Kitab Tauhid

Terjemah Kitab Syarah Ummul Barahin

Wa ba’du, Hal terpenting yang harus dilakukan oleh orang berakal dan cerdas di zaman penuh kesulitan ini (masa hidup penulis, 832-895 H/1428-1490 M) adalah mengejar hal yang dapat menyelamatkannya dari keabadian di neraka.

Hal itu tidak bisa dilakukan kecuali dengan memperkukuh akidah tauhid berdasarkan ejaan yang telah ditetapkan para Imam Ahlusunah yang ahli ilmu dan yang terpilih. Sungguh jarang sekali orang yang mempunyai keyakinan kokoh seperti itu di zaman yang penuh kesulitan ini, di mana samudra kebodohan semakin banyak dan kebatilan tersebar secara luas,

dan kebodohan melempar manusia di setiap tempat di bumi dengan ombak-ombak pengingkaran kebenaran, kebencian terhadap ahlinya, dan menghiasi kebatilan dengan ucapan batil yang menipu manusia. Sungguh beruntung di zaman ini orang yang diberi taufik untuk menguatkan akidah-akidah keimanannya, kemudian setelah itu diberi pengetahuan atas cabang-caban agama yang harus diketahuinya secara lahir batin sehingga hatinya bahagia dengan cahaya kebenaran dan bercahaya sempurna.

Kemudian uzlah dari seluruh manusia dengan memutus kejelekannya sampai berpindah mendekati kematiannya dari kerusakan dunia ini.

Maka Allah membahagiakannya dengan kenikmatan dan kesenangan yang dilihatnya setelah kematian yang tidak terbatas dan terpikirkan.

Sungguh ia telah sabar sebentar kemudian mendapat banyak keuntungan. Maha Suci Allah yang telah mengkhususkan anugerah-Nya bagi orang yang dikehendaki dari hamba-hamba-Nya, dan mendekatkan serta menjauhkannya dengan murid pilihannya.

Sungguh Allah Yang Maha Suci dengan anugerah dan keagungan kedermawanannya di zaman yang banyak keburukan ini telah memberi ilham mengetahui akidah-akidah keimanan yang tidak mampu aku syukuri. Allah-Jalla wa ‘Azza-telah menempatkan pengetahuan itu direlung hati dengan dalil qath’i yang aku butuhkan.

Dengan murni anugerah dan kebaikan-Nya Allah telah mengajarkan hal-hal parsial yang di zaman ini sedikit sekali Imam yang diakui kredibilitasnya yang mengetahuinya dan sedikit sekali Imam yang mengajarkannya kepada orang lain secara khusus.

Allah Yang Maha Suci dengan murni kedermawanannya telah memberi petunjuk untuk menguatkan hal-hal yang orang yang dikenal memiliki banyak ilmu dan kokoh pun diuji melakukan kesalahan di dalamnya.

Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memberi nikmat, maka tambahkanlah bagi kami,

. Wahai Zat Pemilik Keagungan dan Kemuliaan, sebagian dari . anugerah-Mu, dan sempurnakanlah anugerah itu bagi aku dengan Khusnul khatimah dan pasca kematian tinggal bersama orang-orang yang mencintaiku di surga tempat kesentosaan.

Jangan jadikan kami, wahai Zat Yang Paling Pengasih di antara para pengasih termasuk orang-orang yang tertipu dengan nikmat-Mu, wahai Zat Pemilik Anugerah dan Kenikmatan.

Dengan kemuliaan keagungan-Mu dan keluhuran Zat-Mu, kemudian dengan rahmat- Mu yang dihidayahkan kepada kami, yaitu Sayyiduna wa Maulana Muhammad, aku memohon perlindungan dengan-Mu dari pencabutan nikmat setelah diberikan, dari kemurkaan-Mu yang tidak mampu ditanggung, dan dari bertemu dengan orang-orang yang merugi dan terhalangi dari nikmat.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker