IV. WASIAT RASUL TENTANG SEDEKAH
1. Berderma Dapat Menarik Rahmat Allah
Hai, Ali, sesungguhnya para wali Allah swt. itu tidak memperoleh kelapangan rahmat Allah dan keridhaan-Nya sebab banyak ibadah yang mereka kerjakan, tetapi mereka menerima kelapangan rahmat Allah dan keridhaan-Nya itu sebab kedermawanan hati mereka dan sebab sikap mereka yang meremehkan harta kekayaan dunia.
2. Keutamaan Dermawan dan Kehinaan Orang Kikir
Hai, Ali, orang yang senang mendermakan hartanya itu dekat dengan Allah, dekat dengan rahmat-Nya dan jauh dari siksa-Nya. Sedangkan orang yang kikir itu jauh dari Allah, jauh dari rahmat-Nya dan dekat pada siksa-Nya.
Keterangan:
Ada riwayat menyebutkan: Bahwa Abdullah bin Al Mubarok pernah mampir ke kota Kufah dalam perjalanannya menuju Makkah untuk melakukan ibadah haji. Dalam perjalanan ini ia melihat seorang perempuan mencabuti bulu-bulu itik di tempat pembuangan sampah. Ia berhenti dan memperhatikannya. Ternyata, itik itu adalah bangkai. Ia lalu berkata: Hai, wanita, ini bangkai atau habis disembelih? Wanita itu menjawab: Bangkai, dan aku akan memakannya bersama keluargaku. Abdullah bin Al-Mubarok berkata kepada wanita itu: Sesungguhnya Allah telah mengharamkan bangkai, tapi di desa ini engkau memakannya. Si wanita itu berkata: Hai, Tuan, pergilah. Tetapi Abdullah bin Al-Mubarok terus mengingatkannya, hingga akhirnya wanita itu berkata: Sesungguhnya saya, dan anak-anak yang masih kecil sudah tiga hari kelaparan, karena saya tidak menemukan sesuatu yang dapat kami masak untuk mereka. Lalu ia pergi, dan tidak lama lagi kembali dengan menuntun keledai yang di atas punggungnya terdapat bahan makanan, pakaian dan perbekalan lainnya menuju tempat tinggal wanita tersebut. Ia mengetuk pintu rumah wanita fakir itu dan masuk ke dalamnya seraya berkata kepadanya: Ini adalah bahan makanan, pakaian dan masakan makanan, ambillah, keledai dan muatannya ini semuanya aku berikan kepadamu. Kemudian ia menetap di kota Kufah ini, tidak melanjutkan perjalanannya ke kota Makkah, karena musim haji sudah lewat. Lalu ia kembali pulang ke negerinya, ketika para Hujjaj sudah pada pulang. Orang-orang menyambut
kedatangannya. Tetapi ia berkata kepada mereka, aku tidak melakukan haji tahun ini. Kemudian ada seorang laki-laki berkata: Subhanallah, bukankah aku telah menitipkan uangku dan kita berangkat bersama-sama, kemudian saya mengambilnya kembali di Arafah. Laki-laki lainnya berkata: Bukankah engkau yang memberi minuman di tempat ini? Lainnya lagi berkata: Hai, Abdullah bin Al-Mubarok, tidakkah engkau membeli ini dan itu kepadaku? Abdullah bin Al-Mubarok berkata kepadanya: Saya tidak mengerti apa yang mereka katakan. Saya tahun ini tidak melakukan ibadah haji.
Ketika malam hari tiba dan Abdullah bin Al-Mubarok tidur, maka ia bermimpi melihat ada seseorang berkata: Hai, Abdullah, sesungguhnya Allah swt. telah menerima sedekahmu dan Dia mengutus seorang malaikat yang menjelma seperti kamu ke Makkah untuk melakukan haji untukmu. (An-Nawadir: 98-99).
Hai, Ali, saya telah melihat sebuah tulisan di pintu surga: Pintu tertutup bagi setiap orang yang kikir, orang yang durhaka kepada kedua orangtuanya dan orang yang suka menggunjing.
3. Tempat Orang Dermawan dan Orang Kikir
Hai, Ali, ketika Allah menciptakan surga, maka surga itu bertanya: Hai, Tuhanku, mengapa Engkau ciptakan aku? Allah menjawab: Untuk setiap orang yang suka mendermakan hartanya dan orang yang bertakwa. Lalu neraka bertanya: Hai, Tuhanku, mengapa Engkau menciptakan aku? Allah menjawab: Untuk setiap orang yang kikir dan orang yang sombong. Neraka berkata: Aku untuk mereka berdua.









One Comment