Al Hamdu, Al Syukru Dan Sholawat
Segala puji bagi Allah. Shalawat dan Salam semoga terlimpah bagi Rasulullah
Al-Hamd adalah memuji dengan kalam (ucapan) kepada yang dipuji dengan keindahan sifatnya, baik dari sisi berbuat baik atau dari sisi kesempurnaan yang khusus dimiliki yang dipuji, seperti ilmu dan keberaniannya, misalnya.
Aku katakan: “Memuji dengan kalam” sebagai ganti dari ucapan ulama: “Memuji dengan lisan”, agar batasan itu mencakup pujian yang bersifat qadim maupun hadits.”
Adapun asy-syukr (syukur) adalah memuji dengan lisan dan selainnya, dari hati dan seluruh anggota tubuh kepada yang memberi nikmat sebab nikmat-nikmat yang telah diberikannya kepada orang yang bersyukur.
Antara asy-syukr dan al-hamd terdapat keumuman dan kekhususan dari suatu sisi. Yakni al-hamd lebih umum daripada asy- Syukur dengan mempertimbangkan muta’allig (yang berkaitan dengan)nya, sebab al-hamd berkaitan dengan kesempurnaan, baik berupa berbuat baik atau selainnya, sedangkan asy-syukr tidak berkaitan kecuali dengan berbuat baik.
Di lain sisi, asy-syukr lebih umum daripada al-hamd dengan mempertimbangkan tempatnya. Sebab asy-syukr bisa dengan lisan, hati dan seluruh anggota tubuh. Penyair berkata:
“Kenikmatan yang kalian berikan kepadaku menguntungkanmu pada tiga hal, yaitu syukur dengan tanganku, lisanku, dan hatiku yang tersimpan.” Sementara al-hamd hanya terjadi dengan lisan.
Shalawat dari Allah semoga terlimpah bagi Rasulullah sebagai tambahan kemuliaan dan pemberian nikmat, dan salam Allah semoga terlimpah bagi beliau sebagai tambahan keselamatan, penghormatan yang baik, dan pengagungan baginya.









One Comment