Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Washiatul Mustofa Imam Sya’rani

VI. WASIAT RASUL TENTANG KEJUJURAN DAN PERSAHABATAN

A. Kejujuran

1. Berkata Jujur dan Larangan Berkata Bohong

Hai, Ali, berkatalah benar, sekalipun membahayakan kamu dalam tempo seketika itu, sesungguhnya berkata benar itu,  tetap  bermanfaat  untukmu  di  hari  kemudian.  Janganlah berkata bohong, sekalipun berguna bagimu dalam tempo seketika itu, tapi sesungguhnya membahayakan di hari kemudian.

Keterangan:

Hai, Ali, barangsiapa banyak dosanya, maka hilanglah cahaya wajahnya.

Hai, Ali, berkatalah benar, jagalah perkataan, amanat, kedermawanan hati dan memelihara perut (dari makanan haram).

B. Persahabatan

1. Teman yang Jelek

Hai, Ali, teman yang paling jelek adalah teman yang suka gegabah terhadap temannya dan suka membuka rahasianya.

2. Menjalin Persahabatan Sebanyak-banyaknya

Hai, Ali, seribu teman itu terasa sedikit, tetapi satu musuh terasa banyak.

3, Tanda-tanda Kesetiakawanan

Hai, Ali, kesetiakawanan itu memiliki tanda-tanda, yaitu:

1. Dia (teman) itu sanggup mengeluarkan hartanya untuk kamu.

2. Dia siap untuk mengorbankan jiwanya demi kamu.

3. Dia siap mempertaruhkan kehormatannya demi kehormatanmu.

VII. WASIAT RASUL TENTANG TOBAT

Hai, Ali, tobat orang bertobat itu tidak berguna, kecuali disertai dengan membersihkan perutnya dari hal-hal yang haram, dengan memperbaiki usahanya.

Keterangan:

Tobat adalah menyesali perbuatan-perbuatan jelek yang pernah dilakukan dan bertekad tidak mengulanginya kembali Serta menghindari hal-hal yang menjurus pada perbuatan tidak baik dengan terus memohon ampun (istighfar) kepada Allah Swt.

Setiap muslim harus buru-buru bertobat kepada Allah swt. atas dosa-dosa lahir dan batin yang pernah ia lakukan. Luqman Al-Hakim berkata kepada putranya: Hai, Anakku, janganlah kamu mengakhirkan tobat, karena mati itu datang secara tiba-tiba. Allah swt. telah perintah kepada semua orang yang beriman, agar bertobat, seperti dalam firman-Nya.

” Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai, orangorang yang beriman, supaya kamu

beruntung.” (Q.S. An-Nur: 31).

“Hai, orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat semurni-murninya.”

(Q.S. At-Tahrim: 8).

”Dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (Q.S. Al- Hujurat: 11).

Orang yang bertobat itu harus membersihkan harta kekayaannya dari hal-hal yang haram dengan cara meninjau kembali usahanya, makanan, minuman dan pakaiannya, semuanya harus serba halal. Orang yang bertobat, tetapi makanannya haram, itu tobatnya tidak ada gunanya.

Imam Sufyan Ats-Tsauri r.a. berkata:

“Orang  yang  berpenghasilan  haram  digunakan  untuk  taat  kepada Allah,  maka ia seperti mencuci pakaian najis dengan air kencing. Padahal pakaian yang najis itu harus dicuci dengan air. begitu pula halnya dengan dosa, tidak dapat dihapus kecuali dengan penghasilan yang

halal.” (Ihya’ Ulumuddin 3: 25),

Tobat adalah jalan yang paling aman bagi setiap muslim, yang ingin mencari keselamatan di dunia dan akhirat, tidak ada jalan lain bagi setiap muslim, khususnya yang mengalami kegoncangan jiwa, stres dan tekanan mental selain kembali kepada Allah dan bertobat kepada- Nya, karena keadaan seperti itu sangat mungkin timbul. Karena, dosa-dosa dan maksiat maksiat yang kita lakukan secara sadar atau tidak, Allah akan mengampuninya, jika mau bertobat, Dia berfirman:

“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertobat, beriman, beramal saleh,

kemudian tetap di jalan yang benar.”

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker