Kitab Tasauf

Terjemah Kitab Sabilul Iddikar Karya Habib Abdullah Bin Alawi

UMUR KETIGA

Misteri Kematian Dan Alam Barzakh

Inilah yang disebut Barzah.

Allah berfirman : “Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” (Qs. Al Mukminuun : 100)

Bila seorang hamba muslim meninggal dunia dan sudah dipastikan kematiannya langkah yang harus ditempuh untuk mempersiapkannya menuju kubur dengan memandikannya, mengkafani dan menshalatinya, sebaiknya hal ini dilakukan menurut cara yang sesuai dengan sunnah Nabawi.

Hendaknya diumumkan kematiannya kepada keluarga, kerabat, tetangga, teman-teman dan orang-orang yang saleh agar mereka berdoa untuknya, memohonkan rahmat untuknya menyaksikan dan menghadiri shalat jenazahnya.

Disunnahkan bagi yang mendengar kematian saudaranya sesama muslim setelah ia mengucapkan : “Innalillahi wa inna ilaihi rajiuun,” untuk membaca : “Ya Allah, jadikanlah buku catatannya di Illiyin, catatlah ia di sisi-Mu sebagai orang-orang yang baik, berilah ganti keluarganya yang telah ditinggalkannya, ampunilah kami dan dia wahai Tuhan alam semesta.”

Dan disunnahkan untuk mendoakannya dan menyebutnya dengan baik, karena Nabi saw bersabda : “Sebut-sebutlah kebaikan orang yang telah meninggal di antara kalian dan janganlah membicarakan keburukan mereka.”

Nabi saw bersabda : “Kalian adalah saksi-saksi Allah di muka bumi, maka barangsiapa yang kalian puji kebaikannya berarti iapun demikian.”

Tetapi tidak sepantasnya terlalu berlebihan memberi pujian yang dapat menyebabkan kebohongan dan yang semisalnya.

Sesungguhnya alam barzah adalah tempat antara dunia dan akhirat, ia lebih mirip dengan akhirat bahkan ia termasuk bagian darinya tetapi ia adalah tempat yang didominasi oleh ruh-ruh dan urusan gaib sedangkan tubuh hanyalah mengikuti pola ruh dalam arti ia juga ikut merasakan apa yang dirasakan oleh ruh baik itu kenikmatan dan kesenangan atau siksa dan kesusahan.

Ruh-ruh akan tetap kekal sedangkan tubuh akan hancur tanpa ada yang tersisa kecuali tulang belakang dan kelak manusia di hari kebangkitan akan disusun darinya seperti yang telah diriwayatkan dalam hadits.

Tetapi dalam hal ini ada pengecualian yaitu jasad para nabi as, sesungguhnya mereka tetap hidup dalam liang kubur mereka begitu juga orang yang mati syahid di jalan Allah, Allah berfirman : “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki.” (QS. Ali Imran : 169)

Disebutkan dalam riwayat yang shahih bahwa ruh mereka berada dalam perut burung hijau berkeliling di surga dan tinggal ditempat lampu-lampu yang tergelantung di Arasy.

Juga diriwayatkan bahwa ruh-ruh orang-orang beriman berada dalam seekor burung putih memakan buah-buahan surga.

Mengantarkan jenazah seorang muslim, menshalati-nya dan menghadiri pemakamannya sangat besar pahalanya, disebutkan dalam hadits shahih : “Barangsiapa yang mengantarkan jenazah seorang muslim hingga ia dishalati, ia mendapat pahala satu qirath, bila ia tetap bersamanya hingga menghadiri pemakamannya ia mendapat dua qirath, sedangkan satu qirath adalah seperti gunung uhud.”

Juga diriwayatkan : “Barangsiapa yang mengantarkan jenazah saudaranya muslim, Allah akan menyuruh malaikat untuk mengantar jenazahnya dan menshalatinya jika ia meninggal kelak.”

Hendaknya segera mengantarkan mayit ke kuburnya karena Nabi saw bersabda : dalam tiang kubur, maka disunnahkan bagi orang yang meletakkannya untuk membaca : “Dengan nama Allah dan berdasarkan agama Rasulullah saw.”

Kemudian orang yang berada di sekitar liang kubur menaburkan tanah sebanyak tiga kali sambil membaca pada taburan pertama : “Darinya kami ciptakan kamu.”

Pada taburan kedua : “Dan ke dalamnya kami kembalikan kamu.”

Pada taburan ketiga : “Dan darinya kami keluarkan kamu sekali lagi.”

Kemudian menguburnya dengan tanah sedikit demi sedikit dengan penuh lemah lembut, bila ia telah diratakan dengan tanah, maka sebaiknya orang-orang yang hadir berdiam sejenak membacakan Al Qur’an, memintakan ampun untuk si mayit dan mendoakan keteguhan untuknya karena saat itu ia sedang ditanya seperti yang dijelaskan dalam riwayat hadits, ia ditanya oleh malaikat Munkar Nakir yang merupakan penguji seseorang dalam kubur, keduanya menanyai mayit setelah ia dimakamkan seperti yang diriwayatkan : “Siapa Tuhanmu? Apa agamamu? Dan siapa nabimu?

Barangsiapa yang diberi ketetapan oleh Allah ia akan menjawab : “Allah Tuhanku, Islam agamaku dan Muhammad nabiku.”

Barangsiapa yang disesatkan oleh Allah ia akan bingung dan ragu sesuai amal perbuatannya di dunia ini yang penuh dengan keraguan, penyelewengan, tidak mentaati perintah Allah dan melakukan perbuatan haram, hingga ia hanya bisa menjawab : “Ha ha aku tidak tahu,” seperti yang disebutkan oleh berbagai riwayat hadits yang shahih dan di saat itulah kedua malaikat akan memukulinya, menghimpit kuburnya dan menyiksanya.

Adapun seorang mukmin yang diberi keteguhan, yang lurus dalam keimanan dan ketaatan semasa hidupnya, maka kedua malaikat akan memberinya kabar gembira, memberi keluasan pada kuburnya, memenuhinya dengan cahaya, kenikmatan dan ia dikelilingi oleh amalan salehnya seperti shalat, sedekah, puasa, membaca Al Qur’an, dzikirnya kepada Allah, amal saleh itu akan melindunginya dari ketakutan dan kedahsyatan.

Nabi saw bersabda : “Sesunggguhnya kubur dapat menghimpit, andaikan seseorang dapat lolos darinya pasti Sa’ad bin Mu’adz akan lolos, padahal disebabkan kematiannyalah Arasy Allah terguncang.”

 Dikatakan : “Sesungguhnya kebanyakan siksa kubur karena tiga perkara Ghibah (membicarakan orang lain), Namimah (mengadu domba), dan kurang bersih dalam membersihkan kencing.”

Disebutkan dalam hadits : “Kebanyakan siksa kubur karena kurang bersih dalam membersihkan kencing.”

Dan riwayat hadits mengenai dua orang lelaki yang beliau saw mendengar keduanya disiksa dalam liang kubur lalu beliau saw menyuruh agar sebatang dahan kurma ditancapkan di atas kubur mereka, beliau saw bersabda : “Semoga saja keduanya mendapat keringanan selama kedua dahan ini masih basah, sesungguhnya keduanya disiksa bukan karena dosa besar, yang satu suka mengadu domba dan yang satu lagi kurang bersih dari kencing.”

Hadits ini shahih dan sudah terkenal.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker