Kitab Tasauf

Terjemah Kitab Sabilul Iddikar Karya Habib Abdullah Bin Alawi

Ketika Nabi Musa as melihat dalam kitab Taurat sebuah umat yang disifatkan dengan sifat-sifat yang terpuji dan mulia, beliau bertanya kepada Tuhannya tentang umat itu : “Siapakah umat ini ? Dan siapakah Nabinya ? Dan beliau meminta agar umat ini dijadikan sebagai umatnya.

Allah swt menjawab : “Itulah umat Ahmad saw,” lalu beliau meminta Tuhannya untuk menampakkan umat itu di hadapannya, Allah berkenan menampakkan mereka di hadapannya.”

Riwayat ini akan disebutkan secara lengkap di pemba hasan terakhir umur ini, riwayat ini disebutkan dalam salah satu kitab tafsir ketika pada ayat yang artinya : “Dan tiadalah kamu berada di dekat gunung Thuur ketika Kami menyeru (Musa), tetapi (Kami beritahukan itu kepadamu) sebagai rahmat dari Tuhanmu.” (Qs. Qashash : 46).

Jadi, sudah jelas dari apa yang kami terangkan dan yang belum kami terangkan yang mengungkap bahwa manusia telah memiliki wujud sebelum mereka keluar ke alam dunia. ini dan bahwa Rasulullah saw dalam hal ini memiliki wujud yang paling sempurna. Inilah yang disebutkan oleh paman Rasulullah saw Al Abbas ra dalam bait syair memuji Rasulullah saw di antara isinya :

Sebelumnya engkau tinggal dengan nyaman dalam naungan dan

dalam simpanan ketika lembaran masih putih

lalu engkau turun di bumi ini sedangkan dirimu belum menjadi manusia

belum menjadi gumpalan daging maupun gumpalan darah

tetapi masih berupa nutfah yang menaiki kapal Nuh dan telah

menghancurkan berhala nasar dan menenggelam-kan pemujanya

Engkau berpindah dari sulbi yang satu ke rahim yang lain

Apabila suatu alam telah lewat diganti oleh alam selanjutnya

Hingga pada bait :

Sampai tiba dalam rahim terbaik yang mengandungmu

Rahim khindif yang agung yang tidak dapat diukur kata-kata.

Nasar adalah patung kaum Nabi Nuh as, sedangkan Khindif adalah isteri Ilyas bin Mudlar nenek Rasulullah saw.

Diriwayatkan bahwa Adam as mendengar bacaan tasbih dari cahaya Rasulullah saw dalam bentuk siulan di sulbi beliau seperti siulan suara burung, ketika Hawa mengandung Syits as cahaya itu berpindah kepada Hawa lalu berpindah kepada Syits as, kemudian terus berpindah cahaya itu pada sulbi-sulbi yang suci dan rahim-rahim yang mulia sampai terlahirlah Rasulullah saw dari kedua orang tuanya yang mulia tanpa tersentuh sedikitpun oleh kotoran dan perbuatan najis masa Jahiliyah, yang kala itu penduduknya melakukan pernikahan yang batil tetapi Allah swt mensucikan beliau dari hal semacam ini, dan seperti yang disabdakan oleh beliau saw : “Aku terlahir dari pernikahan dan bukan terlahir dari perbuatan zina.”

Disebutkan dalam tafsir mengenai firman Allah : “Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang), dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.” (Qs. Syuaraa’ : 218-219)

Ibnu Abbas ra berkata : “Bahwa itulah perpindahan beliau saw dari sulbi seorang nabi ke sulbi nabi yang lain seperti Ismail, Ibrahim, Nuh, Syits, dan Adam as.” Dalam hal ini sama sekali tidak ada perbedaan pendapat.

Adapun pertemuan beliau saw dengan Nabi Adam as di langit dunia ketika malam Mi’raj kala itu beliau saw dalam umurnya di dunia sedangkan Nabi Adam di Barzah.

Sedangkan bayangan hitam yang beliau saw lihat dari sebelah kanan dan sebelah kiri Adam as, ketika beliau saw bertanya tentangnya dan dikatakan : “Itulah keturunannya.” Disimpulkan mereka adalah orang-orang yang telah meninggal dunia dan nampaklah perbedaan amal perbuatan mereka atau bisa juga bermakna yang lain.”

Adapun pertemuan Nabi Musa as dengan Nabi Adam as sewaktu menghujatnya ini bisa diartikan ketika itu keduanya berada di alam barzah tetapi bisa juga bermakna yang lain, hanyalah Allah Yang mengetahui perkara yang sesungguhnya.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker