Riwayat Tentang Keluasan Rahmat Allah
Allah berfirman :
“Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.” (Qs. Al A’raaf : 156)
“Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al Hijr : 49)
“Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah : “Salaamun-alaikum.” Tuhanmu telah menetapkan atas diri Nya kasih sayang.” (Qs. Al An’aam : 54)
“Katakanlah : “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Az Zumar : 53)
“Dan barangsiapa yang mengerjakannya kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. An Nisaa’ : 110)
Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya Allah memiliki seratus rahmat, la menurunkan darinya satu rahmat yang dibagi untuk manusia, jin, burung, binatang ternak, dan binatang buas, dengan rahmat ini mereka saling menyayangi, dan la menyimpan sembilan puluh sembilan rahmat-Nya yang la gunakan untuk merahmati para hamba-Nya kelak di hari kiamat.”
Diriwayatkan kelak di hari kiamat Allah mengeluarkan sebuah tulisan dari bawah Arasy yang berbunyi : “Sesungguhnya rahmat-Ku telah mendahului murka-Ku dan Akulah Yang Maha Penyayang.”
Maka dikeluarkanlah dari neraka orang-orang sejumlah penduduk surga.
Nabi saw bersabda : “Kelak di hari kiamat Allah akan bertajalli di hadapan kita dalam keadaan senyum, Ia berkata : “Bergembiralah wahai orang-orang Islam sesungguhnya tak seorangpun dari kalian melainkan Aku telah gantikan tempatnya di neraka seorang Yahudi atau Nasrani.”
Nabi saw bersabda : “Sesungguhnya Allah lebih sayang kepada hamba-Nya yang beriman daripada kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.”
Nabi saw bersabda : “Kelak di hari kiamat Allah akan memberi ampunan sehingga iblis memanjangkan lehernya dengan harapan ia memperolehnya.”
Yaitu kelak di hari kiamat. Iblis yang terlaknat sama sekali tidak akan mendapat ampunan Allah karena ia termasuk golongan yang berputus asa dari ampunan Allah dan rahmat-Nya, dan ia adalah pemimpin orang-orang musyrik.
Sedangkan Allah berfirman : “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (Qs. An Nisaa’ : 116)
Nabi saw bersabda : “Barangsiapa yang bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, maka dirinya akan diharamkan oleh Allah dari api neraka.”
Nabi saw bersabda : “Kelak di hari kiamat sebuah suara akan berseru dari bawah Arasy : “Wahai umat Muhammad, adapun kesalahan kalian terhadap-Ku telah Aku ampunkan, yang tersisa hanyalah persoalan yang terjadi di antara kalian, hendaknya kalian saling memberi maaf dan masuklah ke dalam surgaku dengan sebab rahmat-Ku.”
Inilah akhir pembahasan kami dalam karya tulis yang penuh berkah ini insya Allah, keberkahan berasal dari Allah, segala keutamaan dan kebaikan berada di tangan Allah, segala urusan adalah milik Allah, dan tiada daya maupun kekuatan kecuali milik Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung, cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.
Ya Tuhan kami, terimalah dari kami (amalan kami) sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, dan terimalah taubat kami sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong pada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi karunia.
Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada Mu).
Semoga Allah bershalawat kepada junjungan kami Muhammad hamba dan utusan-Nya, yang dipercayai untuk menerima wahyu-Nya.
Beserta keluarganya yang baik dan suci, para sahabatnya yang membimbing dan selalu mendapat petunjuk, beserta para pengikut jejak mereka dengan baik sampai hari kiamat, begitu juga kami golongkanlah bersama mereka dan di dalam mereka berkat rahmat-Mu wahai Dzat Yang Maha Penyayang.
Alhamdulillah selesailah penulisan kitab ini berkat pertolongan dan taufik dari Allah.
Selesai penulisannya hari Minggu pagi tanggal 29 Sya’ban tahun 1110 H, semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam yang terindah kepada Sahibul Hijrah Nabi saw.
Segala puji Allah Tuhan alam semesta.









One Comment