Hikayah III
Ada seorang lelaki di Samargond sakit, lalu bernazar, apabila Allah menyembuhkannya, maka akan sedekah hasij semua kerjanya pada hari Jumat untuk kedua orangtuanya yang telah meninggal dunia. Pada suatu hari ia berkeliling sehari penuh mencari penghasilan untuk dibuat sedekah, tetapi tidak berhasil. Lalu ia meminta fatwa kepada seorang ulama. Beliau berkata kepadanya: Pergilah kamu dan mencarilah kulit semangka sekuatmu. Lalu cucilah dengan air bersih. Setelah itu buanglah kulit itu di jalan tempat keledai-keledai lewat. Jika ada keledai lewat, maka lemparkanlah kulit semangka ke arahnya, dengan niat supaya dimakan sebagai sedekah yang pahalanya niatkan untuk kedua orangtuamu. Dengan demikian engkau terbebas dari nazarmu. Saran itu dilakukannya pada malam Sabtu, lalu si laki-laki itu bermimpi melihat kedua orangtuanya memeluknya dan berkata: Engkau telah bersusah payah mencari kebaikan untuk kami dan engkau telah memberiku makan semangka yang menyenangkan. Allah swt. ridha padamu.
Sebagian ulama juga menuturkan kisah, bahwa ada seorang laki-laki bermimpi melihat orang- orang mati pada keluar dari kuburnya. Mereka tampak memunguti sesuatu dari atas kuburnya. Laki-laki itu berkata: “Saya tidak tahu sesuatu itu, saya ta’ajub (heran) melihat kenyataan itu. Di antara mereka saya melihat seorang laki-laki duduk dan tidak turut memunguti sesuatu
bersama mereka. Kemudian saya mendekati laki-laki tersebut dan bertanya kepadanya: Sesuatu apa yang mereka punguti? Orang yang ditanya itu menjawab: Mereka memunguti bacaan- bacaan Alqur-an, sedekah, dan doa-doa yang dihadiahkan oleh orang-orang muslim kepada mereka. Selanjutnya laki-laki itu bertanya lagi: Mengapa kamu tidak turut memunguti bersama mereka? Orang itu menjawab: Aku tidak membutuhkannya. Laki-laki itu bertanya lagi, kenapa kamu tidak butuh? Orang jitu menjawab: Setiap hari anak saya mengkhatamkan Alqur-an sambil berjualan kue di pasar. Ketika saya bangun, saya pergi ke pasar tempat menjual kue. Tiba-tiba saya bertemu pemuda penjual kue yang selalu bergerak-gerak bibirnya dan saya bertanya kepadanya: Apa yang sedang engkau baca? Dia menjawab: Alqur-an. Dan saya hadiahkan pahalanya untuk orangtua saya dalam kuburnya.”
12. Anjuran Ikhlas dalam Beramal
Hai, Ali, beramallah dengan ikhlas karena Allah, sebab Allah itu tidak menerima amal orang, kecuali yang ikhlas karena Allah swt. Dia berfirman”
”Barangsiapa yang berharap berjumpa dengan Tuhan-nya, maka ia harus melakukan perbuatan
yang baik dan Janganlah ia berbuat syirik dalam ibadah kepada Tuhannya.”









One Comment