III. WASIAT RASUL TENTANG PUASA
1. Keutamaan Puasa Ramadhan
Hai, Ali, barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dan selama puasa itu menjauhi hal-hal yang dilarang Allah dan tidak melakukan kebohongan, maka Allah senang kepadanya dan memastikannya masuk surga.
Keterangan:
Setiap muslim wajib menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan dengan baik, agar puasa yang dikerjakannya itu diterima oleh Allah swt.
Ada dua hal penting yang harus diketahui bagi setiap muslim ketika menjalankan puasa
Ramadhan, yaitu:
1. Hal-hal yang membatalkan puasa.
2. Hal-hal yang membatalkan pahala puasa.
Hal-hal yang membatalkan puasa sebagaimana diterangkan dalam kitab-kitab fikih, yaitu:
1. Masuknya sesuatu pada jauf (rongga dalam).
2. Masuknya sesuatu ke kepala (melalui lubang telinga atau luka yang tembus ke otak).
3. Memasukkan sesuatu (obat) melalui gubul dan dubur.
4. Sengaja bermuntah-muntah.
5. Bersetubuh (jimak).
6. Mengeluarkan mani karena bersentuhan kulit atau onani, baik dengan tangan sendiri atau istri.
7. Menstruasi (haid).
8. Nifas.
9. Gila (hilang akal).
10. Murtad (keluar dari Islam).
Adapun hal-hal yang dapat membatalkan pahala puasa berdasarkan ijmak ulama adalah bohong, ghibah (ngerasani) dan mencaci maki.
Dalam hadis Nabi saw. yang diriwayatkan oleh Imam Ad-Dailami, dari Anas r.a. disebutkan:
Lima perkara yang membatalkan (pahala) orang yang berpuasa dan merusak wudhu, yaitu: Berkata bohong, ghibah (ngerasani), adu domba, melihat yang disertai rasa senang dan sumpah palsu.
Dalam musnad Imam Ahmad disebutkan: Dulu, di zaman Rasulullah saw. ada dua wanita berpuasa dan mengalami kelaparan dan haus yang sangat di sore hari, hampir saja mereka mati. Kedua wanita itu dibawa ke hadapan Rasulullah saw. untuk meminta izin berbuka. Lalu beliau mengirimkan dua mangkok kosong dan bersabda kepada keduanya: Muntahkanlah apa yang telah kamu makan dalam mangkok itu. Salah seorang wanita itu memuntahkan darah dan daging busuk. Demikian juga wanita lainnya, hingga dua mangkok itu penuh muntahan darah dan daging busuk. Orang-orang pada heran melihatnya. Lalu Rasulullah saw. bersabda: Kedua wanita ini puasa (tidak makan) sesuatu yang dihalalkan oleh Allah dan berbuka dengan sesuatu yang diharamkan-Nya, salah satunya menjumpai yang lain, lalu mereka berdua menggunjing (ngerasani) orang lain, dan inilah yang mereka makan itu.
2. Keutamaan Puasa Syawal
Hai, Ali, barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dan mengikutinya dengan berpuasa selama enam hari di bulan Syawal, maka Allah mencatatnya berpuasa setahun penuh.









One Comment