mampu untuk terus menjalankan shalat sebelum terbitnya matahari dan shalat sebelum terbenamnya matahari, maka lakukanlah, kemudian Beliau saw membaca ayat : “Dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang.” ( Qs. Thahaa : 130)
Yang dimaksud kedua shalat dalam ayat di atas, adalah shalat subuh dan ashar.
Dari Abu Razin Al Uqaili berkata : “Aku bertanya kepada Rasulullah : “Wahai Rasulullah, apakah kelak di hari kiamat kita semua dapat memandang Allah secara kasat mata?” Beliau saw menjawab : “Ya,” aku bertanya : “Lalu apa tanda-tandanya pada makhluk-Nya?” Beliau saw menjawab : “Wahai Abu Razin, bukankah kalian masing-masing dapat memandang bulan purnama secara kasat mata?” Aku menjawab : “Ya,” beliau saw berkata : “Maka Allah lebih agung, sesungguhnya bulan purnama itu salah satu dari makhluk Allah swt.”
Nabi saw bersabda : “Sesungguhnya penghuni surga bila telah memasuki surga, mereka akan menempatinya sesuai amal perbuatan mereka, lalu mereka diberi izin kira-kira kalau seperti hari di dunia yaitu hari jum’at, mereka mengunjungi Tuhan mereka, lalu nampaklah pada mereka Arasy-Nya , ia nampak di hadapan mereka di salah satu kebun surga, lalu diletakkan untuk mereka mimbar-mimbar dari cahaya, mimbar-mimbar dari mutiara, mimbar dari batu yakut, mimbar dari batu zabarjud, mimbar dari emas dan mimbar dari perak, orang yang paling rendah tingkatannya (tiada yang rendah di antara mereka) akan duduk di atas kursi terbuat dari kasturi dan kapur, mereka tidak menganggap orang-orang yang duduk di kursi lebih mulia tempat duduknya dari mereka.”
Abu Hurairah ra berkata : “Aku bertanya kepada beliau saw : “Wahai Rasulullah, apakah kita dapat melihat Tuhan?” Beliau saw menjawab : “Ya, apakah kalian ragu ketika melihat matahari dan bulan?” Kami menjawab : “Tidak,” Beliau saw bersabda : “Begitu juga kalian tidak akan ragu ketika melihat Tuhan kalian dan tak seorangpun yang ada di tempat itu melainkan Allah akan mengajaknya berbicara, hingga la berkata kepada salah seorang dari mereka : “Wahai Fulan bin Fulan, apakah engkau ingat di hari itu engkau mengatakan ini dan itu,” la mengingatkan orang itu sebagian dosa dosanya di dunia, orang itu berkata : “Apakah Engkau tidak berkenan mengampuniku?” Ia berkata : “Ya, karena luasnya ampunan-Ku engkau dapat mencapai kedudukanmu ini.” Di saat mereka demikian tiba-tiba mereka diliputi sebuah awan dari atas, awan itu mencurahkan hujan wewangian yang tidak pernah mereka jumpai bau seperti itu, Allah berkata : “Bangkitlah kalian menuju kepada karunia yang telah Aku siapkan untuk kalian, ambillah sesuka kalian,” lalu mereka mendatangi sebuah pasar yang telah dikelilingi para malaikat, pasar yang tidak pernah dilihat oleh mata sebelumnya, tidak pernah terdengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas dalam hati, saat itu kita akan mengambil apa yang kita sukai, tidak ada jual beli di dalamnya, di pasar itulah para penghuni surga saling bertemu.”
Beliau saw melanjutkan : “Datanglah seseorang yang memiliki kedudukan tinggi ia bertemu dengan orang yang lebih rendah darinya, orang itu merasa canggung melihat pakaiannya, belum selesai percakapan mereka tiba-tiba ia telah diberi pakaian yang lebih baik darinya, hal itu tak lain karena tak seorangpun yang boleh bersedih di dalamnya, kemudian kita kembali ke rumah kita dan disambut oleh isteri-isteri kita, mereka berkata : “Selamat datang, sungguh engkau lebih tampan dibanding saat engkau pergi meninggalkan kami, iapun berkata : “Sesungguhnya hari ini kami telah duduk bersama Tuhan kami Yang Maha Agung, jadi sudah pasti kami berubah seperti saat kami kembali sekarang.”
Kenikmatan yang terbaik dan teragung adalah memandang wajah Allah Yang Mulia di tempat yang penuh kenikmatan dan kemuliaan.
Semoga Allah berkenan memberikan anugerah itu pada kita beserta orang tua kita, orang-orang yang kita cintai dan seluruh kaum muslimin berkat rahmat dan karunia-Nya sesungguhnya Dia Maha Penyayang.









One Comment