Kitab Tasauf

Terjemah Kitab Sabilul Iddikar Karya Habib Abdullah Bin Alawi

Allah berfirman : “Dan mereka berkata kepada kulit mereka : “Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?” Kulit mereka menjawab : “Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata.” (Qs. Fushshilat : 21)

Begitu juga bumi menjadi saksi atas perbuatan mereka yang baik maupun yang buruk, Allah berfirman : “Pada hari itu bumi menceritakan beritanya.” (Qs. Al Zalzalah : 4)

Rasulullah saw bersabda : “Tahukah kalian berita apa yang ia bawa?” Ia akan bersaksi atas perbuatan setiap hamba laki-laki maupun wanita di atasnya, ia akan berkata : “la melakukan ini di hari ini.”

Ibnu Umar ra berkata : “Rasululah saw bersabda : “Allah akan mendekatkan hamba yang beriman hingga merapat, kemudian la memberitahukan dosa-dosanya, sehingga ketika ia takut akan celaka Allah berkata padanya : “Telah kututup untukmu selama di dunia dan sekarang aku ampuninya untukmu.”

Memang hari kiamat sebagaimana telah disifatkan tentang lama dan kedahsyatannya tetapi terkadang Allah meringankan bagi seorang mukmin yang bertakwa hingga waktunya seperti waktu orang yang mengerjakan shalat fardhu, disebutkan dalam sebuah riwayat : “Lamanya Seperti antara waktu antara dhuhur dengan ashar.” Inilah yang disebutkan dalam hadits.

Tempat yang paling berat kesulitannya bagi orang-orang di Mahsyar adalah ketika Allah menyuruh neraka dibawa di hadapan-Nya, ia digiring dengan tujuh puluh ribu rantai, masing masing rantai dikendalikan oleh tujuh puluh ribu malaikat, ketika neraka telah mendekati penduduk Mahsyar, mereka mendengarkan suaranya yang memekik dan menakutkan, saat itulah para makhluk berjalan merangkak, para nabi merasa kasihan terhadap mereka, orang-orang yang aman dari siksapun ikut takut hingga masing-masing rasul as berkata : “Wahai Tuhanku, selamatkanlah diriku, aku tidak meminta-Mu yang lainnya.” Kecuali Rasulullah saw sesungguhnya di saat itu beliau saw terus berkata : “Umatku, umatku.”

Diriwayatkan bahwa : “Beliau saw maju mendekati neraka dan menghalaunya dari seluruh makhluk, sesungguhnya neraka diperintah untuk mentaatinya, iapun kembali pada kendali para malaikat yang memegang rantainya hingga mereka menempatkannya sesuai perintah Allah di sebelah kiri Arasy Allah.”

Lalu ditetapkanlah hisab dan keadilan hingga meskipun perkara yang terjadi di antara sesama hewan seperti yang diriwayatkan : “Bahwa kambing yang bertanduk digiring untuk menuntut keadilan atas kambing yang tidak bertanduk.”

Diriwayatkan bahwa setelah hewan-hewan saling membalas satu sama lain Allah berkata kepada mereka : “Jadilah kalian tanah,” di saat itulah orang-orang kafir berkata : “Duhai, seandainya aku menjadi tanah,” seperti yang disebutkan dalam ayat Al Qur’an.

Kemudian didirikanlah mizan untuk menimbang seluruh amal perbuatan manusia.

Allah berfirman : “Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala) nya. Dan cukuplah kami sebagai Pembuat perhitungan.” (Qs. Al Anbiyaa’ : 47)

Allah berfirman : “Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), maka barangsiapa berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan siapa yang ringan timbangannya kebaikannya, maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.” (Qs. Al A’raaf : 8-9)

Ditimbanglah keburukan dan kebaikan, barangsiapa yang amal kebaikannya lebih berat dari kejelekannya berarti ia beruntung dan barangsiapa yang kejelekannya lebih berat dari kebaikannya berarti ia merugi, barangsiapa yang seimbang kebaikan dan kejelekannya, ada yang berpendapat : “Ia akan dihentikan di tempat yang tinggi antara surga dan neraka, kemudian ia akan menuju ke surga berkat rahmat Allah.”

Diriwayatkan ada seorang malaikat berdiri di atas timbangan, bila timbangan seorang hamba menjadi berat ia akan berseru : “Sesungguhnya Fulan bin Fulan telah berat timbangannnya dan ia berbahagia tanpa akan merasa kesusahan selamanya.” Bila ringan timbangan seorang hamba ia akan berseru : “Sesungguhnya Fulan bin Fulan timbangannya ringan , ia celaka tanpa akan merasakan kebahagiaan selamanya.”

Adapun hadits yang masyhur tentang seseorang yang mendapat sembilan puluh sembilan catatan dosa-dosanya, ia tergolong dari umat ini.

Lalu dibentangkan jembatan di atas neraka Jahannam, manusia diperintah untuk melewatinya, diriwayatkan bahwa ia lebih tajam dari pedang dan lebih tipis dari rambut, manusia yang akan melewati tergantung amalan mereka, barangsiapa yang sempurna keimanannya dan selalu cepat dalam berbuat ketaatan, perjalanannya di atas jembatan itu akan ringan ia melewatinya seperti kilat yang menyambar, ada yang seperti angin, ada yang seperti burung, ada yang seperti larinya unta yang sangat kuat, dan ada yang seperti orang yang berlari cepat.

Ada juga yang merangkak, ada yang terkena sambaran api neraka dan ada yang jatuh terperosok di dalamnya.

Yang pertama kali melewatinya adalah para rasul as, saat itu masing-masing rasul berkata : “Wahai Tuhan, selamatkanlah kami, selamatkanlah kami.” Yang pertama kali melewatinya di kalangan rasul adalah Nabi Muhammad saw dan di kalangan umat-umat adalah umat beliau saw.

Lalu dikirimlah sifat amanat dan tali silaturahmi, keduanya berdiri di sekitar jembatan itu, di jembatan itu ada pelicin dan rantai-rantai bagai duri-duri tumbuhan Sa’ dan, ia akan menarik siapapun yang diperintahkan untuk ditarik.

Orang-orang beriman akan mendatangi telaga Rasulullah saw, mereka meminum dari telaga itu hingga hilanglah rasa haus mereka, airnya lebih putih dari susu, lebih harum dari misik dan lebih manis dari madu, di dalamnya ada dua saluran yang dialirkan dari sungai kautsar, panjang telaga itu sejauh perjalanan satu bulan, begitu juga lebarnya, disekitarnya terdapat ceret-ceret yang jumlahnya sebanyak jumlah bintang di langit, barangsiapa yang meminum seteguk saja tidak akan merasa kehausan selamanya.

Para ulama berbeda pendapat mengenai letak telaga itu apakah setelah jembatan (shirath) itu, atau sebelum masuk ke surga, atau ia terletak di tempat timbangan dan jembatan, hal ini masih merupakan perkiraan.

Umat Muhammad saw akan dikenali di antara umat umat lain karena bagian leher, lengan dan betis mereka. bercahaya berkat air wudhu seperti yang telah disabdakan oleh Rasulullah saw.

Ada sebagian orang yang diusir dari telaga setelah Rasulullah saw melihat dan mengenali mereka, mereka digiring ke sebelah kiri, lalu Nabi saw berkata : “Sesungguhnya mereka adalah teman-temanku,” dikatakan kepada beliau : “Sesungguhnya engkau tidak tahu apa yang mereka perbuat sepeninggalmu.”

Kemudian setelah itu para nabi, para siddiq, para ulama, orang-orang saleh dan orang-orang beriman diberi izin untuk memberi syafaat sesuai dengan kedudukannya di sisi Allah, hingga ada seorang dari umat ini yang memberi syafaat bagi orang banyak seperti jumlahnya kabilah rabi’ah dan mudhar, ada yang memberi syafaat satu orang dan ada juga yang memberi syafaat untuk dua orang.

Yang pertama kali diberi izin memberi syafaat adalah Nabi Muhammad saw, beliau saw bersabda : “Akulah yang pertama kali memberi syafaat dan pertama kali diterima syafaatnya.”

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker