V. WASIAT RASUL TENTANG DOA, ISTIGHFAR DAN ALQUR-AN
1. Berdoa Antara Azan dan Ikamah
Hai, Ali, berdoalah antara azan dan ikamah, sebab sesungguhnya doa di waktu ini tidak ditolak. Keterangan:
Doa itu berarti permohonan. Berdoa yang berarti memohon itu hanya kepada Allah swt. Barangsiapa yang memohon kepada Allah swt., pasti dikabulkan dan dipenuhi oleh-Nya, sebagaimana firman-Nya:
” Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (Q.S. Al-Mu’min: 60).
Hanya saja wujudnya berbeda-beda. Adakalanya pemberian atau pengabulan Allah swt. itu berupa konkret, sesuai persis seperti permohonan. Karena, sesuatu yang lain justru lebih bermanfaat untuk pemohon dalam pandangan Allah. Adakalanya pemberian itu di dunia dan adakalanya di akhirat. Sebab, jika permohonannya itu dipenuhi di dunia, akan menyebabkan dia rusak. Walhasil, setiap doa itu pasti dikabulkan oleh Allah. Doa yang dikabulkan itu tentu ada tata cara, syarat-syaratnya dan pada waktu-waktu tertentu.
Adab atau tata cara berdoa yang memungkinkan dikabulkan itu ada sepuluh, yaitu:
1. Memperhatikan waktu-waktu mulia, seperti pada hari Arafah, bulan Ramadhan, hari Jumat, waktu sahur (tengah malam sampai menjelang fajar).
2. Memperhatikan keadaan-keadaan tertentu, seperti ketika turun hujan, ibadah salat fardu, sesudah salat fardu, antara azan dan ikamah dan ketika bersujud.
3. Menghadap kiblat dengan mengangkat kedua tangannya.
4. Tidak mengeraskan suara.
5. Tidak berapi-api.
6. Khusyuk dan konsentrasi penuh.
7. Mantap dengan doanya dan yakin dikabulkan.
8. Mengulang-ulang doa sampai tiga kali.
9. Memulainya dengan zikir kepada Allah, membaca tahmid, kemudian shalawat Nabi dan mengakhirinya dengan bacaan hamdalah dan shalawat Nabi.
10. Bersih jiwa raganya, lahir dan batin dari hal-hal yang diharamkan Allah.
2. Cara Berdoa
Hai, Ali, apabila engkau berdoa, maka beberkan (kedua telapak) tanganmu dan angkatlah setinggi dadamu, jangan engkau mengangkatnya ke atas melebihi kepala dan berisyaratlah kepada Allah swt. dengan jari telunjuk kananmu.
Hai, Ali, janganlah kamu mengeraskan suaramu ketika membaca Alqur-an dan doa, di saat orang-orang mengerjakan salat. Sebab hal yang demikian itu dapat mengganggu salat mereka.
3. Zikir Sebelum Fajar, Sebelum Matahari Terbit dan Terbenam
Hai, Ali, barangsiapa yang berzikir kepada Allah swt. sebelum fajar, sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam, maka Allah merasa malu menyiksa orang tersebut dengan api neraka.
4. Keutamaan Duduk di Tempat Usai Salat Subuh
Hai, Ali, apabila kamu selesai mengerjakan salat Subuh, maka tetaplah duduk di tempatmu sampai matahari terbit, karena sesungguhnya Allah swt. menetapkan untuk orang yang tetap duduk di tempatnya usai salat Subuh tersebut pahala haji dan umroh, pahala memerdekakan budak atau pahala sedekah seribu dinar untuk membela agama Allah.









One Comment